Analisa Saham

Membedah Saham INKP atau PT Indah Kiat Pulp & Paper

saham inkp

Profil Singkat Emiten

PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, emiten saham INKP adalah salah satu perusahaan penyedia kertas terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan sejak tahun 1991 yang menjadi solusi dalam menyediakan kertas, kemasan, maupun karton untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Di mana, kegiatan bisnis utama terbagi menjadi dua segmen yaitu produk kertas dan bubur kertas serta produk kertas kemasan.

Proses produksi perusahaan berada di fasilitas produksi Perawang, Provinsi Riau serta Serang dan Tangerang, Provinsi Banten. Hasil produksi dari perusahaan yang memiliki kode saham INKP ini tidak hanya memenuhi pasar domestik saja, namun tembus ke pasar internasional yang meliputi beberapa negara di Asia, Australia, Amerika Selatan dan Utara, Afrika, hingga Eropa.

Saham INKP berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1990 setelah dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atau IPO dengan jumlah saham sebanyak 60.000.000 lembar saham seharga Rp1.000 per saham serta harga penawaran sebesar Rp10.600 per saham.

Di mana, 53,25% kepemilikan saham dipegang oleh PT.Purinusa Ekapersada dan publik sebesar 46,75%. Market cap INKP saat ini sebesar 76.457 T dengan harga penutupan sebesar Rp13.975 per 9 Februari 2021.

Kinerja Keuangan Berdasarkan Laporan Keuangan

Di sepanjang 2020, kinerja saham INKP justru melesat jauh meninggalkan harga saham emiten milik Grup Sinarmas lainnya. Di mana, emiten produsen kertas ini berhasil melaju 36,13 persen di sepanjang 2020 dengan catatan Rp10.425 per lembar saham di akhir perdagangan 30 Desember 2020. Kinerja keuangan di masa pandemi tersebut terbilang moncer, ditambah tren penurunan harga pulp dunia.

Berdasarkan data keuangan yang dilaporkan ke BEI, perusahaan sempat mengalami permintaan yang menurun di awal semester tahun 2020 sebesar 17,1 persen YOY menjadi 31,3 juta ton saja. Di mana, permintaan tertinggi melemah di Amerika Utara sebesar 20,9 persen YOY dan 19,9 persen YOY di Eropa.

Walaupun begitu, per September 2020, laba saham INKP mengalami kenaikan 20,75 persen menjadi 287 juta USD seiring dengan pendapatan perseroan yang turun 11,15 persen menjadi 2,19 miliar USD.

Berikut perbandingan laporan keuangan saham INKP dalam hitungan miliar:

Sementara untuk rasio keuangan dari saham INKP di tahun 2020, di antaranya sebagai berikut:

Dari perbandingan rasio ini bisa disimpulkan bahwa bisnis INKP masih baik dan sehat. Di mana, ROA dan ROE yang menurun, menunjukkan kemampuan bisnis sedikit melemah dalam menghasilkan keuntungan di sepanjang tahun 2020. Hal ini masih wajar karena efek masa pandemi yang memberikan imbas ke semua bisnis.

Riwayat Kinerja

Kinerja keuangan INKP dalam beberapa tahun terakhir bisa dibilang cukup stabil. Hanya saja di tahun 2019, mengalami penurunan beberapa persen. Berikut kinerja keuangan saham INKP dalam 5 tahun terakhir:

Dari laporan kinerja keuangan saham INKP, dapat disimpulkan bahwa penjualan bersih yang didapat oleh perseroan mengalami penurunan 3,4 persen dari tahun 2018 sebesar 3.335,4 juta USD menjadi 3.223,2 juta USD di tahun 2019. Begitu juga dengan laba bersih yang didapat perseroan mengalami penurunan 53,4 persen dari 588,2 juta USD di tahun 2018 menjadi 274,4 juta di tahun 2019.

Riwayat Pembagian Dividen bagi Pemegang Saham INKP

Bagi para pemegang saham INKP, pembagian dividen menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan karena perseroan rajin memberikan dividen setiap tahun.

Berikut riwayat dan besaran pembayaran dividen saham INKP dalam beberapa tahun terakhir:

Dengan pembagian dividen yang rutin dilakukan setiap tahunnya, bahkan nilai yang dibagikan juga terus bertambah, menjadi nilai tambah emiten agar sahamnya menjadi pilihan. Dengan begitu, saham INKP menjadi pilihan yang tepat bagi investasi jangka panjang.

Hanya saja, dalam setahun terakhir pembagian dividen harus mengalami penurunan seiring laba perusahaan yang juga menurun di masa pandemi.

Prospek Bisnis INKP

Jika dilihat dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan dan laba saham INKP yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya memproyeksikan prospek bisnis yang baik. Walaupun masa pandemi tengah melanda tanah air sehingga melemahkan setiap lini bisnis termasuk INKP, namun perseroan telah mempersiapkan rencana bisnis untuk mencapai target penjualan tahun ini.

Di mana, saham INKP melalui perseroan diproyeksikan penjualan kertas akan tumbuh dan mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Target ini akan dicapai melalui berbagai upaya dan dorongan dengan penetapan beberapa strategi seperti meningkatkan harga jual dari produk-produk perseroan yang sejalan dengan terjadinya kenaikkan harga jual di pasar global.

Lalu, INKP juga akan mengalihkan serta memaksimalkan penjualan di beberapa negara yang sudah ada market-nya di tahun ini. Kemudian, INKP akan memfokuskan bisnis pada pasar Asia hingga domestik.

Di mana, perseroan sebagai kontributor produk bubur kertas atau pulp. Hal ini sejalan di tengah masa pandemi yang menghasilkan peningkatan permintaan pada kertas industri.

Di mana, terjadi penambahan permintaan dengan kapasitas menjadi 125 ribu ton per tahun. Sementara itu, INKP juga telah membuat anggaran belanja modal atau capex mencapai 225 juta USD yang difokuskan pada penambahan kapasitas industrial paper serta capex maintenance.

Kesimpulan Berdasarkan Harga Saham

Mengacu pada kinerja harga berdasarkan data RTI, saham INKP sedang terdiskon dan mulai kembali naik sedikit. Per Jumat 11 Februari 2021, PER dan PBV saham INKP berada di level 13,51 kali dan 1,21 kali.

Walaupun demikian, saham ini sangat layak untuk dipertimbangkan bagi para investor karena kinerja keuangan hingga prospek bisnis di masa mendatang yang cukup menjanjikan.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait