Analisa Saham

Ingin Mengoleksi Emiten Batu Bara? Saham TOBA Bisa Jadi Pilihan

Sumber: Toba Bara

Ajaib.co.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Perusahaan dengan kode saham TOBA ini didirikan pada tahun 2007 yang memiliki kegiatan usaha penambangan batu bara dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

TOBA memiliki izin penambangan operasi produksi batu bara dan perkebunan kelapa sawit yang sama-sama berada di wilayah Kalimantan Timur.

Kegiatan bisnis TOBA dibantu oleh beberapa anak perusahaan yang meliputi PT Adimitra Baratama Nusantara, PT Trisensa Mineral Utama, dan PT Perkebunan Kaltim Utama I.

Mayoritas saham TOBA saat ini dipegang oleh Highland Strategic Holdings Pte Ltd dengan jumlah 61,91 persen kepemilikan. Saham TOBA sendiri mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa pada tahun 2012 dengan harga penawaran sebesar Rp1.900 per lembar saham.

Saat ini pergerakan harga saham TOBA sedang menurun di angka Rp492 per lembar saham pada penutupan perdagangan, Jumat 28 Mei 2021. Lalu, apakah sahamnya layak untuk dikoleksi?

Oleh karena itu, ketahui dulu kondisi fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham TOBA berikut ini.

Walau Pendapatan Turun, Laba TOBA Justru Melesat Hingga Kuartal Ketiga Tahun 2020

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga kuartal ketiga tahun 2020, TOBA mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 52,42 persen menjadi 29,51 juta USD dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar 19,36 juta USD.

Di sisi lain, pendapatan TOBA justru mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19 sebesar 22 persen dari periode sama di tahun 2019 355,12 juta USD menjadi 275,36 juta USD.

Kenaikan laba sendiri disebabkan karena perseroan berhasil menekan sejumlah pos beban di tahun 2020. Mulai dari beban pokok pendapatan turun menjadi 228,99 juta USD dari sebelumnya 289,64 juta USD, beban umum dan administrasi menjadi 16,39 juta USD dari 19,07 juta USD, dan beban penjualan menjadi 407.481 USD dari 632.825 USD.

Adapun kontribusi terbesar dari pendapatan TOBA berasal dari penjualan batu bara untuk pihak ketiga  luar negeri senilai 156,89 juta USD dan sisanya berasal dari bisnis konstruksi senilai 112,94 juta USD.

Dalam 5 Tahun Terakhir, Kinerja Keuangan TOBA Tampak Positif

Jika dilihat berdasarkan kinerja keuangan, dalam 5 tahun terakhir perseroan terus mencatatkan pendapatan dan raihan laba yang cukup positif. Walaupun pertumbuhannya tidak begitu konsisten karena ada penurunan di tahun-tahun tertentu. Namun, hal tersebut masih dalam kategori cukup baik.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam juta USD):

Laporan Laba Rugi20192018201720162015
Pendapatan bersih525.524.499 438.444.319310.709.476258.271.601348.662.183
Laba kotor91.695.528 124.095.54294.108.33953.287.80070.523.088
Laba tahun berjalan43.745.700 68.089.79641.369.89114.586.77225.724.095

Berdasarkan data tersebut, secara penjualan TOBA dalam 5 tahun terakhir memang tampak positif tumbuh setiap tahunnya, kecuali di tahun 2016 yang mengalami penurunan. Sementara untuk laba mampu diraih setiap tahunnya oleh perseroan. Hanya saja pertumbuhan laba masih belum konsisten dicatatkan oleh TOBA.

Di mana, tahun 2016 dan 2019 laba mengalami penurunan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Di tahun 2016, penurunan laba sendiri terjadi karena pendapatan di tahun tersebut yang juga mengalami penurunan sehingga mengoreksi raihan laba. Sementara di tahun 2019 laba mengalami penurunan, padahal pendapatan TOBA di tahun tersebut mengalami peningkatan.

Hal ini disebabkan oleh sejumlah beban yang tidak berhasil ditekan oleh perseroan sehingga laba harus tergerus karena hal tersebut. Walaupun begitu, kinerja di tahun 2019 ini masih dalam kondisi yang cukup baik.

Apalagi jika melihat kinerja berdasarkan rasio keuangannya, di mana kondisi bisnis TOBA cukup sehat. Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio2019
ROA0,7%
ROE3,1%
NPM5,1%
CR92%
DER177%

Bagaimana dengan Prospek Bisnis TOBA ke Depan Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Memasuki kuartal kedua di tahun 2021, PT TBS Energi Utama Tbk yang didirikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan ini tengah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Salah satunya adalah rencana untuk mencari tambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Di mana, perseroan berencana untuk menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 1,88 miliar lembar saham yang memiliki nilai Rp50 per lembar saham.

Pihak TOBA menyampaikan jika setiap pemegang saham yang tidak melakukan HMETD tersebut bakal mengalami delusi dari kepemilikan saham sebanyak-banyaknya 18,9 persen dari aksi korporasi tersebut.

Emiten batu bara berkode saham TOBA ini yakin dengan aksi korporasi ini bakal memperkuat struktur permodalan perseroan dan mendukung perkembangan serta ekspansi usaha TOBA di tahun ini.

Di mana, asumsi right issue dengan harga saham TOBA sebesar Rp500 per lembar saham, maka perseroan memiliki potensi untuk mendapatkan dana segar dengan nilai mencapai Rp940 miliar.

Menurut pihak perseroan, seluruh dana yang didapatkan melalui rencana penambahan modal ini setelah dikurangi biaya emisi akan dimanfaatkan untuk memperkokoh struktur permodalan.

Lalu, juga digunakan untuk membiayai investasi TOBA dan kegiatan perseroan secara umum. Selain itu, perseroan juga bakal memberikan hak opsi kepada manajemen serta karyawan dalam membeli saham baru yang dikeluarkan melalui program management and employee stock option plan.

Di mana, saham yang akan diterbitkan pada rencana ini mencapai sebanyak-banyaknya 160,99 juta saham dengan nilai Rp50 per lembar saham.

Namun, hasil rencana penambahan modal melalui right issue ini akan dibahas melalui rapat pemegang saham luar biasa atau RUPSLB di 17 Juni mendatang.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait