Analisa Saham

Kena Suspensi BEI, Ada Apa dengan Saham ENVY?

Ajaib.co.id – Penawaran saham perdana emiten teknologi PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) sempat menjadi perhatian pada tahun 2019. Hanya berselang setahun kemudian, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menggembok perdagangan saham ENVY pada Desember 2020 karena adanya kejanggalan dalam laporan keuangan interim per 30 September 2020.

Perusahaan berupaya memberikan klarifikasi atas isu tersebut, tetapi kinerja harga saham ENVY tetap tertidur pada level gocap (Rp50). Dalam periode-periode berikutnya, perusahaan teknologi yang kelihatannya canggih ini gagal memenuhi banyak sekali komitmennya kepada bursa dan investor.

Lantas, bagaimana prospek saham ini kelak? Mari kita bahas bersama.

Profil Singkat Emiten

Dalam situs resminya, PT Envy Technologies Tbk mendefinisikan diri sebagai perusahaan ventura teknologi. ENVY menyediakan beragam layanan bisnis dan aktivitas di bidang Keamanan Cyber Digital, Integrasi & Informasi Sistem, dan Integrasi Sistem Telekomunikasi dengan standar kelas dunia.

Perusahaan ini melaksanakan penawaran perdana pada tanggal 8 Juli 2019 dengan harga penawaran Rp370 per lembar. Dana hasil IPO sebesar Rp222 miliar rencananya akan dipergunakan untuk lima hal, yakni integrasi informatika, integrasi telekomunikasi, riset dan pengembangan, pembayaran utang, serta modal kerja seperti gaji dan sewa kantor. Akan tetapi, realisasinya ternyata kurang sesuai.

Bisnis.com (28/9/2021) melaporkan bahwa ENVY belum merealisasikan sisa hasil dana penawaran umum sebesar Rp17,36 miliar sejak Juni 2020. Sampai dengan semester I/2020, realisasi penggunaan dana hanya mencapai Rp192,75 miliar.

Pos pembayaran utang, riset dan pengembangan serta modal kerja telah dipenuhi seluruhnya. Sedangkan pos bisnis utama, yaitu sistim integrasi informatika baru terealisasi Rp57,95 miliar dan sistem integrasi telekomunikasi Rp42,25 miliar.

Satu masalah lagi mengemuka dalam upaya realisasi dana tersebut, yakni ketiadaan pemegang saham pengendali ENVY. Kepemilikan saham ENVY saat ini tersebar antara Weiser Global Capital Markets Ltd (6,01%), Masyarakat (93,37%), Hazmi bin Hussain (0,41%), dan Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi (0,21%). Absensi pemegang saham pengendali ini mempersulit manajemen perusahaan untuk memperbaiki kinerja ke depan.

Kondisi Keuangan Emiten ENVY

Laporan keuangan interim ENVY per 30 September 2020 menjadi salah satu poin penting yang patut disoroti investor. Laporan tersebut bukan hanya memicu kecurigaan otoritas BEI, melainkan juga mengungkap beragam kejanggalan lain dalam perusahaan ini. Apalagi sejak saat itu, ENVY belum pernah menerbitkan laporan keuangan lagi.

ENVY melaporkan perubahan lebih dari 20% pada aset dan/atau liabilitas dalam laporan keuangan kuartal III/2020. Kas setara kas perseroan turun 99% menjadi Rp314,65 juta dari posisi akhir tahun 2019 yang sebesar Rp26,51 miliar. Perseroan berdalih bahwa penurunan tersebut karena terjadi pelunasan utang bank jangka pendek dan pemberian piutang kepada PT Paus.

Kemudian utang jangka pendek berkurang 100% menjadi nol rupiah dari sebelumnya Rp16,44 miliar per 31 Desember 2019. Tapi utang lain-lain justru meroket 58% menjadi Rp10,72 miliar dari Rp6,77 miliar pada akhir 2019.

Sejumlah perubahan signifikan lain juga terpantau pada pos-pos beban yang masih harus dibayar, utang pajak, utang pembiayaan jangka panjang, liabilitas imbalan pasca kerja karyawan, hingga saldo laba.

Laba/rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk ENVY tercatat minus Rp20,46 miliar per 30 September 2020. Padahal, perusahaan masih membukukan laba positif Rp5,61 miliar per 30 September 2019.

Prospek Saham ENVY

Saat ini, saham ENVY menyandang empat notasi khusus sekaligus dari otoritas BEI. Keempat notasi tersebut adalah L (perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan), S (laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha), Y (perusahaan belum menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir), dan X (efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus).

Tidak ada kabar sama sekali tentang rencana bisnis selama satu tahun terakhir, anggaran belanja modal (CAPEX), maupun aktivitas usaha lain dari Envy Technologies. Fakta ini mengisyaratkan nihilnya prospek saham ENVY.

Terbaru, ENVY mengedarkan undangan bagi para pemegang saham untuk menghadiri rapat umum luar biasa (RUPSLB) pada 4 November 2021.

Kesimpulan

Uraian di atas menunjukkan bahwa saham ENVY terbelit banyak sekali masalah, termasuk di antaranya:

1.    Tidak ada pemegang saham pengendali ENVY, sedangkan kepemilikan saham oleh masyarakat justru lebih dari 90%.

2.    Laporan keuangan kuartal III/2020 yang menunjukkan kinerja negatif dan penuh dengan kejanggalan.

3.    Laporan tahunan 2020 tertunggak hingga menjelang akhir tahun 2021.

Ketiga masalah tersebut menjadikan saham ENVY belum layak untuk investasi. Apabila kamu sudah telanjur mengoleksi saham ENVY, coba mencerna hasil RUPSLB. Perusahaan mungkin memberikan informasi baru tentang outlook ke depan.

Artikel Terkait