Saham

Harga Saham FREN di Tengah Strategi Akuisisi Pelanggan

harga saham fren

Ajaib.co.id – Sektor telekomunikasi dianggap menjadi lini yang masih menjanjikan di bursa saham selama masa pandemi ini. Harga saham FREN dari PT. Smartfren Telecom Tbk yang terjangkau bisa jadi salah satu pilihan untuk masuk dalam portofoliomu. Namun bagaimana prospeknya di masa depan?

Saat ini ada 6 enam perusahaan publik di sektor telekomunikasi yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satunya adalah PT. Smartfren Telecom Tbk yang merupakan emiten telekomunikasi Grup Sinar Mas.

Ajaib rasa kamu pasti pernah mendengar perusahaan telekomunikasi satu ini, memang harus diakui pamor atau nama besar PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) tidak semapan dengan perusahaan telekomunikasi lainnya di Bursa Efek Indonesia. Sebut saja XL Axiata, Telkom Indonesia, dan Indosat yang sudah jadi provider besar di Indonesia.

Meski demikian, saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) memiliki keunggulannya sendiri. Misalnya saja harga saham yang auh lebih murah. Pada perdagangan pasar saham 3 Agustus 2020, harganya ada di level Rp133 per lembar. Cek lebih jauh soal peluangnya di masa depan lewat penjelasan Ajaib di bawah ini.

Prospek Harga Saham Fren, Masih Terus Bersaing di Tengah Ketatnya Persaingan Bisnis Telekomunikasi

PT. Smartfren Telecom Tbk (FREN), tepatnya pada 2009 silam resmi diakuisisi oleh Group Sinarmas. Perusahaan telekomunikasi yang memiliki kode emiten saham FREN di bursa saham ini, kini telah ngencar-ngencarnya untuk melakukan akuisisi pelanggan yang ditargetkan mencapai 10 juta pelanggan baru. Hingga kini FREN telah menguasai beberapa merek seperti Esia, Smart, Fren, Hepi, Bolt, dan AHA.

Hingga akhir Agustus 2019, pelanggan yang dimiliki oleh FREN tercatat sudah menembus angka 20 juta pelanggan. Sejumlah operasi dan strategi telah dilakukan oleh FREN untuk merealisasikan target pelanggan baru tersebut seperti memperluas jaringan layanan seperti Jawa, Kalimantan, bahkan Indonesia bagian timur serta penawaran promo-promo menarik lainnya.

Selain itu, ada juga program baru yang diluncurkan oleh pihak FREN untuk menggaet pelanggan yang lebih banyak lagi dengan meluncurkan eSIM, dimana pelanggan tidak perlu lagi menggunakan SIM fisik melainkan profil SIM kamu akan tersimpan di perangkat secara digital.

Hadirnya eSIM ini untuk mendapatkan perhatian dan menggaet pelanggan baru bagi mereka yang menggunakan iPhone XR, XS, dan XS Max yang memang menggunakan eSIM. Dengan pasar pengguna sekitar 100 ribu di Indonesia.

Strategi akusisi pelanggan oleh FREN, tentu saja hal ini juga dapat meningkatkan brand image di masyarakat, tak terkecuali saham FREN tentunya. Nah apakah strategi yang diambil oleh PT. Smartfren Telecom Tbk (FREN) saat ini dapat mempengaruhi kinerja saham FREN di bursa saham? Berikut ini informasi menariknya yang sudah Ajaib persiapkan buat kamu.

Saham FRen pertama kali melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 29 November 2006. Kala itu, ada 3,9 miliar saham yang ditawarkan dengan harga Rp225 per lembar saham. Dari jumlah saham yang dilepas ke pasar itu kemudian terkumpul dana sebanyak 877 miliar.

Kinerjanya selama ini di bursa saham juga tak lepas dari dinamika tersendiri. Saham Fren sempat masuk dalam indeks FTSE bersama dengan 8 emiten lainnya. Dengan pencapaian ini seehingga saham FREN dinilai memiliki tingkat likuiditas yang tinggi tetapi prospek bisnis kedepannya masih cukup menantang.

Hanya saja pergerakannya memang tidak semenarik pemain sektor yang serupa. Namun bukan berarti emiten ini tidak menjanjikan. Pasalnya, saham PT Smartfren Telecom Tbk. membukukan lonjakan harga terbesar pada perdagangan Jumat 24 Juli 2020 lalu. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham FREN tersebut memimpin daftar saham yang mencatat kenaikan harga terbesar (top gainers) dengan lonjakan 34,95 persen ke level Rp139 per lembar.

Namun kenaikan harga saham Fren hari itu diikuti dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 1,21 persen atau 62,02 poin menjadi 5.082,99, setelah bergerak di rentang 5.074,49 – 5.149,59. Raihan positif ini bertahan hingga perdagangan hari rabu 29 Juli 2020.

Kala itu harga saham Fren meningkat 10.87% dibandingkan sebelumnya. Kala itu, sebanyak 173 saham harganya naik, 249 saham turun, dan 166 saham stagnan. Total nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 8,25 triliun. Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) di semua pasar sebesar Rp 434,01 miliar.

Meski demikian, ada aspek lainnya yang perlu kamu pertimbangkan jika berminat pada emiten ini. Seperti dikutip dari media Jakarta CNBC Indonesia, perusahaan ini lagi-lagi mencatatkan rugi bersih yang membengkak 14% menjadi Rp 1,22 triliun pada semester I-2020 atau paruh pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang juga rugi bersih Rp 1,07 triliun.

Artinya selama 12 tahun terakhir perusahaan ini terus merugi. Berdasarkan laporan kinerja yang dipublikasikan, rugi bersih ini dicatatkan di tengah kenaikan pendapatan perusahaan pada 6 bulan pertama tahun ini.

Pendapatan FREN tercatat naik 42% menjadi Rp 4,30 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,03 triliun. Pendapatan terbesar dari bisnis jasa telekomunikasi khususnya data yakni naik menjadi Rp 3,91 triliun dari sebelumnya Rp 2,87 triliun.

Sementara itu, pendapatan non-data juga naik menjadi Rp 226,53 miliar dari sebelumnya Rp 131,98 miliar. Pendapatan jasa interkoneksi juga naik menjadi Rp 61,70 miliar dari sebelumnya Rp 20,58 miliar.

Kendati pendapatan naik, tanggung jawab atas beban perusahaan ternyata masih tinggi. Laporan keuangan mencatat, beban bunga dan keuangan bertambah menjadi Rp 416,18 miliar, lalu ada rugi kurs Rp 75 miliar, dan kerugian dari perubahan nilai wajar opsi konversi sebesar Rp 36,52 miliar.

Total beban usaha naik menjadi Rp 5,17 triliun dari sebelumnya Rp 4,31 triliun, terbesar dari beban penyusutan dan amortisasi Rp 2,23 triliun dan beban operasi, serta beban pemeliharaan dan jasa telekomunikasi. Beban usaha karyawan juga naik menjadi Rp 439,86 miliar dari Rp 340 miliar.

Untuk tujuan mengerek kinerja di masa mendatang inilah maka sejumlah inovasi diterapkan. Misalnya saja peningkatan perluasan jaringan dan infrastruktur LTE di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini juga bisa menjadi sentimen positif, dimana FREN bisa menjangkau lebih banyak lagi pengguna aktif untuk jaringan LTE yang memang menjadi pendapatan utama bagi perusahaan.

Harapannya, kinerja keuangannya terus membaik sehingga bisa jadi sentimen positif bagi pergerakan harga saham Fren. Jadi, apakah kamu tertarik jadi salah satu investornya?

Artikel Terkait