Saham

Ingin Sukses Trading? Berikut Kiat Trading for a Living

Ajaib.co.id – Pernahkah kamu berpikir untuk memperoleh penghasilan hanya dari sukses trading saham? Atau barangkali kamu ingin menjadikan trading saham sebagai mata pencaharian utama? Ide “trading for a living” seperti ini bukanlah hal baru. Banyak orang di Indonesia maupun mancanegara telah mencobanya dengan hasil yang berbeda-beda.

Trading for a living sepintas terdengar sensasional. Bebas dari tekanan atasan, tidak perlu terkekang aturan perusahaan, bisa bekerja di mana saja asal ada koneksi internet. Betapa indahnya hari-hari ketika kita bisa menghasilkan uang hanya dengan klik-klik pada laptop atau gadget sambil bersantai bersama keluarga di resort tepi pantai. Namun, realitanya tidak seindah itu. 

Banyak pelaku trading for a living yang pada akhirnya menderita kebangkrutan, sehingga terpaksa harus kembali ke rutinitas kerja 7 hari seminggu. Faktanya, trading for a living membutuhkan toleransi risiko yang sangat tinggi. Kamu harus menyiapkan modal ekstra, wawasan mumpuni, dan kondisi psikologis yang lebih tangguh dibanding trader saham umumnya. 

Tak semua orang mampu memenuhi beragam prasyarat yang diperlukan untuk trading for a living. Tapi itu tak lantas berarti kita tidak mungkin hidup dari hasil trading saham saja. Kalau kamu punya cita-cita untuk trading for a living, kamu bisa mencoba empat (4) kiat sukses trading berikut ini.

Pelajari Wawasan Sebanyak Mungkin Tentang Trading Saham 

Sebelum mulai trading for a living, kamu harus memperkaya pengetahuan dan pengalaman seputar trading saham terlebih dahulu. Kamu harus paham macam-macam strategi trading saham, teori dan praktik trading harian, cara memilih saham prospektif berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, cara menentukan target profit dan batas cut loss, siapa saja pemain besar (“big boys”) yang bisa jadi bandar di pasar, dan seterusnya. 

Simaklah buku-buku dari para pakar saham terkemuka maupun artikel-artikel saham populer di internet. Setelah mengetahui beragam wawasan itu, kamu juga perlu berlatih dan mencoba trading saham dulu hingga mampu meraih profit konsisten. Kalau sudah mahir menghasilkan profit konsisten, barulah kamu bisa terjun dalam trading for a living.

Pilihlah Strategi Trading Saham yang Bagus dan Teruji

Agar sukses trading for a living, tidak cukup hanya mencontek strategi trading saham buatan orang lain saja. Kamu juga perlu tahu cara mengembangkan strategi trading saham yang terbukti memberikan hasil memuaskan dalam situasi pasar yang berubah-ubah. Kamu mungkin harus menguji coba beragam strategi dalam waktu lama demi menemukan metodologi trading yang paling sesuai bagimu.

Mulailah dengan simulasi trading saham tanpa uang sungguhan, kemudian beralih perlahan ke trading pada rekening saham dengan modal kecil hingga besar. Prosesnya panjang, karena sukses trading saham memang tidak bisa dicapai secara instan.

Siapkan Dana Darurat Setara Kebutuhan 12 Bulan

Kamu bukan hanya perlu menyiapkan modal untuk trading saham saja. Agar trading for a living berlangsung lancar tanpa hambatan, kamu juga harus menyiapkan dana darurat minimal setara dengan kebutuhan selama 12 bulan (satu tahun). Semakin besar, semakin baik. Dana ini perlu disisihkan jauh-jauh dari modal trading.

Investor kebanyakan mungkin cuma menyisihkan dana darurat setara dengan kebutuhan selama 3-6 bulan saja. Namun, mereka masih memiliki sumber pendapatan utama di luar trading saham. Trader yang ingin memperoleh pendapatan hanya dari saham saja perlu mengantisipasi gejolak pasar tak terduga, sehingga persiapan dana darurat pun harus lebih besar. 

Mengapa ini penting? Ketika terjadi skenario terburuk seperti IHSG anjlok drastis atau sejenisnya, trader semestinya tetap bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Jangan sampai trader masuk rumah sakit karena serangan jantung menyaksikan portofolionya merah semua, sementara keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan harian.

Melatih Disiplin dan Ketangguhan Mental

Kedisiplinan dan ketangguhan mental merupakan dua kunci sukses trading for a living dalam jangka panjang. Tanpa kedua hal ini, kamu mungkin bisa tetap cuan melimpah dalam jangka pendek saja. Ketika kamu terhanyut dalam euforia keuntungan berlipat ganda, kamu mungkin akan membeli saham yang menyimpang dari strategi awal hingga akhirnya mengalami kerugian fatal.

Siapa pun yang melaksanakan trading for a living perlu menyusun rencana trading sebelum pasar dibuka. Setelah pasar dibuka, membeli saham-saham yang sesuai dengan rencana saja dan mengabaikan saham-saham lain yang belum masuk daftar pemantauan (watchlist). Ketika target profit tercapai, saham segera dijual tanpa ragu. Sedangkan ketika harga jatuh sampai batas cut loss, trader pun tak segan untuk jual rugi demi membatasi kerugian.

Kedisiplinan dalam mengikuti rencana trading seperti ini tidaklah mudah. Secara psikologis, kita biasanya mudah tergugah saat menyaksikan saham-saham menghijau ataupun memerah. Padahal saham-saham itu mungkin tak ada hubungannya dengan watchlist kita. Alhasil, kita mungkin malah terjebak dalam saham gorengan hingga portofolio nyangkut pada harga yang terlalu mahal.

Tujuan trading for a living adalah untuk memperoleh pendapatan secara konsisten. Dibutuhkan waktu, ketekunan, dan keberuntungan untuk mencapainya. Tak semua orang dapat mewujudkannya persis sesuai keinginan awal.

Setiap orang juga akan butuh waktu berbeda-beda untuk mencapai konsistensi cuan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada yang hanya perlu beberapa bulan saja hingga sukses profit konsisten, tetapi ada juga yang masih dalam tahap belajar sampai bertahun-tahun.

Banyak orang harus jatuh-bangun dulu hingga mampu membuat strategi trading saham yang andal. Menyaksikan penghasilan naik-turun bak roller-coaster bakal menggerogoti mental trader. Mampukah kamu menghadapinya? Jika kamu termasuk diantara orang-orang pilihan yang mampu menguasai keempat kiat trading for a living ini, niscaya kesuksesan berada dalam jangkauan.

Artikel Terkait