Emas

Emas Hitam; Pengertian dan Faktor yang Memengaruhi Harganya

Ajaib.co.id – Emas hitam adalah istilah yang kerap digunakan untuk merujuk pada minyak bumi yang menjadi komoditas berharga di dunia. Kata emas dipakai untuk menunjukkan nilainya yang sempat dianggap setara dengan logam mulia ini bagi perdagangan global.

Mineral yang berwarna gelap dan berbentuk cair ini tidak mudah didapatkan. Jumlahnya semakin berkurang tiap tahunnya. Penggunaannya yang masif di berbagai belahan dunia turut mengerek harganya selama beberapa dekade belakangan. Nyaris tak ada aktivitas manusia modern yang bisa lepas dari sokongan dari emas hitam ini.

Namun belakangan harga emas hitam ini melemah dan bahkan untuk pertama kalinya ada di level minus alias di bawah nol. Rekor ini tercipta akibat dampak pandemi Corona yang menyebabkan berbagai aktivitas ekonomi berkurang sehingga kontrak pengirimannya juga berkurang.

Selama ini memang minyak bumi tak lepas dari fluktuasi harga namun nominalnya selalu tinggi dan menguntungkan. Situasi belakangan memang menjadi anomali tersendiri yang mencengangkan banyak kalangan. Tak heran kemudian dunia merasa jika kondisi perekonomian sudah benar-benar begitu gentingnya.

5 Hal yang Pengaruhi Fluktuasi Harga Si Emas Hitam

Kegiatan masyarakat Indonesia dan dunia dak pernah luput dari produk minyak. Dari bahan bakar, kosmetik hingga peralatan, ada ribuan kegunaan minyak. Dengan begitu banyak produk yang mengandung minyak bumi, tidak heran produk komoditas ini dijuluki dengan “emas hitam”.

Salah satu alasannya karena jumlah permintaannya yang terus meningkat dan ketersediaan stoknya yang mulai menipis, situasi yang hampir sama dengan emas. Tingkat kebutuhan minyak dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, membuat minyak menjadi salah satu pasar komoditas yang paling diminati setelah emas.

Indonesia belum sebesar Amerika yang menghabiskan 18,9 juta bpd(barrels per day) atau China yang membutuhkan 10,4 juta bpd sesuai data tahun 2015. Tapi angka konsumsi minyak kita juga meningkat tiap tahun sama seperti negara-negara besar lainnya. Bahkan diperkirakan tahun 2025 mendatang konsumsi minyak Indonesia akan mencapai angka 2 juta bpd.

Harga minyak di Indonesia sendiri terus berubah karena memang kita belum bisa memenuhi kebutuhan minyak sendiri. Meski demikian, harga emas hitam di dunia juga terus berubah. Untuk menambah wawasanmu soal dunia keuangan, ada baiknya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas hitam berikut ini:

1. OPEC dan EIA

Berbicara tentang minyak sudah pasti berkaitan dengan dua lembaga besar yang dapat memberi pengaruh terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia, yaitu OPEC dan EIA. OPEC merupakan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak.

OPEC telah menjadi salah satu lembaga yang paling berpengaruh dalam naik turunnya harga minyak mentah dunia selama beberapa dekade. Organisasi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga minyak sejak tahun 1960-an. Biasanya, jika OPEC mengurangi target produksi minyak dari negara-negara anggotanya, maka harga minyak cenderung akan meningkat.

Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat adalah lembaga utama yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarluaskan informasi energi untuk mempromosikan pembuatan kebijakan, pasar yang efisien, dan pemahaman publik tentang energi dan interaksinya dengan ekonomi dan lingkungan. 

EIA adalah bagian dari Departemen Energi AS. Laporan EIA mengenai cadangan minyak terkini AS selalu dijadikan acuan dalam penentuan harga minyak mentah. Jika cadangan EIA melimpah maka harga akan turun, dan begitu sebaliknya.

2. Penawaran dan Permintaan

Seperti barang dagangan pada umumnya, harga minyak mentah pun ditentukan oleh hukum pasar yaitu penawaran dan permintaan (supply-demand). Semakin sedikit penawaran minyak mentah dunia, maka harga akan naik. Sebaliknya, harga akan turun jika penawaran melebihi permintaan. Supply dan demand emas hitam ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang terjadi di negara penghasil minyak, negara pengimpor.

3. Spekulasi

Selain faktor penawaran dan permintaan, kekuatan lain yang mendorong harga minyak adalah investor dan spekulan yang menawar kontrak minyak berjangka. Banyak investor institusional besar sekarang terlibat dalam pasar minyak, seperti dana pensiun dan dana abadi, memiliki investasi terkait komoditas sebagai bagian dari strategi alokasi aset jangka panjang. Yang lain, termasuk spekulan Wall Street, memperdagangkanemas hitam ini untuk periode yang sangat singkat untuk mendapatkan keuntungan cepat.

4. Faktor Geopolitik

Kawasan penghasil utama minyak mentah dunia adalah jazirah Arab atau kawasan Timur Tengah. Karena itu investor yang trading minyak mentah harus mencermati perkembangan geopolitik kawasan ini. Peristiwa yang menyangkut stabilitas sosial dan politik di Timur Tengah sangat rentan memicu gejolak harga.

Konflik di Timur Tengah akan membuat harga emas hitam ini meroket karena dikhawatirkan bisa mengganggu proses produksinya. Semakin buruk situasi politik dan ekonomi di wilayah produksi, harga minyak mentah akan semakin tinggi karena pasokan global terganggu (vice versa). Demikian pula peristiwa geopolitik di kawasan lain, jika dikhawatirkan akan mengganggu proses transportasi minyak ke negara tujuan maka harga emas hitamini pun akan naik.

5. Pergerakan Nilai Tukar Dollar AS (USD)

Kurs Dollar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama lainnya merupakan salah satu faktor penentu pergerakan harga minyak dunia. Hal ini karena USD merupakan satuan harga minyak yang diakui dunia internasional. Semakin lemah nilai tukar Dollar AS, semakin tinggi pula harga minyak mentah dunia. Dengan asumsi negara importir akan menaikkan permintaan karena minyak menjadi lebih murah setelah harga dikonversi ke mata uang mereka. Sebaliknya, jika Dollar menguat akan mengurangi permintaan dari negara importir karena minyak lebih mahal.

Itulah faktor-faktor yang sering menjadi penggerak harga emas hitam atau minyak. Jika kamu termasuk seorang investor atau berkeinginan untuk berinvestasi di sektor komoditi minyak, sudah seharusnya kamu mempelajari faktor-faktor tersebut agar peluang profit semakin terbuka lebar. Semakin jeli kamu memahami faktor-faktor tersebut maka kemungkinan besar investasi minyak kamu akan semakin berkembang. 

Bukan Hanya Sekedar Kiasan, Kini Emas Berwarna Gelap Beneran Eksis

Jika sebelumnya kita membahas emas hitam dalam arti kiasan maka kini istilah ini benar-benar nyata. Saat ini, emas dengan warna hitam benar-benar menjadi tren tersediri di kalangan masyarakat. Maksudnya adalah logam mulia dengan unsur kimia aurum ini dibentuk dan diwarnai hitam. Konsepnya mirip dengan emas putih yang lebih dulu populer dijadikan material untuk membuat perhiasan emas.

Creative Director UBS Gold, Erwin Suganda mengatakan, saat ini permintaan perhiasan emas berwarna hitam cukup besar. toko-toko perhiasan maupun pengrajin perhiasan saat ini tengah berlomba-lomba membuat perhiasan emas berwarna hitam.

Tren ini datang dari kalangan milenial yang ingin mengenakan perhiasan terbuat dari emas dengan tampilan tidak mencolok. Warna hitam dianggap cocok untuk imej anak muda yang chic dan modern. Selain itu, perhiasan emas hitam juga tidak menarik perhatian seperti emas kuning sehingga lebih minim risiko kejahatan.

Diprediksi nantinya jika cincin, gelang, kalung bahkan cincin tunangan dan cincin berlian akan menggunakan material emas hitam. Istilah black is the new gold akan benar-benar berlaku. Adapun, emas tersebut diolah terlebih dahulu dengan campuran aloy yang menggunakan teknologi yang berasal dari Italia.

Hanya saja memang saat ini Indonesia belum memiliki teknologi tersebut sehingga masih harus diimpor dari luar. Untuk fluktuasi harganya, emas berwarna hitam mengikuti harga terbaru emas dunia. Karena itu tidak perlu khawatir jika ingin menginvestasikan emas hitam di portofolio investasi.

Saat ini emas hitam yang diproduksi baru sebatas berkadar 18 karat atau 75 persen. Harga per gramnya pun sama dengan emas lainnya, hanya ongkos pembuatannya yang menjadi pembeda. Karena itu tak heran jika emas ini bisa lebih mahal dibandingkan emas kuning.

Hanya saja, kekurangan dari emas hitam adalah warnanya bisa saja memudar di kemudian hari. Karena itu pemiliknya harus rajin membersihkannya untuk menjaga kualitasnya. Salah satunya dengan menggunakan sabun cuci piring dan pasta gigi. Kedunya memiliki bahan aktif dan zat abrasif ringan yang dapat menurunkan tegangan permukaan air sehingga bisa melepaskan berbagai kotoran yang menempel.

Jadi, pada akhirnya emas hitam mana yang kamu pilih?

Artikel Terkait