Analisa Saham, Saham

Meski Tertekan Pandemi, MDIA Tetap Rogoh Laba di 2020

Sumber: Intermedia Capital

Ajaib.co.id – PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) merupakan perusahaan yang berdiri pada tanggal 25 Februari 2008 dengan nama PT Magazine Asia. Kemudian perusahaan memulai beroperasi secara komersial pada tahun 2008.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan tercatat ruang lingkup kegiatan MDIA yakni, utamanya meliputi kegiatan usaha bidang perdagangan dan jasa. Kegiatan usaha saat ini yang dilakukan oleh MDIA adalah penyedia jasa konten yang berfokus pada konten keluarga, anak-anak dan hiburan melalui anak usaha (PT Cakrawala Andalas Televisi lebih dikenal dengan sebutan ANTV).

Pada tanggal 28 Maret 2014, MDIA mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan OJK ini untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PT Intermedia Capital Tbk (IPO) kepada masyarakat sebanyak 392.155.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp1.380,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 April 2014.

Apakah saham ini masih layak dikoleksi? Bagaimana keadaan fundamental perusahaan saat ini dan apa rencana bisnis yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham MDIA.

Pendapatan MDIA Turun, Tapi Laba Meningkat di 2020

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menyebutkan jika pandemi COVID-19 turut memukul kinerja perseroan utamanya dari sisi penerimaan iklan. Karena pandemi membuat pengiklan atau advertiser mengurangi keinginan untuk memasang iklannya di platformnya. Kondisi pandemi ini membuat banyak perusahaan semakin selektif membuat pengeluaran.

Saat merebaknya pandemi COVID-19, kemampuan masyarakat untuk membeli atau purchasing power berkurang, dan ini berimbas pada pemasangan iklan yang juga berkurang. Banyak yang lebih selektif dan efektif dalam pengeluaran. 

Hal ini bisa dilihat dari pendapatan bersih MDIA yang turun 14,3%. Dari Rp1,4 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1,2 triliun perolehan pendapatan perseroan di sepanjang 2020. Namun, dari sisi laba bersih, perusahaan berhasil membukukan laba neto sebesar Rp100,2 miliar. Perolehan ini terhitung meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp68,8 miliar. 

Bisnis MDIA Fluktuatif Dalam 3 Tahun Terakhir

Bisnis PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dalam 3 tahun terakhir bisa dibilang mengalami kinerja yang fluktuatif. Hal ini bisa dilihat dari indikator pendapatan usaha dan laba bersih.

Berikut data ikhtisar keuangan yang diambil dari informasi finansial perseroan (dalam miliar rupiah).

Laporan Laba Rugi201920182017
Pendapatan bersih1.496,91.819,81.990,1
Laba kotor (rugi)68,8(136,9)553,5
Laba (Rugi) tahun berjalan69,0(127,7)537,2

Dari data tersebut, secara penjualan MDIA memang terus mengalami penurunan per tahunnya. Namun, untuk perolehan laba kotor dan laba bersih ada tren naik-turun selama periode 2017-2019 tersebut. 

Pada tahun 2019 sendiri, pasar media Indonesia mengalami dinamika yang serupa. Menurut Media partners Asia (MpA), belanja iklan digital mengalami peningkatan hingga 22% sepanjang tahun dibandingkan dengan pertumbuhan iklan sebesar 4,5% untuk televisi Free-to-Air (FTA). 

Sementara itu, televisi FTA masih mendominasi 58% dari total belanja iklan domestic. Karena memang televisi FTA masih menjadi platform yang paling efektif dan efisien biaya dalam menjangkau masyarakat. 

Sepanjang 2019 perseroan mengambil langkah untuk memperkuat televisi FTA ANTV dengan mengembangkan aset digitalnya untuk mengantisipasi masa depan digital serta revolusi Industri 4.0. 

Sementara itu, industri periklanan pada tahun 2019 dipengaruhi oleh pemilihan presiden serta pemilihan umum pada bulan April. Selama periode tersebut memang dipenuhi dengan ketidakpastian.

Pengiklan FMcg memilih untuk wait-and-see dalam belanja iklan di sebagian besar stasiun televisi. Karena faktor eksternal ini, perseroan sebagai perusahaan induk ANTV menelan penurunan pertumbuhan pada tahun 2019 menjadi Rp1.496,9 miliar. 

Dalam kondisi ekonomi yang dinamis tersebut, pendapatan perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar Rp1.496,9 miliar, di mana pencapaian tersebut belum sesuai harapan. Kendati demikian, total laba bersih mengalami peningkatan menjadi Rp68,8 miliar dibandingkan kerugian pada tahun sebelumnya. 

Jika dilihat dari rasio keuangannya memang kondisi bisnis MDIA dalam 3 tahun terakhir sedang cukup sehat. Berikut data yang diambil dari ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 dari informasi finansial perseroan:

Rasio2019
ROA1,06%
ROE2,59%
NPM4,31%
DER1,44X

Bagaimana Prospek Bisnis MDIA Ke depannya? Apakah Sahamnya Layak Dikoleksi?

Bisnis PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)  mengakui terdampak dari adanya pandemi COVID-19. Hal ini terlihat dari penurunan iklan di media tersebut. 

Dalam menghadapi tantangan pandemi di 2021, perusahaan akan menjalankan 4 jurus transformasi digital. Untuk inovasi yang akan dilakukan oleh MDIA yakni melaksanakan transformasi digital dengan mengimplementasikan empat modul. 

Modul pertama berkaitan dengan content creation seiring dengan proses transformasi digital. Dalam rangka menciptakan konten yang mengalami perubahan ke arah yang lebih memudahkan para content creator

Sementara itu, tiga modul lainnya mencakup bidang digital asset management, distribusi konten dan digital analytics. 

Perusahaan akan memanfaatkan berbagai platform untuk melakukan pendistribusian konten. Selain distribusi lewat TV FTA, konten juga bisa didistribusikan melalui kanal atau platform yang berbasis digital atau internet. Hal ini bisa membuat jangkauan pemirsanya menjadi lebih luas. 

Adapun untuk arah perubahan bisnis perusahaan pada tahun 2021 ini adalah pada transformasi digital sebagai sebuah keniscayaan. Pasalnya perusahaan meyakini industri yang paling terdisrupsi dengan adanya transformasi digital adalah industri media dan hiburan. 

Di sini, MDIA sebagai salah satu pelaku industri media dan hiburan, maka suka atau tidak suka dan mau tidak mau pasti akan mengalami distrupsi. Ke depannya media digital akan terus bertumbuh. Tentunya seiring dengan bertambah dan meningkatnya permintaan atau demand dari para penggunanya terutama dari kaum milenial.

MDIA juga memaparkan jika pendapatan atau revenue TV FTA masih menjadi platform dengan kontribusi terbesar dalam industri media dan hiburan. Namun, ada dua portofolio bisnis yang juga memberikan kontribusi cukup besar yakni, bisnis digital dan konten. MDIA juga akan mengarahkan bisnisnya sejalan dengan perkembangan tiga peluang bisnis ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait