Analisa Saham

Prospek Bisnis Saham WTON WIKA Beton di Masa Mendatang

Profil Singkat Emiten

PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton merupakan produsen beton pracetak terbesar di Indonesia, bahkan hingga Asia Tenggara. Salah satu anak perusahaan milik BUMN, PT Wijaya Karya Tbk, ini berdiri sejak 1997.

Perusahaan dengan kode saham WTON ini memiliki 14 pabrik dan 1 mobile plant yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia dengan pertumbuhan industri konstruksi yang tinggi.

Selain itu, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) juga memiliki sebanyak 3 Crushing Plant sebagai perusahaan yang menerapkan pola Precast Engineering-Production-Installation atau EPI. Hal ini menjadikan WTON sebagai perusahaan terkemuka yang ada di bidang Engineering, Production, dan Installation.

Saat ini WTON memiliki 3 anak perusahaan yang meliputi PT Wijaya Karya Komponen Beton, PT Wijaya Karya Citra Lautan Teduh, PT Wijaya Karya Krakatau Beton, serta satu perusahaan asosiasi yaitu PT Wijaya Karya Pracetak Gedung.

Saham WTON pertama kalinya diperdagangkan secara publik melalui penawaran saham perdana di tahun 2014 dengan jumlah saham sebanyak 8.715.466.600 lembar saham. Saat ini. Kepemilikan saham WTON terbesar masih dipegang PT Wijaya Karya sebesar 60 persen dengan nilai Rp522 miliar dan 32,04 persen dipegang oleh publik dengan nilai Rp279 miliar.

Sementara sisanya dipegang oleh Koperasi Karya Mitra Satya dan beberapa nama. Market cap saham WTON saat ini mencapai Rp3,15 triliun.

Kinerja Keuangan Mengacu pada Laporan Keuangan Terakhir

Mengacu pada laporan keuangan WTON, kinerja keuangan perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2020 masih mengecewakan. Hal ini dilihat dari pendapatan perseroan yang turun 32,49 persen menjadi Rp 2,95 triliun sampai akhir September 2020 lalu, dari Rp4,37 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Dengan begitu, laba yang didapat WTON juga ikut anjlok 81,89 persen menjadi Rp54,91 miliar dari periode sama di tahun lalu sebesar Rp303,26 miliar.

Adapun rincian dari kegiatan bisnis meliputi penjualan produk putar turun dari Rp2,14 triliun menjadi Rp1,14 triliun dan pendapatan non putar yang juga tercatat menurun dari Rp1,42 triliun menjadi Rp1,05 triliun.

Di lain hal, pendapatan jasa perseroan tumbuh sekitar 34,1 persen dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp160,25 miliar menjadi Rp214,91 miliar di tahun 2020.

Sedangkan pendapatan konstruksi harus turun dari Rp645,89 miliar menjadi Rp492,05 miliar. Pendapatan yang turun juga menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 25,99 persen dari Rp3,77 triliun menjadi Rp2,79 triliun.

Adapun kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan di kuartal ketiga tahun 2020:

Sementara untuk rasio keuangan dari saham WTON di kuartal ketiga tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

Dari perbandingan rasio ini dapat disimpulkan bahwa bisnis WTON melemah di tahun 2020 karena masa pandemi. Di mana, ROA dan ROE yang menurun cukup signifikan dan menunjukkan kemampuan bisnis melemah dalam meraih laba yang harus anjlok di sepanjang tahun 2020. Akan tetapi, hal tersebut tampak wajar karena efek masa pandemi yang berimbas ke semua bisnis.

Riwayat Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan saham WTON dalam 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berikut kinerja keuangan WTON yang dapat dilihat:

Dapat dilihat penjualan yang terus meningkat setiap tahunnya dan begitu dengan laba yang juga meningkat hingga tahun 2019.

Riwayat Pembagian Dividen bagi Pemegang Saham

Pembagian dividen juga rutin dilakukan oleh WTON setiap tahunnya kepada para pemegang saham. Hal ini seiring dengan laba yang diperoleh oleh perseroan. Adapun jumlah dividen yang dibagikan saham WTON dalam beberapa tahun terakhir:

Pembagian dividen dari saham WTON rutin dilakukan setiap tahunnya dengan nilai yang relatif naik. Hanya saja di tahun 2020, jumlah pembagian dividen sedikit menurun.

Prospek Bisnis WTON

Melihat pergerakan bisnis WTON di tahun ini diyakini akan segera bangkit. Pasalnya, di tahun 2020 kinerja WTON masih tertekan secara fundamental. Hal ini seiring dengan mulai meningkatnya inventory WTON yang sebelumnya harus terhambat pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2020. Sementara di kuartal keempat mulai kembali naik.

Perbaikan tersebut diindikasikan karena sikap dari induk perusahaan WTON yaitu PT Wijaya Karya yang menargetkan raihan pendapatan naik sebesar 20 hingga 30 persen di tahun 2021. Target tersebut yang dapat memperbaiki pendapatan WTON di tahun 2021 dengan kenaikan sampai 30 persen.

Selain itu, anggaran infrastruktur yang naik 47 persen year on year (YoY) akan berpengaruh pada pendapatan WTON melalui tender yang jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020.

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Untuk kinerja saham WTON di bursa saat ini tengah menurun dalam seminggu terakhir. Hal ini dapat dilihat dari PER dan PBV saham WTON yang berada di level 41,66 kali dan 0.94 kali. Walaupun kinerja saham yang masih menurun, namun secara fundamental saham WTON masih layak untuk dipilih sebagai emiten dengan prospek bisnis yang menjanjikan di masa mendatang.

Disclaimer: Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait