Dunia Kerja, Saham

Mengenal Anak Perusahaan PT PP, BUMN Plat Merah Potensial

anak perusahaan pt pp

PT Pembangunan Perumahan (PT PP) sebagai salah satu BUMN merupakan motor penggerak pemerintah dalam mewujudkan semangat pembangunan infrastruktur yang masih di seluruh daerah. Hal ini tentunya ditopang dengan berbagai anak perusahaan PT PP yang juga ikut berpartisipasi di dalamnya.

Dalam banyak kasus, anak perusahaan berfungsi sebagai pelengkap bisnis dari perusahaan induk. Namun tidak menutup kemungkinan apabila anak perusahaan bergerak di bidang yang berbeda. Hanya saja, kebanyakan berada dalam industri yang serupa dan saling bersinergi satu sama lainnya.

Hal ini pula yang berlaku pada perusahaan konstruksi plat merah ini. Ada sejumlah anak perusahaan PT PP Persero Tbk yang telah dikenal publik yang juga bergerak di bidang konstruksi. Hanya saja memang fokus bisnisnya sedikit berbeda dengan segmen konsumen yang juga berbeda.

PT PP sendiri merupakan salah satu emiten yang tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun popularitasnya kalah jika dibandingkan dengan Waskita atau Wijaya Karya namun propeknya dianggap tetap tinggi. Hanya saja memang pada tahun 2019 lalu, kinerjanya di pasar saham tidak begitu memuaskan.

Namun para pakar keuangan menilai hal ini berkaitan dengan berjalannya tahun politik sehingga banyak proyek pengerajaan yang tidak optimal. Terlebih lagi, PT PP menargetkan kenaikan pertumbuhan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar 20%. Angka ini dianggap masih moderet dan sangat munkin dicapai selama tahun 2020.

Tahun 2019 lalu, perusahaan ini memang tidak berhasil memenuhi target NKB senilai Rp 45 triliun. Namun korporasi ini tidak sendiri karena semua BUMN karya juga mengalami hal yang serupa. Hanya saja, saham PT PP dianggap paling menjanjikan karena nilai valuasinya. Terlebih lagi, tahun perdana periode kedua Jokowi akan dipenuhi dengan target pembangunan yang salah satunya dilaksanakan oleh perusahaan ini dan anak perusahaan PT PP.

Industri konstruksi belakangan memang tengah bergeliat di pasar modal Indonesia seiring dengan tren pembangunan yang terus naik. Karena itu, banyak investor yang tertarik untuk memiliki emitennya. Meskipun tidak masuk dalam kategori saham blue chip, emiten PT PP dan anak perusahaannya bisa kamu pertimbangkan untuk masuk dalam portofolio sahammu.

Daftar Anak Perusahaan PT PP Persero, Semuanya Bergerak di Bidang Pembangunan Lho

PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk atau sering disingkat menjadi PT PP adalah sebuah BUMN yang didirikan pada tanggal 26 Agustus 1953. BUMN ini adalah salah satu pemain kunci di ranah bisnis konstruksi, realti, dan properti nasional. Tercatat, sudah ada beberapa anak perusahan PT PP Persero yang ikut beredar di Indonesia.

PT PP awalnya ditugaskan hanya untuk membangun rumah tempat tinggal karyawan PT Semen Gresik Tbk. Seiring berjalannya waktu, PT PP mulai mengambil tantangan untuk membangun proyek-proyek yang lebih besar.

Saat ini, sudah lebih dari 60 tahun perusahaan ini berdiri dan mengerjakan sejumlah proyek besar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan perusahaan ini menargetkan untuk menjadi perusahaan konstruksi dan investasi utama di kawasan ASEAN pada 2021 mendatang. Strategi yang ditetapkan ialah dengan beralih dari bisnis hulu serta untuk lebih terlibat dalam proyek infrastruktur besar.

Sinergi dengan anak perusahaan PT PP juga ditingkatkan untuk memanfaatkan tren pembangunan di Indonesia yang juga meningkat. Terhitung ada puluhan proyek infrastruktur bernilai ratusan miliar yang siap dibangun seperti jalanan, transportasi publik dan jaringan kereta. Tentu saja sektor utama seperti pembangunan gedung dan sipil juga tidak ditinggalkan.

Anak Perusahaan PT PP Persero

1. PT PP Properti (PP Pro)

Anak perusahaan PT PP yang pertama ialah PT PP Properti atau PP Pro yang didirikan (melepaskan diri) pada tahun 2013. PT PP Pro mengurus tiga unit bisnis yaitu komersial, residensial, dan perhotelan. Pendiriannya merupakan upaya diversifikasi untuk usaha non konstruksi dan fokus pada properti dan developer.

Ada sejumlah bangunan yang menjadi bukti dari kinerja anak perusahaan PT PP ini antara lain LagunaSport Center dan Permata Puri. Pada tahun 2015, anak perusahaan ini melantai di bursa saham IHSG untuk pertama kalinya dengan kode saham PPRO. Sempat laris manis di tahun 2016, saham PPRO melempem di awal 2017.

2. PT PP Urban

Selanjutnya adalah PT PP Urban yang melayani unit bisnis urban development, konstruksi, dan pracetak. Sebelumnya, bisnis perusahaan ini fokus pada aspek perdagangan sebagai pendukung induk perusahaannya.

PT PP Urban sempat berganti nama berkali-kali, mulai dari PT Prakarsa Dirga Aneka hingga PT PP Pracetak yang fokus pada konstruksi dan manajemen gedung. Kini perusahaan tersebut lebih fokus pada pengembangan perumahaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Tidak seperti PP Pro dengan saham PPRO-nya, PP Urban belum melakukan penawaran saham perdana atau IPO di bursa saham Indonesia.

3. PT Presisi

Anak perusahaan PT PP selanjutnya ialah PT PP Presisi Tbk. Perusahaan ini menyediakan jasa konstruksi terintegrasi berbasis alat berat. Sekto bisnis utamanya sendiri cukup beragam mulai dari pekerjaan sipil, ready mix, pekerjaan pondasi, erector, formwork, dan rental alat berat.

Kamu bisa berinvestasi dalam perusahaan ini lewat bursa saham karena emitennya tersedia. Pada November 2017, PP Presisi memutuskan untuk IPO dengan kode saham PPRE.

4. PT PP Energi

Kemudian ada juga PT PP Energi yang sesuai dengan namanya berkutat di bisnis proyek pembangunan pembangkit listrik, minyak dan gas, serta pendanaan pemanfaatan energi. Salah satu proyek terbesar PT PP Energi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Solo yang menghasilkan 10 MWlistrik. PP Energi sempat direncanakan untuk IPO tahun ini namun pelaksanaannya ditunda.

5. PT PP Infrastruktur

Yang terakhir adalah PT PP Infrastruktur. Berbeda dengan saudara-saudaranya PP Infrastruktur mengelola aset-aset perusahaan induknya. Selain itu, PP Infrastruktur juga akan bertindak sebagai investor.

Anak perusahaan PT PP beserta induknya telah melahirkan beberapa mahakarya. Yang paling terkenal adalah Hotel Indonesia yang diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Presiden Soekarno. Pendanaan hotel ini didapat dari kompensasi Jepang atas kerugian selama zaman penjajahan.

PT PP juga berhasil membangun beberapa gedung pemerintahan seperti Gedung Mahkamah Konstitusi RI dan Gedung Departemen Agama. Selain gedung atau pencakar langit, proyek-proyek infrastruktur pemerintah sebagian besar digarap oleh PT PP. Beberapa di antaranya adalah Terminal Ferry Merak Bakauheni, Jembatan Barelang di Kepulauan Riau, dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Kiprah PT PP dan unit-unit bisnisnya di Indonesia sudah terbukti lewat rancangan-rancangan proyek di berbagai lini. Meskipun tidak mungkin tanpa cacat, PT Pembangunan Perumahan (Persero) turut andil dalam pembangunan infrastruktur Indonesia yang semakin maju.

Bukti kerjanya ini serta peluangnya di masa depan bisa menjadi alasanmu untuk memiliki saham PT PP atau saham anak perusahaan PT PP sekaligus. Dengan tren saat ini, pastinya investasi saham akan berbuah manis di masa depan. Jangan lupa ya, kamu bisa berinvestasi saham dengan mudah dan murah lewat aplikasi Ajaib.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait