Deposito atau Properti? Cek Dulu Suku Bunga Bank Mandiri

bunga-bank-mandiri
bunga-bank-mandiri

Agustus lalu, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Buntut dari penurunan tersebut menyebabkan suku bunga perbankan pun turun, termasuk Bank Mandiri. Jika kamu ingin berinvestasi di sana, perhatikan dulu bunga Bank Mandiri.

Penurunan suku bunga acuan ini tidak lepas dari kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. Selaku pusat dunia perbankan, The Fed mempunyai kebijakan moneter. Salah satunya mengubah suku bunga acuan, entah naik atau turun.

Pada level negara, kebijakan The Fed membuat Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga acuan. Tujuannya untuk menjaga ekonomi tetap stabil. Di level perusahaan, secara beruntun bank-bank di Indonesia, baik negeri maupun swasta, mengikuti kebijakan BI dengan menurunkan suku bunga. Dampak pada masyarakat adalah bunga kredit dan deposito turun.

Investasi Apa yang Cocok?

Kalau kamu adalah nasabah Bank Mandiri dan berencana investasi, pilih yang menguntungkan. Seperti bank lainnya, bunga Bank Mandiri untuk kredit dan deposito pun turun. Efeknya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) turun. Buat kamu yang ingin membeli rumah sebagai tempat tinggal atau investasi properti, musim ini adalah waktu yang tepat.

Kalau kamu mengajukan KPR sekarang, kemungkinan kamu akan mendapatkan penyesuaian suku bunga yang sudah diturunkan. Sampai pertengahan 2019, suku bunga kredit sekitar 9 persen – 11 persen. Tetapi perlu diingat, kebijakan bank dalam menurunkan suku bunga tidak secepat kilat. Bank perlu waktu satu-tiga bulan dalam menerapkan suku bunga baru.

Sama halnya kredit, suku bunga Bank Mandiri untuk deposito juga turun. Tetapi kamu perlu mempertimbangkan, perubahan suku bunga deposito cepat diberlakukan oleh bank dibanding kredit. Sekadar ilustrasi, jika kamu punya dana Rp100.000.000, maka bunga deposito yang bakal diterima adalah:

  • Tenor 1 bulan: 4,25 persen
  • Tenor 3 bulan: 5,50 persen
  • Tenor 6 bulan: 4,75 persen
  • Tenor 12 bulan: 4,25 persen
  • Tenor 24 bulan: 4,50 persen

Investasi lain yang terpengaruh turunnya suku bunga, Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (Sukri). Jika suku bunga acuan turun, harga kedua instrumen insvestasi tersebut akan naik, begitu juga sebaliknya.

Reksa dana pendapatan tetap akan mendapatkan angin segar, efek suku bunga turun. Karena portofolio tersebut akan menginvestasikan dana nasabah ke obligasi. Agar nasabah mendapatkan return yang stabil. Tetapi hal itu tidak berlaku untuk reksa dana pasar uang. Karena portofolio-nya diinvestasikan ke deposito.

Perubahan suku bunga memiliki pengaruh signifikan buat investor. Buat investor pemula, yang terpenting adalah cari referensi sebanyak-banyaknya. Investasikan uangmu sesuai kemampuan dan selalu cek suku bunga Bank Mandiri. Karena investasi ke instrumen yang tepat bakal membuat dompetmu tebal.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait