81 Saham HSC Resmi Keluar dari IHSG, Mengapa Indeks Sempat Jatuh ke Bawah 5.000 di Hari Pertama?
Afif Alfaris•November 3, 2026

Key Takeaways
- Mulai 2 November 2026, 81 saham HSC tidak lagi dihitung dalam IHSG. Konstituen yang tersisa 837 saham, tetapi saham HSC tetap bisa ditransaksikan.
- IHSG sempat menyentuh 4.981,52 (-1,49%), lalu ditutup naik 0,79% ke 5.096,83. Tekanan pagi lebih terkait sentimen global dan jual asing daripada perubahan komposisi.
- Bobot sekitar 18% milik saham HSC dibagi ke konstituen lain. Karena BBCA dan BBRI tertahan di batas 9%, bobot saham seperti BMRI, TLKM, dan ASII naik sekitar 1,25 kali.
- Status HSC kini dievaluasi secara insidental, sehingga saham yang pulih dari status HSC bisa kembali dihitung tanpa menunggu evaluasi berkala.
IHSG Versi Baru Mulai Berlaku Hari Ini
IHSG yang Anda lihat mulai hari ini dihitung dari kumpulan saham yang berbeda. Saham berbobot besar seperti DCII, BYAN, BREN, dan DSSA tidak lagi ikut menggerakkan indeks.
Akibatnya, cara membaca naik turunnya IHSG ikut berubah.
Apa Itu Saham HSC dan Bedanya dengan Delisting
Sebelum melihat dampaknya, Anda perlu memahami dulu apa yang membuat sebuah saham masuk kategori HSC.
Kriteria Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi
HSC (high shareholding concentration) adalah status yang ditetapkan BEI bersama KSEI untuk saham yang kepemilikannya terpusat pada segelintir investor. Penetapannya melalui tiga tahap, yaitu trigger factor (pemicu awal berupa volatilitas, likuiditas, atau pengawasan), penilaian struktur pemegang saham oleh komite BEI dan KSEI, lalu pengumuman ke publik.
BEI tidak membuka ambang batas angkanya. Namun, contoh di lapangan menunjukkan kepemilikan terkonsentrasi bisa mencapai 94% hingga 98%, seperti pada TCPI, WBSA, dan KING.
Dikeluarkan dari Indeks Tidak Sama dengan Delisting
Perbedaan keduanya terangkum berikut.
Tabel 1. Dikeluarkan dari IHSG vs Delisting
| Aspek | Dikeluarkan dari IHSG | Delisting |
| Status pencatatan | Tetap tercatat di BEI | Dihapus dari daftar efek BEI |
| Perdagangan | Tetap bisa dibeli dan dijual seperti biasa | Tidak lagi diperdagangkan di bursa |
| Pengaruh ke IHSG | Tidak lagi dihitung | Tidak lagi dihitung |
| Dampak ke reksa dana indeks | Tidak dimasukkan ke portofolio yang mengacu indeks utama BEI | Wajib dilepas karena saham tidak lagi tercatat |
*Reksa dana yang mengacu pada indeks utama BEI otomatis tidak memasukkan saham HSC. Delisting adalah penghapusan pencatatan saham dari bursa.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi Kamu untuk memantau apakah saham yang keluar dari indeks mengalami akumulasi atau distribusi secara presisi melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.
Hari Pertama IHSG Tanpa Saham HSC, dari 4.981 ke 5.096
Penurunan di awal sesi sempat memunculkan kesan bahwa aturan baru ini menekan indeks. Data intraday menunjukkan gambaran yang lebih luas.
Tabel 2. Kronologi Pergerakan IHSG 2 November 2026
| Waktu | Level | Perubahan |
| Penutupan 30 Oktober (acuan) | 5.057,05 | – |
| Pembukaan | 5.039,54 | -0,35% |
| Titik terendah intraday | 4.981,52 | -1,49% |
| Penutupan sesi I | 5.105,20 | +0,95% |
| Penutupan | 5.096,83 | +0,79% |
*Divisor (pembagi dalam rumus indeks) disesuaikan, sehingga level pembukaan tetap mengacu pada penutupan sebelumnya. Nilai transaksi sekitar Rp10,07 triliun.
Mengapa Sempat Turun ke Bawah 5.000
Penurunan pagi lebih tepat dibaca sebagai kombinasi tiga faktor. Pertama, aksi jual global pada Jumat malam, saat Nasdaq turun 2,86% dan S&P 500 turun 1,82% karena kekhawatiran valuasi saham AI. Kedua, tekanan jual asing pekan lalu sekitar Rp4,1 triliun saat IHSG turun 7,03% sepekan. Ketiga, saham berbobot besar melemah, terutama TLKM (-1,76% di sesi I) dan AADI (-5,88%).
BEI menegaskan perubahan komposisi tidak dirancang memicu penurunan tajam. Pada hari pertama, sebagian vendor data juga belum menyesuaikan komposisi baru.
Apa yang Membuat IHSG Berbalik Naik
Pemulihan dipimpin BUMI (+7,6%), TPIA (+6,6%), dan BRPT (+3,7%), dengan sektor bahan baku dan energi sebagai penopang. Asing mencatat jual bersih sekitar Rp342 miliar di sesi I dengan tekanan di BMRI dan BBRI, tetapi ada beli asing di TPIA dan BUMI.
Dari sisi teknikal, area 4.980 bertahan sebagai uji ulang titik terendah pekan lalu di 4.979, sehingga menjadi support (area penahan penurunan) pertama yang perlu dipantau.
Anda dapat menggunakan fitur Broker Summary di Ajaib Terminal dengan filter investor asing untuk melihat apakah aksi jual asing mulai mereda di saham penggerak indeks.
Bobot 18% Dibagikan, Saham Mana yang Kini Paling Menggerakkan IHSG
Bobot yang ditinggalkan saham HSC tidak hilang. Bobot itu dibagi ke 837 konstituen yang tersisa, dengan porsi terbesar mengalir ke saham berkapitalisasi besar.
Enam Saham HSC Terbesar yang Keluar
Enam saham berikut menyumbang sebagian besar bobot yang keluar.
Tabel 3. Enam Saham HSC Terbesar yang Keluar dari IHSG
| Saham | Perkiraan bobot sebelumnya |
| DCII | 3,8% |
| BYAN | 3,4% |
| BREN | 1,4% |
| DSSA | 1,39% |
| MORA | 1,2% |
| SRAJ | 1,02% |
| Total enam saham | Sekitar 12,2% |
*Estimasi pasar. Total bobot seluruh saham HSC sekitar 18% dari IHSG dan sekitar 30% dari kapitalisasi pasar.
Lima Konstituen dengan Kenaikan Bobot Terbesar
Sebaliknya, kenaikan bobot terbesar terlihat pada saham berikut.
Tabel 4. Lima Konstituen dengan Kenaikan Bobot Terbesar
| Saham | Sebelum | Sesudah | Kenaikan |
| BMRI | 5,70% | 7,12% | +1,42 poin |
| TLKM | 3,76% | 4,68% | +0,92 poin |
| ASII | 3,35% | 4,15% | +0,80 poin |
| AMMN | 2,79% | 3,50% | +0,71 poin |
| SMMA | 2,59% | 3,24% | +0,65 poin |
*Estimasi pasar. BBCA dan BBRI kini tertahan di batas maksimal 9%. BBNI, BRPT, dan CASA juga naik sekitar 1,25 kali.
Mengapa Kenaikannya 1,25 Kali, Bukan 1,22 Kali
Secara sederhana, jika bobot 18% dikeluarkan, bobot saham lain naik 1/(1-0,18), yaitu sekitar 1,22 kali. Namun, BBCA dan BBRI akan melewati batas 9% jika dihitung dengan cara itu, sehingga kelebihan bobot keduanya ikut dibagikan dan faktor untuk saham lain menjadi sekitar 1,25 kali.
Sebagai contoh, saham yang semula berbobot 5% kini sekitar 6,3%, sehingga pergerakannya berdampak sekitar seperempat lebih besar ke IHSG.
Anda dapat menggunakan fitur Inventory Analysis di Ajaib Terminal untuk melihat apakah akumulasi mulai terbentuk di saham yang bobotnya membesar.
Cara Baru Membaca IHSG bagi Trader
Perubahan bobot ini menggeser saham mana yang perlu Anda pantau ketika menebak arah indeks harian.
Lima Saham Kini Menguasai Sekitar 34% Indeks
Simulasi berikut menunjukkan berapa poin yang ditambahkan ke IHSG di level 5.096 jika tiap saham naik 1%.
Tabel 5. Simulasi Kontribusi Saham Penggerak IHSG
| Saham | Bobot | Kontribusi per 1% |
| BBCA | 9% | Sekitar 4,6 poin |
| BBRI | 9% | Sekitar 4,6 poin |
| BMRI | 7,12% | Sekitar 3,6 poin |
| TLKM | 4,68% | Sekitar 2,4 poin |
| ASII | 4,15% | Sekitar 2,1 poin |
*Kontribusi dihitung sederhana dari bobot dikali level indeks. Hasil sebenarnya bisa berbeda karena bobot bergerak mengikuti harga.
Kelima saham ini berbobot total sekitar 34%, sehingga kenaikan 1% bersamaan dapat menambah sekitar 17 poin ke IHSG. Dengan begitu, arah IHSG kini lebih dekat dengan pergerakan perbankan besar, TLKM, dan ASII.
Saham HSC Kini Bergerak Lepas dari Indeks
Kenaikan atau penurunan tajam di BREN, BYAN, atau DSSA tidak lagi tercermin di IHSG, sehingga IHSG yang naik tidak selalu berarti saham HSC di portofolio Anda ikut naik.
Likuiditas saham HSC juga berpotensi turun karena reksa dana indeks tidak lagi memasukkannya, sehingga spread bid-offer (selisih harga beli dan jual terbaik) bisa melebar. Karena itu, pergerakan saham HSC lebih tepat dibaca dari data transaksinya langsung, bukan dari korelasinya dengan IHSG.
Anda dapat menggunakan fitur Watchlist di Ajaib untuk memisahkan pantauan saham penggerak IHSG dari saham HSC, lalu memakai Done Details di Ajaib Terminal untuk membaca transaksi saham HSC yang kini bergerak sendiri.
Evaluasi Insidental dan Katalis Berikutnya
Daftar konstituen ini tidak bersifat permanen, karena BEI menyiapkan jalur agar saham HSC bisa kembali masuk perhitungan.
Jadwal Evaluasi Baru
Perubahan aturan evaluasi IHSG terangkum berikut.
Tabel 6. Aturan Lama vs Aturan Baru Evaluasi IHSG
| Komponen | Aturan lama | Aturan baru |
| Evaluasi berkala | Maret, Juni, September, Desember | Januari, April, Juli, Oktober |
| Tanggal efektif | Hari pertama Januari, April, Juli, Oktober | Hari pertama Februari, Mei, Agustus, November |
| Saham yang dikecualikan | Papan akselerasi | Papan akselerasi dan saham HSC |
| Evaluasi insidental | Tidak ada | Saham yang masuk atau keluar status HSC langsung disesuaikan |
*Periode konstituen saat ini berlaku 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027. Metode pembobotan tetap capped free float adjusted market capitalization, yaitu bobot berdasarkan kapitalisasi saham beredar di publik dengan batas 9% per saham.
Jalan Kembali ke IHSG
Emiten perlu memperbaiki struktur kepemilikan lewat refloat (pelepasan kembali saham ke publik) atau aksi korporasi lain. Setelah itu, BEI mengumumkan status pemulihan, dan saham dapat kembali dihitung jika memenuhi kriteria.
Bagi trader, rencana pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali bisa menjadi katalis bagi saham HSC. Selain itu, ada beberapa katalis lain yang perlu dipantau berikut.
- Pengumuman index review MSCI 11 November 2026. Pengumuman waktu AS ini umumnya terbaca pagi WIB keesokan harinya, dengan isu utama pembekuan FIF dan NOS serta status Standalone Market. Hasilnya efektif 1 Desember 2026.
- Arus dana asing ke konstituen yang bobotnya naik. BMRI, TLKM, dan ASII kini lebih menentukan arah indeks, sehingga perubahan arus asing di sana lebih cepat terasa di IHSG.
- Pembaruan daftar HSC. Saham yang pulih dapat langsung kembali dihitung, sedangkan saham baru berstatus HSC akan dikeluarkan dari IHSG.
Cara Memantau Saham Penggerak IHSG di Ajaib Terminal, Langkah demi Langkah
Ikuti langkah berikut untuk memisahkan saham penggerak indeks dari saham HSC dalam pantauan harian.
Langkah 1, Buat Watchlist Penggerak IHSG

Isi dengan BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan ASII, yaitu lima saham yang kini menguasai sekitar 34% indeks.
Langkah 2, Buat Watchlist Terpisah untuk Saham HSC

Isi dengan BREN, BYAN, DSSA, DCII, dan MORA agar pergerakannya tidak tercampur dengan pantauan indeks.
Langkah 3, Buka Broker Summary dengan Filter Investor Asing

Gunakan untuk melihat posisi beli dan jual asing di saham penggerak IHSG dari hari ke hari.
Langkah 4, Gunakan Inventory Analysis dan Done Details

Inventory Analysis dipakai untuk membaca tren akumulasi, sedangkan Done Details untuk melihat transaksi saham HSC yang kini tidak terkait indeks.
Langkah 5, Eksekusi dengan Fast Trade
Gunakan Fast Trade saat level konfirmasi tercapai agar order bisa diubah atau dibatalkan cepat.
Diversifikasi Portofolio di Tengah Perubahan Komposisi IHSG
Volatilitas di masa transisi seperti ini bisa menjadi momen untuk menata ulang porsi aset Anda.
Selain saham Indonesia, Anda bisa menyebar dana ke reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, SBN ritel, Tabungan Ajaib, saham AS dan ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa), serta aset kripto.
Pantau pergerakan sahamnya dan mulai trading lebih cepat dan powerful dengan Ajaib. Download sekarang!
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!