Dorong Produksi Kertas, Begini Masa Depan Saham TKIM

saham-tkim-kertas
saham-tkim

Bisnis kertas tampaknya masih menemukan titik terang pada tahun ini. Salah satu perusahaan kertas Sinar Mas Group, yaitu PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) berencana untuk menambah mesinnya agar mencapai target penjualan di 2019. Lantas, apakah ini menambah kekuatan saham TKIM?

Dilansir dari Kontan, Direktur PT Tjiwi Kimia (TKIM), Arman Sutedja mengatakan, pihaknya telah menyiapkan belanja modal sebesar US$135 juta untuk konversi mesin dan penambahan chemical plant yang akan dimulai pada Mei 2020 mendatang.

Mesin tersebut akan memproduksi senyama soda, hidrogen peroksida, dan kaporit. Tjiwi Kimia memprediksi, penjualan senyawa pada 2020 akan mencapai sekitar US$80 juta per ton. Sementara itu, kontribusi ke EBITDA akan mencapai US$20 juta per tahun.

TKIM juga berencana untuk menggantikan mesin yang memproduksi kertas putih menjadi kertas cokelat industri. TKIM sendiri sudah menkonversi dua mesin sejak tahun lalu.

Pada Agustus 2019 ini, TJiwi Kimia akan kembali mengganti dua mesin lainnya. Penggantian mesin tersebut bakal menambah kapasitas produksi dari 30.000 ton menjadi 45.000 ton per bulan.

Selain itu, kenaikan harga saham TKIM disebabkan oleh keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghilangkan pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian kertas koran dan produk media cetak.

Pada perdagangan 15 Agustus 2019, harga saham TKIM melesat 16,89% menjadi Rp10.900 per saham. Sementara itu, saham TKIM dibuka di harga Rp9.100 per saham.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di harga Rp9.325 per saham. Saham TKIM sempat turun ke posisi Rp9.050 per saham di awal perdagangan sebelum melesat di sesi kedua.

Nilai transaksi saham TKIM sebesar Rp63,02 miliar dengan volume transaksi sebanyak 6,16 miliar saham. Investor asing juga tercatat menghasilkan beli bersih alias net buy senilai Rp2,6 miliar.

Meski sempat melonjak, jika dihitung dalam sebulan terakhir, harga saham TKIM masih minus 13,49%. Sejak awal tahun, harga saham TKIM turun 1,8%.

Momok Perang Dagang Atas Saham TKIM

Perang dagang Amerika Serikat dan China yang kembali memanas, telah membuat prospek pertumbuhan ekonomi global kian meredup. Aktivitas perekonomian dunia secara keseluruhan menjadi terganggu dan cenderung menurun.

AS secara resmi telah menaikkan bea masuk barang-barang tertentu dari China sebesar 25% senilai US$200 miliar, per tanggal 10 Mei 2019. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanda-tanda damai dari dua perekonomian terbesar di dunia belum terlihat.

Pada tahun lalu, AS menerapkan tarif impor 10% terhadap produk China, sebaliknya China menerapkan tarif impor 5% dan 10%. Akibatnya, perekonomian dunia mengarah kepada kontraksi.

Efek perang dagang tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap kinerja TJiwi Kimia yang mengalami stagnasi.

Sepanjang kuartal I-2019, laba bersih perusahaan yang bisa diatribusikan ke pemilik mencapai US$47,92 juta, angka tersebut meningkat hanya 1% jika bandingkan laba kuartal I-2018 pada angka US$47,42 juta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait