Analisa Saham, Saham

Menilik Kinerja Bisnis Emiten Saham APEX yang Mulai Membaik

Sumber: Pexels

Ajaib.co.id – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran darat maupun lepas pantai bagi produsen minyak dan gas bumi. Perusahaan berkode saham APEX ini memulai bisnis secara komersial sejak tahun 1992 dengan kegiatan usaha meliputi jasa pemboran atau drilling di darat maupun lepas pantai bagi setiap perusahaan penghasil minyak dan gas bumi hingga jasa-jasa terkait lainnya.

Mayoritas saham APEX saat ini dipegang oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dengan jumlah 68,37 persen kepemilikan dan PT Aserra Capital dengan jumlah 67,14 persen kepemilikan. Saham APEX sendiri mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa pada tahun 2002 dengan harga penawaran sebesar Rp550 per lembar saham.

Saat ini pergerakan harga saham APEX sedang melemah berada di angka Rp840 per lembar saham pada penutupan perdagangan Senin 24 Mei 2021. Lalu, apakah saham APEX layak untuk dikoleksi? Bagaimana dengan keadaan fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya? Yuk, kita bahas melalui bedah kinerja saham APEX berikut ini.

Kinerja Bisnis APEX di Awal 2021 Tampak Positif dengan Raihan Laba Bersih 1 juta USD

Emiten penyedia jasa pengeboran migas berhasil catatkan kinerja positif di kuartal pertama tahun 2021. Berdasarkan laporan keuangan di periode tersebut, APEX membukukan laba bersih senilai 1 juta USD.

Padahal, di periode sama tahun lalu perseroan masih catatkan kerugian senilai 7,34 juta USD. Padahal, pendapatan APEX mengalami penurunan 43,91 persen YOY dari 18,26 juta USD di periode sama tahun lalu menjadi 10,24 juta USD.

Di samping itu, sejumlah pos beban berhasil ditekan oleh perseroan yang meliputi beban langsung turun 65,12 persen YOY menjadi 5,64 juta USD yang membuat laba kotor APEX melonjak 120,95 persen YOY 4,60 juta USD.

Penurunan juga tampak pada beban usaha sebesar 20,72 persen YOY menjadi 2,56 juta USD dan beban keuangan turun 78,95 persen YOY menjadi 879.049 USD. Hal tersebut yang mampu mendongkrak raihan laba bersih APEX di kuartal pertama tahun 2021.

Bisnis APEX Sempat Merugi dan Berusaha Bangkit

Kinerja keuangan APEX dalam 5 tahun terakhir tampak berusaha bangkit. Di mana, dalam 3 tahun berturut-turut perseroan terus catatkan kerugian. Sementara pendapatan yang dicatatkan belum konsisten tumbuh.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam juta USD):

Laporan Laba Rugi20202019201820172016
Pendapatan bersih54.767.50693.918.90691.610.15174.475.065105.176.356
Laba kotor5.305.96518.954.934-7.270.67812.941.79124.726.116
Laba rugi tahun berjalan44.509.50220.356.327-103.803.935-102.522.869-19.576.811

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui kinerja bisnis APEX dalam 5 tahun terakhir masih belum konsisten mencatatkan pertumbuhan baik dari sisi pendapatan maupun raihan laba. Secara pendapatan, di tahun 2017 dan 2020 APEX mengalami realisasi yang menurun. Hal tersebut tentu berpengaruh dengan raihan laba setiap tahunnya.

Apalagi dalam tiga tahun berturut-turut perseroan terus catatkan kerugian yang disebabkan oleh faktor tertentu. Mulai dari tahun 2016 dan 2017 kerugian disebabkan oleh lesunya industri minyak dan masa transisi dari kontrak-kontrak besar yang selesai dikerjakan oleh APEX di tahun tersebut. Ditambah dengan sejumlah beban yang harus meningkat, laba kotor yang turun, serta rugi manfaat sebelum pajak.

Begitu juga dengan kerugian yang dialami di tahun 2018. Di mana, pendapatan yang mengalami peningkatan sejalan dengan pos beban yang mengalami peningkatan tajam dan membuat perseroan kembali mencatatkan kerugian. Hal tersebut juga sempat membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan suspensi kepada saham APEX.

Walaupun begitu, dalam dua tahun terakhir perseroan kembali bangkit dengan meraih laba bersih di tahun 2019 dan 2020. Padahal, di tahun 2020 pendapatan APEX justru menurun, namun tetap bisa menghasilkan raihan laba. Namun, jika dilihat berdasarkan rasio keuangan untuk tahun buku 2020, kondisi bisnis APEX tampak positif dengan keadaan yang cukup sehat.

Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2020 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio2020
ROA16,2%
ROE68,9%
NPM81,3%
CR828,3%
DER165%

Bagaimana dengan Prospek Bisnis APEX Kedepannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Memasuki kuartal kedua tahun 2021, pastinya PT Apexindo Pratama Duta Tbk sudah menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk memperbaiki kinerja di tahun lalu. Perseroan sendiri optimis dengan prospek bisnis di kuartal kedua tahun 2021 karena didukung oleh sejumlah kontrak kontrak baru. Hal ini tentu akan meningkatkan utilisasi untuk segmen rig lepas pantai.

Di mana, perseroan juga mengantisipasi pertumbuhan kinerja dibandingkan tahun 2020 dengan memprediksi pendapatan bakal lebih baik di tahun ini yang menghasilkan laba positif. Raihan laba bersih pada kuartal sebelumnya direalisasikan berkat sejumlah strategi pengendalian biaya sehingga perseroan berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba, walaupun pendapatan sendiri mengalami penurunan.

Lalu, untuk kontrak-kontrak baru yang menjadi acuan optimisme pertumbuhan bisnis perseroan di kuartal kedua ini akan mulai dikerjakan. Mulai dari kontrak Rig Yani dari PT Pertamina Hulu Mahakam dengan durasi 1,5 tahun disertai opsi perpanjangan, berhasil didapatkan APEX di Februari 2021 lalu yang nilainya mencapai 68 juta USD.

Selanjutnya Pertamina Hulu Mahakam untuk Rig Maera dengan nilai mencapai 8,7 juta USD bakal dimulai pada kuartal kedua tahun ini pengerjaannya.

Yang terakhir adalah amandemen kontrak Rig Raniworo dengan Pertamina Hulu Energi Anggursi, Pertamina Hulu Energi Nunukan Company, dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore mencapai 13,7 juta USD. Di mana, pelaksanaan kontrak sudah dimulai pada minggu ketiga bulan April 2021 lalu.

Oleh karena itu, emiten berkode saham APEX ini optimis dengan perbaikan kinerja mulai dari kuartal kedua tahun 2021 hingga akhir tahun 2021 karena kontrak-kontrak baru yang pengerjaannya sudah dimulai. 

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait