Investasi, Saham

Ketahui 13 Macam Notasi Khusus Saham yang Dikeluarkan BEI

Sumber: Top Busniess

Ajaib.co.id – Notasi khusus saham merupakan kode huruf yang disematkan ke emiten saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan arti notasi khusus masing-masing. Manfaat notasi khusus saham adalah untuk memberikan informasi kepada investor terkait suatu emiten serta menilai kepatuhan emiten terhadap ketentuan BEI.

Dengan adanya notasi khusus ini, investor dapat melakukan penyaringan awal dalam memilih saham-saham yang akan dikoleksinya. Setelah mengetahui informasi awal, investor dapat mencari informasi lanjutan yang lebih lengkap.

Notasi khusus pada suatu emiten dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi. Sehingga investor mengetahui masalah apa yang sedang dialami oleh emiten saham yang ingin dibelinya. Diharapkan investor menjadi lebih berhati-hati dalam berinvestasi.

Notasi khusus atau sering disebut dengan istilah “tato” dari BEI ini tidak bersifat permanen. BEI dapat membubuhkan notasi khusus tersebut ketika ada masalah pada suatu emiten dan menghapusnya kembali ketika masalah tersebut sudah selesai.

Notasi khusus dari BEI berlaku sejak Tahun 2018. Sebelumnya sudah ada 7 notasi khusus dari BEI, kemudian pada Januari 2021 ada 6 notasi khusus terbaru di BEI. Totalnya saat ini ada 13 notasi khusus saham di BEI. Apa saja ya? Mari kita ulas masing-masing arti notasi khusus tersebut.

1. Notasi B

Notasi B diberikan ketika terdapat permohonan pernyataan pailit. Sebaiknya kamu waspada terhadap emiten yang sedang dalam masa permohonan pailit sampai dengan notasi khusus ini ditarik kembali oleh BEI.

2. Notasi M

Notasi M dibubuhkan jika ada permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Cari informasi lebih lengkap terlebih dahulu tentang ada permohonan PKPU terhadap suatu emiten.

3. Notasi E

Jika laporan keuangan terakhir suatu emiten menunjukkan nilai ekuitas yang negatif, maka Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberikan notasi khusus saham dengan kode notasi B. Notasi khusus tersebut akan hilang jika pada laporan keuangan berikutnya nilai ekuitas perusahaan telah positif.

4. Notasi S

Arti notasi khusus S menerangkan bahwa laporan keuangan terakhir suatu emiten menunjukkan tidak adanya pendapatan usaha. Padahal kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan pendapatan usaha sangat penting untuk kelangsungan bisnis perusahaan.

5. Notasi A

Notasi A atau Adverse menunjukkan bahwa terdapat opini tidak wajar dari akuntan publik terkait suatu emiten. Kamu bisa mencari informasi lebih lanjut mengapa akuntan publik memberikan opini tidak wajar kepada emiten yang bersangkutan.

6. Notasi D

Notasi D atau Disclaimer menunjukkan bahwa akuntan publik memberikan opini “Tidak Menyatakan Pendapat” (Disclaimer). Tentu ada sebab yang jelas yang membuat akuntan publik memberikan opini tersebut.

7. Notasi L

Jika perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan kepada BEI, maka BEI akan membubuhkan notasi khusus L kepada emiten tersebut. Notasi khusus ini akan dicabut ketika perusahaan telah menyampaikan laporan keuangannya.

8. Notasi C

Notasi khusus terbaru di BEI yang dirilis Bulan Januari 2021 yang pertama adalah notasi C. Arti notasi khusus C adalah bahwa terdapat perkara hukum pada emiten atau anak emiten yang berdampak material.

Perkara hukum yang dialami anggota komisaris dan direksi juga dapat menyebabkan munculnya notasi khusus ini. Notasi ini mulai dikenakan sejak emiten mengumumkan keterbukaan informasi terkait perkara hukum yang terjadi.

9. Notasi Q

Notasi Q diberikan kepada emiten yang kegiatan usahanya sedang dibatasi oleh regulator, termasuk kegiatan usaha anak emiten. Notasi Q akan berakhir setelah enam bulan sejak dikenakan atau sejak adanya keterbukaan informasi yang menyatakan tidak ada lagi pembatasan kegiatan usaha.

10. Notasi Y

Notasi khusus terbaru di BEI selanjutnya adalah notasi Y. Notasi khusus ini diterapkan bila suatu emiten belum menyelenggarakan RUPS tahunan sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku terakhir.

Notasi ini mulai dikenakan sejak emiten belum menyelenggarakan RUPS setelah 6 bulan setelah tahun buku laporan keuangan. Notasi khusus saham tersebut akan dicabut setelah emiten memberikan bukti penyampaian ringkasan risalah RUPS.

11. Notasi F

Notasi F dikenakan ketika suatu emiten mendapatkan sanksi administratif atau perintah tertulis dari OJK terkait pelanggaran peraturan pasar modal dengan kategori ringan. Notasi F dikenakan mulai dari OJK menetapkan sanksi administrasi atau perintah tertulis serta akan berakhir setelah satu bulan sejak dikenakan.

12. Notasi G

Notasi G dikenakan ketika suatu emiten mendapatkan sanksi administratif atau perintah tertulis dari OJK terkait pelanggaran peraturan pasar modal dengan kategori sedang. Notasi G mulai dikenakan sejak OJK menetapkan sanksi administrasi atau perintah tertulis. Notasi khusus ini akan berakhir setelah satu bulan sejak notasi khusus tersebut dikenakan.

13. Notasi V

Notasi V akan diterapkan ketika suatu emiten mendapatkan sanksi administratif atau perintah tertulis dari OJK terkait pelanggaran peraturan pasar modal dengan kategori berat. Notasi V dikenakan sejak OJK menetapkan sanksi administrasi atau perintah tertulis dan akan berakhir setelah satu bulan sejak dikenakan.

Satu emiten bisa mendapatkan lebih dari satu notasi khusus saham dari BEI, tergantung dengan masalah yang dihadapi emiten tersebut. Notasi khusus ini merupakan informasi awal, sebaiknya kamu mencari informasi yang lebih lengkap sebagai bahan untuk pengambilan keputusan investasi.

Adanya notasi khusus saham ini dapat menjadi ukuran tingkat kepatuhan suatu emiten. Selain itu, investor dapat mengetahui terkait adanya masalah yang sedang dialami oleh emiten. Hal tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam memilih saham.

Artikel Terkait