Saham

DYAN Saham: Nasibnya Saat Banyaknya Pembatalan Event

dyan saham

Ajaib.co.id – DYAN saham merupakan emiten milik PT Dyandra Media International Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di industri meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE). Pada tahun 2020 ini, DYAN telah menyiapkan berbagai acara dan konser musik sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Berkaca pada 2019 lalu, konser musik K-pop asal Korea Selatan, TVXQ! dan EXO, dinilai sukses mengambil hati para penggemar K-pop di tanah air. Di mana, kala itu TVXQ yang terlebih dahulu menghibur penggemarnya di Indonesia dengan melakukan konser pada 31 Agustus 2019 di ICE, BSD.

Sedangkan, konser EXO dihelat pada 23 November 2019 di venue yang sama. Namun kejutan bagi fans K-pop di Indonesia tidak hanya sampai disitu saja.

Pada awal 2020 ini mereka kembali melalui anak perusahaannya, Dyandra Global Edutainment, berhasil mendatangkan salah satu boyband paling fenomenal di Korea Selatan yakni Super Junior. Konser Super Junior tersebut dihelat pada 11 Januari 2020 di ICE, BSD.

Dari ketiga konser musik K-pop yang dihelat oleh PT. Dyandra Media International Tbk (DYAN), melalui anak perusahaan yaitu Dyandra Global Edutainment.

Konser musik TVXQ!, EXO, dan Super Junior berhasil mendatangkan keuntungan bagi pihak perusahaan dari sisi penjualan tiket, dan juga banyaknya sponsor yang ikut meramaikan acara konser musik tersebut.

Namun Bagaimana Prospek DYAN Saham di Saat Virus Corona yang Membuat Banyaknya Penundaan Event?

Salah satu event yang telah resmi ditunda oleh DYAN, adalah Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang dijadwalkan pada 12-15 Maret 2020. Di mana, acara ini akan diundur ke Oktober 2020. Hal ini dikarenakan penyebaran virus corona yang semakin meluas di Indonesia.

Tentu saja, ini merupakan kerugian bagi pihak DYAN, apalagi seperti diketahui acara Indonesia International Furniture Expo (IFEX) merupakan acara untuk industri furniture dan mebel berskala internasional.

Acara ini berpotensi sebagai perantara atau jembatan bagi pelaku mebel lokal untuk mempromosikan produk buatannya hingga pasar internasional.

Dikutip dari Kontan, saat ini pihak PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), sedang melakukan negosiasi dan melobi beberapa acara yang terancam batal gara-gara penyebaran virus corona (Covid-19).

Maryamto Sunu, Corporate Secretary DYAN mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa membatalkan juga beberapa acara-cara internasional di Bali, termasuk acara Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

Pembatalan acara ini didasari oleh masalah kesehatan, sebab, berkumpul di satu tempat tidak diperbolehkan. Namun, DYAN memastikan bahwa pengembalian dana akan dilakukan secepatnya.

Kedepannya, acara-acara yang direncanakan akan berlangsung pada semester 2 tahun ini, pihak DYAN lebih memilih untuk menundanya dibanding membatalkannya. Namun baik itu penundaan atau pembatalan nantinya akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak perusahaan.

Tetapi gelaran World Expo 2020 yang dihelat di Dubai, pihak DYAN tetap optimis dan akan terus berjalan sesuai dengan rencana. Sebab, acara international di Dubai tersebut, baru akan berlangsung pada bulan Oktober 2020 mendatang.

Belum lagi, konser Billie Eillish, seorang penulis lagu dan juga penyanyi wanita asal Amerika Serikat dengan lagu hits miliknya seperti When The Party’s Over, Bored, dan Copycat. Di mana, Billie Eillish dijadwalkan akan manggung di Indonesia pada September 2020 nanti.

Akibat virus corona, pihak DYAN akan lebih memprioritaskan acara-acara yang akan dihelat pada semester 2 tahun ini. Sebab, untuk jadwal acara-acara yang telah direncanakan pada semester 1 2020, semua acara tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan untuk diselenggarakan di tengah-tengah penyebaran virus corona saat ini.

Apalagi seperti diketahui, pendapatan utama dari PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) adalah berasal dari event-event besar yang berhasil diselenggarakan oleh perusahaan beremiten DYAN saham.

Tentu saja penyebaran virus corona ini, bisa menjadi sentimen negatif bagi kinerja DYAN di semester 1 2020. Sebab, beberapa acara internasional sudah batal terselenggara.

Berdasarkan pengamatan redaksi Ajaib melalui website resmi PT Dyandra Media International Tbk (DYAN). Yang mana, pada semester 2 2020 masih memiliki sejumlah agenda atau acara-acara penting yang dijadwalkan di antaranya:

  • International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) pada 3 – 5 Juli 2020.
  • IIMS Motobike Show pada 3 – 5 Juli 2020.
  • Indonesia International Property Expo (IIPEX) pada 19 – 27 September 2020.
  • Wedding Celebration Festival (WCF) pada 27 – 29 November 2020.

Keempat acara-acara di atas merupakan event-event andalan dari DYAN yang direncanakan akan dihelat pada semester 2 2020. Tentu saja, keempat acara tersebut akan banyak menyedot antusiasme pengunjung dan juga pihak sponsor.

Penundaan acara-acara yang melibatkan berkumpulnya banyak orang, hal ini juga bisa mempengaruhi harga DYAN saham, kala itu, tercatat pada 30 Desember 2019, harga saham DYAN berada di level Rp118 per saham. Kemudian, harga saham DYAN terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu hingga menyentuh harga Rp51 per saham pada 27 Maret 2020.

Hal ini juga membuat target pendapatan DYAN tidak sesuai estimasi, di mana dengan banyaknya acara-acara yang dibatalkan pada awal 2020 ini, kerugian yang harus diterima oleh DYAN, diestimasikan mencapai Rp10 miliar.

Padahal, DYAN telah menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2020 ini hingga 12,5% dibanding realisasi pendapatan tahun sebelumnya. Memang harus diakui sejak Februari saat isu penyebaran virus corona semakin meluas, harga DYAN saham cenderung mengalami penurunan hingga saat ini yang berada di kisaran harga Rp50-an per saham.

Demikianlah informasi yang bisa Ajaib berikan terkait DYAN saham, perusahaan yang bergerak pada industri hiburan yang dikabarkan merugi hingga Rp10 miliar akibat dari pembatalan sejumlah acara dan konser musik di awal 2020 ini.

Di mana, untuk kedepannya DYAN akan berfokus untuk menyelenggarakan acara dan konser musik di semester 2 2020 saja, yang masih menyisahkan waktu yang cukup lama sambil melihat perkembangan terkini dari virus corona, apakah semakin parah atau tidak.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait