Uncategorized

7 Cara Meningkatkan Potensi Profit dalam Trading

Meningkatkan Potensi Profit

Ajaib.co.id – Trading merupakan sebuah cara yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh profit dari modal yang sudah dikeluarkan berbentuk saham. Untuk meningkatkan potensi profit maka perlu strategi dalam melakukan trading.

Bagi kamu yang masih awam, maka kamu bisa meningkatkan potensi profit kamu melalui fund manager ataupun institusi besar yang memiliki sumber daya dan kemampuan dalam melakukan trading.

Dalam trading, kamu tentunya harus memiliki rencana dan tujuan yang jelas. Salah satu tujuan yang paling umum adalah meningkatkan potensi profit saham kamu.

Banyak orang yang berpikir untuk meningkatkan potensi profit dibutuhkan effort dan kerja keras yang tiada henti. Namun, tenrnyata ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mempermudah kamu meningkatkan potensi profit trading kamu.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan profit kamu? Ajaib merangkum 10 cara untuk meningkatkan potensi profit kamu dalam trading, antara lain:

1.   Memiliki sistem trading

Jika kamu berupaya keras untuk meningkatkan potensi profit trading kamu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan memiliki sistem trading. Ibarat senjata di medan perang, sistem trading ini menjadi hal wajib yang harus dimiliki para trader.

Dalam sistem trading, kamu bisa menentukan kapan melakukan buy, sell dan hold. Selain itu, dengan sistem trading kamu juga tentunya dapat melihat potensi dari saham-saham yang akan bergerak positif dan negatif setiap harinya.

2.   Membuka posisi ketika market mendukung

Cara meningkatkan potensi profit dalam trading adalah mengetahui posisi open saat melihat market mendukung.

Dengan mengetahui posisi market yang mulai menunjukkan penguatan yang positif, maka kamu bisa mulai mengikuti arus dan memperoleh profit yang optimal.  

3.   Sesuaikan profil risiko

Untuk meningkatkan potensi profit trading, kamu juga harus menyesuaikan profil risiko. Hal ini cukup penting mengingat nantinya kamu akan melakukan trading berdasarkan dengan risiko kamu, apakah akan bertahan dengan kepemilikan saham kamu ataupun melepaskan saham kamu.  

Apabila kamu tidak memperhatikan sudut pandang profil risiko kamu, maka mungkin saja modal yang sudah kamu saham bisa hilang begitu saja. Maka dari itu, kamu harus tahu bahwa ada kondisi di mana pasar bergerak cenderung volatile, atau bahkan rally kencang.

Mengetahui profil risiko penting untuk kamu bisa rasional mengambil keputusan mengenai trading yang kamu lakukan. 

4.   Memastikan reward ratio cukup besar

Dengan kamu memastikan reward ratio yang cukup besar sedikitnya 2 hingga 3 kali, maka kamu siap untuk melakukan cut loss sebesar Rp100 atau dengan minimum potensi cuan yang diperoleh, sekitar Rp200 sampai dengan Rp300.

Jika risk ratio kamu terlalu kecil, maka kamu tentunya membutuhkan effort lebih.

5.   Memastikan konfirmasi dari sinyal

Selanjutnya kamu juga harus menunggu bentuk konfirmasi dari sebuah sinyal trading yang nantinya akan memberikan kamu sebuah kepastian.

Perlu kamu tahu, bahwa terkadang ada trader yang nekat untuk membeli saham, meskipun belum ada signal yang memberi kepastian. Tindakan yang tergolong nekat ini membuat kamu tentunya akan terjebak pada sistematika harga saham harian.

6.   Memastikan tidak ada faktor fundamental

Banyak dari trader melakukan transaksi dengan menggunakan analisa teknikal atau analisa grafik. Walau demikian hal ini tidak harus mengabaikan faktor fundamental yang ada di pasar.

Kamu tentunya harus mempertimbangkan dan jangan sepenuhnya mengabaikan faktor fundamental yang mempengaruhi pasar. Hal ini mengingat ada bentuk dari laporan ekonomi yang memiliki dampak signifikan di pasar. Misalkan saja, pengumuman suku bunga dan banyak hal lain.

Ketika mendekati pengumuman data-data ekonomi, pasar cenderung bergerak pada pattern yang tidak tertebak. Jika hal ini terjadi terkadang langkah yang paling baik adalah menunggu hingga sentimennya mereda.

7.   Jangan menjadi averaging losers

Jika kamu seorang trader pemula, penting bagi kamu untuk tidak menjadi averaging losers atau berada pada posisi yang dipastikan merugi.

Hal ini karena pada umumnya, saham yang sudah memiliki harga rendah, dan kemudian bearish ada kemungkinan anjlok pada harga yang lebih dalam lagi.

8.   Fokus saat trading

Sebagai seorang trader ada baiknya jika kamu fokus dengan apa yang sedang kamu pertaruhkan.

Ketika kamu sedang melakukan trading, ada baiknya jika bersikap logis dan tidak terpengaruh pada urusan-urusan pribadi, sehingga mempengaruhi logika kamu dalam mengambil keputusan secara rasional.

9.   Membatasi jumlah loss

Sangat wajar jika seorang trader mengalami loss. Namun demikian untuk meminimalisir kerugian dan meningkatkan potensi profit kamu harus pintar-pintar membatasi jumlah loss kamu.

Hal ini dilakukan karena bisa menjadi dorongan emosi pada trading kamu. Kamu perlu membatasi jumlah loss, misalkan hanya 2 sampai dengan 3 kali saja, agar loss tidak terjadi berturut-turut.

Artikel Terkait