Tahun 2019, Harga Saham INKP Terus Anjlok

Saham perusahaan kertas milik Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) sudah 14 hari mengalami penurunan. Hingga saat ini, harga saham INKP berada di angka Rp 6.700 per lembarnya pada 29 Agustus 2019.

Harga tersebut menurun drastis usai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memutuskan untuk menghilangkan pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian kertas koran dan produksi media cetak. Pidato Presiden Joko Widodo itu terjadi pada 14 Agustus lalu.

Sehari setelah pidato Presiden ketujuh Republik Indonesia tersebuh, saham INKP melonjak drastis hingga 16,97 persen menjadi Rp8.100 per saham. Harga saham INKP sebelum ada pidato presiden berada di posisi Rp6.925 per lembar.

Bahkan, nilai transaksi perdagangan saham INKP mencapai Rp277,34 miliar dengan volume transaksi sebanyak 36,36 juta saham. Investor asing tercatat membukukan beli bersih alias net buy senilai Rp14,82 miliar.

Namun, setelah berjalannya hari hingga 29 Agustus 2019, saham INKP telah menurun hingga Rp1.400 atau 17,28 persen. Jika dihitung sejak awal tahun, penurunan harga saham INKP mencapai 41,74 persen.

Pada Juli 2019, investor asing berbondong-bondong melepas saham INKP. Pada hari itu, saham INKP mengalami penurunan tipis sebesar 0,53 persen pada level Rp9.400 per lembar saham.

Volume transaksi mencapai 1,72 juta unit saham senilai Rp16,1 miliar. Investor asing kembali melakukan aksi jual (net sell) yang mencapai Rp3,2 miliar. Selama bulan Juli, nilai penjualannya mencapai Rp75 miliar.

Malahan, berdasarkan laporan keuangan semester pertama pada tahun 2019, PT Indah Kiat Pulp and Paper mengantongi penjulan bersih sebesar 1,57 miliar dolar Amerika Serikat. Nilai itu turun 5,19 persen dari raihan 1,66 miliar dolar Amerika Serikat pada semester pertama di tahun 2018.

Lebih detail, penjualan PT Indah Kiat Pulp and Paper bersumber dari jenis produk pulp 392,5 juta dolar Amerika Serikat, kertas budaya 621,03 juta dolar Amerika Serikat, serta kertas industri, tisu, dan lain-lain 561,12 juta dolar Amerika Serikat. Secara tahunan, penjualan kertas INKP tercatat turun 24,51 persen dari 519,94 juta dolar Amerika Serikat pada semester pertama di tahun 2019.

Saat penjualan menyusut sekitar 5 persen, beban pokok penjualan INKP pada Januari-Juni 2019 tercatat naik 10,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari 1,04 miliar dolar Amerika Serikat pada semester pertama di tahun 2018 menjadi 1,15 miliar dolar Amerika Serikat.

Alhasil, profitabilitas INKP tertekan. Pada semester pertama di tahun 2019, INKP mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 146,81 juta dolar Amerika Serikat, anjlok 56,66 persen dari 340,5 juta dolar Amerika Serikat pada semester pertama di tahun 2018.

INKP merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi kertas yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1981. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam kertas.

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang. 

Share to :
Tags: , ,
Buat Deposit Pertama Sekarang
Artikel Terkait