Investor Pemula

Cara Mudah Membeli Saham IPO

Seminar Investasi Saham

Ajaib.co.id – Penulis mempunyai kawan yang ayahnya yang membeli saham IPO PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) sejak penawaran perdana/IPO. Tercatat sudah tiga kali HMSP melakukan stock split, modal awal pun sudah menjadi puluhan kali lipat.

Tentu saja tidak semua saham yang melakukan penawaran perdana sukses. Namun menarik rasanya untuk bisa mengoleksi saham-saham berfundamental baik sejak hari pertamanya melantai di bursa.

Saya ingat betul ketika beberapa tahun ke belakang sempat terkesima dengan saham-saham yang baru saja melakukan penawaran perdana atau IPO (Initial Public Offering). Betapa tidak, mayoritas saham-saham berhasil mencapai auto reject atas hingga berhari-hari setelah melantai di bursa.

IPO sendiri adalah singkatan dari Initial Public Offering atau Penawaran Publik Perdana. IPO adalah saat perusahaan-perusahaan memutuskan bahwa saham mereka akan dilepas ke publik sehingga bisa mendapatkan modal tambahan dari hasil pelepasan sahamnya.

Kalau kamu belum tahu, bursa di Indonesia memiliki batasan kenaikan dan penurunan harga yang bisa dicapai saham dalam sehari yang dinamakan dengan Auto Reject. Batas auto reject atas (ARA) atau bawah (ARB) untuk saham IPO di hari pertama melantai adalah 70% untuk saham harga Rp 50-200, 50% untuk yang kisaran Rp 200-5000, dan 40% untuk saham di atas Rp 5.000.

Setelah itu kembali ke batas ARA seperti biasa yaitu 35% untuk kisaran harga Rp 50-200, 25% untuk kisaran Rp 200-5.000 dan 20% untuk yang berharga di atas Rp5000. Mayoritas saham naik mencapai batas ARA-nya di hari pertama dan tiga hari setelahnya.

Tujuan perusahaan melakukan IPO biasanya adalah untuk mendapatkan tambahan modal untuk ekspansi maupun membayar utang. Jika kamu penasaran kamu bisa membaca prospektus emiten yang hendak IPO di masa penawarannya.

Kalau kamu tertarik, berikut tata cara membeli saham saat penawaran perdana yang bisa kamu ikuti.

Cara Membeli Saham di Penawaran Perdana

Mulai Dengan Membuka Rekening di Perusahaan Sekuritas

Ini adalah langkah awal untuk bisa membeli saham saat penawaran perdana. Kamu harus terlebih dahulu menjadi nasabah sebuah perusahaan sekuritas.

Salah satunya Ajaib Sekuritas Asia yang bisa menjadi pilihan kamu. Daftarnya sangat gampang, syaratnya mudah dan semuanya online! Setelah pengurusan administrasi selesai, kamu akan memiliki rekening dana nasabah atau disingkat dengan RDN. RDN kamu akan terhubung dengan akun di online platform tempat kamu untuk menjual-beli saham.

Setelah kamu mendanai RDN-mu, kamu bisa lihat di saldo di platform-mu bertambah. Itu berarti kamu siap untuk membeli saham apa saja termasuk saham yang baru saja IPO.

Konfirmasi email penawaran membeli saham

Setiap perusahaan yang memutuskan untuk menjadi perusahaan terbuka akan memenuhi administrasinya dan siap melakukan penawaran umum ke publik. Akan ada broker atau sekuritas yang dipilih sebagai penjamin emisi/melakukan promosi kepada para investor. Promosi tersebut resminya dinamakan sebagai Penawaran Umum. Kamu sebagai investor akan mendapat penawaran tersebut lengkap dengan formulir bookbuilding.

Kamu bisa membaca potensi perusahaan yang sedang melakukan penawaran umum dengan membaca prospektus yang akan diberikan melalui email juga. Jika kamu tertarik, kamu bisa mengisi formulir bookbuilding yang disertakan melalui email dari sekuritasmu.

Formulir tersebut berisikan harga dan jumlah lot saham yang dipesan. Tampilan formulir bookbuilding adalah sebagai berikut:

Apakah Semua Saham yang Melakukan Penawaran Perdana Berhasil?

Keberhasilan penawaran perdana sebuah saham adalah jika banyak orang berbondong-bondong memburu sahamnya di masa penawaran umum. Jika jumlah pemesanan yang masuk melebihi porsi pemesanan saham maka akan dinyatakan sebagai oversubscribed. Sedangkan jika kurang dari kuotanya maka akan dinyatakan sebagai undersubscribed.

Ketika sebuah saham saham oversubscribed di masa bookbuilding-nya maka orang-orang cenderung akan memburu sahamnya saat melantai di bursa. Itulah alasan mengapa ketika hari pertama saham IPO terlihat di layar platform trading, kita segera bisa melihat dalam waktu singkat beberapa menit saja sahamnya melesat naik menyentuh batas ARA.

Apakah semua seperti itu? Untuk saham-saham yang undersubscribed tentu tidak demikian. Namun mayoritas saham-saham yang melakukan penawaran perdana alias IPO sukses menggaet perhatian banyak investor di masa-masa bookbuilding-nya. Oleh karenanya sukses juga untuk ARA selama beberapa hari setelah melantai di bursa.

Kelebihan dan Kekurangan Membeli Saham IPO

Perusahaan yang IPO selalu menyertakan prospektus yang berisikan kinerja selama dua-tiga tahun ke belakang. Namun sayangnya hal tersebut tidak menjadikannya investasi yang menarik bagi sebagian investor dengan analisis fundamental.

Para investor yang mengutamakan trading secara teknikal juga kurang menyukainya karena saham IPO belum memperlihatkan grafik untuk bisa dianalisis. 

Membeli Saham IPO Pertama Kali Berdasarkan Pengalaman

Beberapa kali penulis sempat mengisi formulir bookbuilding untuk memesan saham sebelum dibuka secara umum. Sayangnya sangat sulit mendapat jatah saat bookbuilding. Misalnya saja dari 500 lot yang dipesan, penulis biasanya hanya kebagian 10 lot saja, bahkan beberapa kali hanya satu lot!

Barang yang bagus seringkali diborong secara tidak rasional dan perusahaan tidak bisa memenuhi semua permintaan. Kita akan sering menjumpai saham-saham yang IPO dinyatakan oversubscribed hingga 10 kali lipat atau bahkan 40 kali lipat jatah penawarannya.

Saham yang baru IPO juga sulit diprediksi, bisa naik sebanyak 300% dalam seminggu dan turun 150% di minggu depan. Namun beberapa sukses naik menanjak sampai berbulan-bulan seperti BTPS dan bahkan bertahun-tahun seperti BBRI.

Jika sebuah perusahaan bagus melakukan penawaran perdana, kamu bisa berusaha untuk bisa mendapatkannya sedini mungkin di masa penawaran umum/bookbuilding. Jika kamu membeli saham IPO dengan tujuan ingin merasakan ARA berhari-hari, hal itu sah-sah saja. Tapi pastikan kamu melekat pada analisismu agar kamu bisa untung dari kenaikan harganya dan tidak ikut merugi jika sahammu mulai turun.

Artikel Terkait