Milenial

Apa Benar Biaya Psikiater Mahal? Yuk Cek di Sini

Ajaib.co.id – Di Indonesia, masalah kesehatan fisik umumnya lebih menjadi perhatian masyarakat dibanding masalah kesehatan jiwa. Hanya segelintir kalangan yang menganggapnya cukup penting, dan umumnya warga kota-kota besar yang permasalahan hidupnya lebih kompleks.

Masih sangat banyak penderita gangguan jiwa yang enggan mencari pertolongan profesional karena biaya psikiater dianggap cukup mahal, atau malah karena takut dianggap gila. Padahal gangguan jiwa bukan pasti gila. Ada beragam jenis gangguan jiwa, seperti misalnya: stres dan depresi, yang merebak sebagai efek samping pandemi. Jika tidak diterapi, gangguan jiwa bisa bertambah parah.

Lalu apa solusinya? Semahal apakah biaya psikiater saat ini? Bagaimana bentuk terapinya? Yuk telusuri bersama artikel Ajaib ini ya.

Bedanya Psikiater Bukan Psikolog

Masyarakat umum sangat sering menyalahartikan psikiatri dengan psikologi, juga sebaliknya. Padahal keduanya sangat berbeda. Terapi konsultasi yang ada di kedua bidang tersebut telah membuatnya rancu. Psikiater dan Psikolog sebenarnya sangat berbeda karena memiliki cakupan kerja yang berbeda, meskipun sama-sama berkecimpung dalam dunia kejiwaan.

Psikolog adalah sarjana psikologi yang telah menempuh program pendidikan kesarjanaan ilmu psikologi, dan bertugas memberi penanganan berupa terapi psikologi. Sedangkan, psikiater adalah seseorang yang berlatar belakang pendidikan kedokteran, sehingga memiliki hak untuk memberi terapi obat-obatan (farmakologi) terhadap pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.

Faktanya, psikolog dan psikiater bisa saling bekerjasama untuk menangani suatu kasus, walaupun tugas dan wewenangnya berbeda. Psikolog umumnya akan memberikan rujukan kepada klien yang berkonsultasi dengannya, untuk menempuh pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan resep obat dari psikiater.

Psikologi adalah social science, sedangkan psikiatri adalah medical science, sehingga seorang psikiater berhak memberi terapi obat-obatan farmakologi. Maka wajar apabila biaya psikiater pun lebih mahal dibanding psikolog yang hanya berhak memberikan terapi konsultasi.

Masalah Psikologis Meningkat di Masa Pandemi

Pada Mei 2020 lalu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengadakan surevei 2.364 responde. Di mana, survei ini menunjukkan bahwa 69% responden mengalami masalah psikologis selama Covid-19. Di mana, masalah psikologis yang paling banyak dialami adalah 67% depresi, 68% kecemasan, dan 77% mengalami stres pasca-trauma.

Oleh karena itu, masalah depresi ini penting untuk dibahas, terutama di masa pandemi. Nopi Rosyida sebagai salah satu psikolog Gadjah Mada Medical Center memaparkan bahwa dalam depresi ada yang disebut Major Depressive Disorder (terdapat sembilan simtom). Dalam hal ini setidaknya ada lima simtom yang dialami dalam dua minggu yang sama.

Pertama, perasaan tertekan pada sebagian besar waktu, hampir setiap hari, ditunjukkan oleh laporan pribadi misalnya sedih, kosong, dan putus asa. Kedua, berkurangnya minat atau kesenangan secara nyata pada semua atau sejumlah besar aktivitas. Ketiga, penurunan/peningkatan berat badan yang signifikan ketika tidak melakukan diet/program penambahan berat badan. Keempat, insomnia atau hypersomnia hampir setiap hari. Kelima, agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari.

Simtom selanjutnya adalah merasa tidak berharga atau memiliki rasa bersalah berlebihan, berkurangnya kemampuan berpikir/berkonsentrasi, serta pikiran tentang kematian yang berulang (bukan ketakutan akan kematian), ide bunuh diri yang berulang baik tanpa rencana atau dengan rencana yang jelas dalam bunuh diri.

Pentingnya Konsultasi Psikiatri di Tengah Covid-19

Tenaga medis yang melayani pasien Covid-19, pasien rawat inap Covid-19, anggota keluarga dari kedua kategori tadi, individu yang kehilangan anggota keluarga karena Covid-19, mereka semua pasti sedikitnya mengalami guncangan kejiwaan.

Dikutip dari elsevier.es, meski seringkali disepelekan sebagai sub-spesialisasi atau subordinat dari ilmu kedokteran dan bedah, kering pendanaan dalam sistem kesehatan berdasarkan sumber keuntungan, psikiatri berlisensi telah memperoleh keunggulan selama pandemi Covid-19.

Tak sedikit rumah sakit yang memilih untuk memindahkan pasien rawat inap bangsal psikiatri ke bangsal spesialis lainnya begitu mereka terkonfirmasi Covid-19. Terapi kejiwaannya pun akhirnya diserahkan pada staf konsultasi dan staf psikiatri penghubung.

Di banyak rumah sakit, staf yang ditunjuk menjadi psikiater penghubung dan konsultasi juga mengambil alih tugas dukungan psikologi bagai pasien-pasien Covid-19 yang diisolasi, mengandalkan ahli psikologi klinis dan staf perawat, bersamaan dengan psikiaternya.

Upaya terintegrasi ini penting, karena ternyata kombinasi berbagai jenis obat-obatan yang biasa digunakan dalam perawatan pasien terinfeksi Covid-19 di rumah sakit dapat menimbulkan efek samping kelabilan emosi seperti rasa gembira, depresi, cemas dan panik berlebihan. Dan secara alamiah, kelabilan emosi dan serangan psikosomatis bisa memperlemah daya imunitas tubuh, sehingga akan sulit mengalahkan invasi virus.

Dilansir dari laman halodoc.com, berikut ini 5 ciri orang yang mengalami kecemasan karena Covid-19.

1.  Mencemaskan kesehatan diri sendiri dan takut keluarga, pasangan, atau teman-temannya terpapar.

2.  Sukar berkonsentrasi dan tidur.

3.  Gangguan pola tidur atau pola makan.

4.  Semakin merosotnya masalah kesehatan kronis.

5.  Meningkatnya konsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan lainnya.

Untuk menanggulanginya, konsultasi psikiatri nyata dibutuhkan, agar terapi kejiwaan yang berkaitan dengan terapi farmakologi bisa diberikan. Untuk itu yuk cari tahu tentang biaya psikiater di Indonesia.

Biaya Psikiater Terupdate di 2020

Setiap psikiater maupun psikolog berhak menetapkan tarif jasanya masing-masing. Bahkan di beberapa tempat beberapa dari mereka menyediakan jasanya secara gratis. Biaya konsultasi kedua jasa ini biasanya dihitung per sesi (sekitar 45 menit hingga 1 jam), dan jika melewati batas waktu 1 sesi, umumnya akan dikenai biaya tambahan, dan ingat lho, ini belum termasuk biaya terapi yang akan diterapkan pada pasien.

Di Jakarta, biaya konsultasi dengan psikiater sekitar Rp100.000 – Rp450.000, namun pasien dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih karena kemungkinan adanya biaya tambahan yang diperlukan. Karena bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya mencari info dan mengkonfirmasi dulu tarif tersebut ke pihak psikiater atau institusi tempat berprakteknya, sebelum berkonsultasi.

Seperti dilansir oleh harga.web.id, berikut ini daftar biaya psikiater untuk perawatan temu langsung (offline) terbaru:

  • RSAL Dr Mintohardjo Jakarta: mulai Rp100.000.
  • RSJ Dr Soeharto Heerdjan Jakarta: mulai Rp130.000 – Rp150.000
  • Medikids Klinik & Apotik Jakarta: mulai Rp150.000
  • Klinik Buah Hatiku Jakarta: mulai Rp200.000
  • BJ Medical Center: mulai Rp200.000
  • RS Graha Kedoya Jakarta: mulai Rp200.000
  • RS Royal Progress Jakarta: mulai Rp250.000
  • RS Husada Jakarta: Rp250.000 – Rp500.000
  • RS Jiwa Sanatorium Darmawangsa Jakarta: Rp270.000 – Rp500.000
  • RS Harapan Bunda Jakarta: mulai Rp300.000
  • RS Kartika Pulo Mas Jakarta: mulai Rp300.000
  • RS Pondok Indah: mulai Rp350.000
  • Smart Mind Center Consulting Jakarta: Rp350.000 – Rp550.000
  • RS Ibu dan Anak Brawijaya Jakarta: mulai Rp420.000
  • RS Omni Medical Center Jakarta: mulai Rp500.000
  • Mind & Behaviour Clinic @Ciputra Medical Center Jakarta: mulai Rp600.000.

Biaya Psikiater Online

Di era disrupsi teknologi digital ini, konsultasi dan terapi psikiatri juga bisa dilakukan secara online. Dikutip dari alodokter.com dan alodoc.com, biaya untuk melakukan konsultasi dan terapi via mobile application dengan psikiater bervariasi, tergantung dengan rumah sakit tempat prakteknya.

Namun cermati 6 tips berikut ini sebelum melaksanakannya ya:

1.  Pilih layanan psikiatri yang tepat dan tepercaya.

2.  Konfirmasi dan sesuaikan biayanya dengan anggaran yang ada.

3.  Susun catatan gejala atau keluhan kejiwaan yang dirasakan dalam beberapa hari terakhir.

4.  Pilih tempat yang nyaman dan private untuk bercerita, seperti kamar tidur.

5.  Kenakan earphone/headphone untuk pendengaran lebih jelas.

6.  Siapkan koneksi internet yang stabil.

Sebagai pengetahuan dan perbandingan, biaya konsultasi psikologi secara offline maupun via online hanyalah mulai dari Rp25.000 per sesi, seperti di Ibunda.id, Halodoc.com, dan get-kalm.com.

Namun di tengah masa pandemi ini, tersedia pula konsultasi psikologi online gratis via chat Whatsapp, yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Ikatan Psikologi Klinis di seluruh wilayah Indonesia.

Biaya Psikiater Ditanggung BPJS Kesehatan

Banyak masyarakat yang selama ini masih belum mengetahui bahwa layanan konsultasi kesehatan mental juga ditanggung oleh BPJS. Semua jenis gangguan kejiwaan akan dijamin oleh BPJS, asalkan sesuai dengan indikasi medis, prosedur, dan diagnosis yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 59 Tahun 2014.

Puskesmas-puskesmas terdekat yang memiliki poli kejiwaan menyediakan layanan konsultasi. Jika Puskesmas tak sanggup menanganinya, maka akan dirujuk ke dokter psikiater kejiwaan di rumah sakit.

Semoga sekarang kamu sudah lebih siap jika mendadak dirimu atau keluarga dan kerabatmu memerlukan terapi psikiatri.

Tips Mencari Psikiater yang Tepat

Ketika kamu ingin mencari dan memilih psikiater, kamu bisa memilihnya sesuai kebutuhan kesehatan kamu. Di bawah ini adalah tips yang bisa kamu terapkan

1. Konsultasikan dengan dokter

Untuk mendapatkan psikiater yang tepat, kamu bisa memulainya dengan berkonsultasi ke dokter umum atau psikolog. Dokter umum bisa menentukan perkiraan diagnosis sesuai keluhan dan kondisi yang nantinya dibutuhkan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa yang sedang dihadapi. Selain itu, dokter umum atau psikolog dapat memberikan beberapa rekomendasi psikiater di daerah tempat tinggal Anda.

2. Tanyakan kepada keluarga atau teman

Kamu juga bisa meminta rekomendasi psikiater yang tepat dengan menanyakannya kepada keluarga, teman, atau kerabat di lingkungan. Besar kemungkinan juga kamu bisa mendapatkan informasi dari komunitas, media darling, atau organisasi kesehatan di bidang kesehatan mental baik melalui internet atau telepon.

3. Pertimbangkan biaya yang dibutuhkan

Periksa peraturan asuransi kesehatan yang telah kamu ikuti. Biasanya perusahaan asuransi turut berisi daftar psikiater dan pilihan pengobatan yang diasuransikan. Pilih pengobatan yang paling tepat untuk kondisi kesehatan kamu dan periksa semua persyaratannya, termasuk ditanggung atau tidaknya obat-obatan yang kamu dapatkan dari pengobatan melalui psikiater.

Pertimbangkan juga jika biayanya tidak ditanggung oleh asuransi. Apalagi seperti yang sudah dibahas di atas bahwa biaya psikiater cukup besar.

Tips Memilih Psikiater

Ketika memilih psikiater, kamu juga harus mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Utamakan psikiater yang memiliki lisensi dan izin praktik resmi yang dapat divalidasi.
  • Pilih yang lokasi prakteknya dekat dengan rumah atau kantor.
  • Buat jadwal kunjungan ke tempat praktik psikiater, yaitu dapat melalui surel atau telepon langsung.
  • Pastikan kamu dan psikiater sepakat dengan metode terapi dan tujuan pengobatan yang akan didapatkan.

Pada kondisi tertentu, psikiater mungkin akan merujuk kamu ke dokter spesialis lain jika kamu memerlukan penanganan medis tertentu, misalnya ke dokter penyakit dalam untuk mengobati diabetes atau hipertensi.

Tips Berobat ke Psikiater

Mungkin kamu merasa tidak membutuhkan bantuan psikiater dan merasa bisa menyelesaikan permasalahan pribadi sendiri. Namun, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi, terutama jika kamu mempertimbangkan kondisi-kondisi yang mendasarinya, seperti:

  • Mengalami perubahan suasana hati, pikiran, dan emosi yang sering kali terjadi secara tiba-tiba.
  • Mengalami depresi, cemas, merasa takut berlebihan, gangguan tidur (insomnia), hingga muncul niat untuk bunuh diri.
  • Mengalami halusinasi, misalnya mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain.
  • Memiliki atau merasakan ketergantungan terhadap efek obat-obatan, zat, atau hal tertentu. Misalnya, kecanduan narkoba, alkohol, hingga kecanduan belanja atau berjudi.
  • Jika Anda atau keluarga memiliki riwayat gangguan mental dan perilaku, seperti gangguan obsesis-kompulsif (OCD), bipolar, atau skizofrenia.

Banyak orang yang merasa malu atau takut ketika mengalami gangguan-gangguan mental. Namun, jangan malu dan takut, jika tanda-tanda di atas kamu alami, langsung segera pertimbangkan untuk mencari pertolongan.

Jika merasa gugup untuk berkonsultasi ke psikiater, kamu bisa minta sahabat atau keluarga untuk menemani. Bicarakan semua keluhan yang dirasakan dan ikuti pengobatannya sampai kamu benar-benar pulih dan mengalami perbaikan gejala.

Berhasil atau tidaknya pengobatan tergantung dari komitmen, kesabaran, dan kerja sama kamu dengan psikiater. Umumnya efek terapi yang didapatkan akan dirasakan setelah beberapa waktu menjalani pengobatan dengan psikiater.

Jenis-Jenis psikoterapi

Ketika kamu datang ke psikiater, biasanya selain obat-obatan, kamu juga akan diminta untuk melakukan psikoterapi. Biasanya, terapis akan menerapkan satu atau kombinasi dari beberapa pendekatan yang paling sesuai dengan kondisi jiwa kamu. Inilah jenis-jenis psikoterapi yang mungkin kamu jalani demi pengobatan:

1. Terapi kognitif dan perilaku (CBT)

Terapi ini akan membantu mendeteksi pola pikir atau perilaku tidak sehat yang menjadi sumber masalah dalam hidup. Kemudian, kamu harus membiasakan diri untuk membentuk pola pikir dan perilaku baru yang lebih baik. Jenis terapi ini biasanya diberikan untuk mengobati berbagai gangguan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan, atau gangguan yang terkait dengan trauma.

2. Terapi psikodinamik dan psikoanalitik

Terapi ini akan menuntun kamu untuk melihat lebih dalam ke alam bawah sadar. Kamu akan diajak untuk menggali berbagai kejadian, masalah, atau pikiran yang tidak tepat, yang selama ini tidak disadari bisa memengaruhi perilaku dan kesehatan mental. Kemudian, terapis akan membantu untuk mengubah pola pikir yang tidak tepat tersebut, sehingga kamu bisa menghadapi masalah dengan lebih baik.

3. Terapi interpersonal

Terapi ini merupakan terapi jangka pendek yang akan membantu mengevaluasi dan memahami bagaimana cara kamu menjalin hubungan dengan orang lain seperti keluarga, sahabat, atau rekan-rekan kerja. Dari sini, kamu akan jadi lebih peka ketika berinteraksi atau menyelesaikan konflik dengan orang lain.

4. Terapi penerimaan dan komitmen (ACT)

Agar kamu bisa menghadapi masalah secara lebih sehat, kamu akan dilatih untuk menyadari dan menerima segala perasaan dan pikiran, bukannya malah menyangkal atau menghindari perasaan tersebut. Setelah itu kamu harus berkomitmen untuk mengubahnya.

5. Terapi perilaku dialektis

Terapi ini sejenis terapi perilaku kognitif yang mengajarkan perilaku positif untuk membantu menangani stres, mengendalikan emosi, dan meningkatkan hubungan dengan orang lain

6. Psikoterapi suportif

Terapi ini akan membantu kamu mengidentifikasi peristiwa stres yang memengaruhi kesehatan mental serta memperkuat kemampuan untuk mengatasi stres tersebut dan berbagai situasi sulit yang mungkin akan datang.

7. Terapi keluarga

Terapi keluarga bertujuan untuk memperbaiki hubungan keluarga. Tidak hanya kamu, tapi juga dilakukan dengan seluruh anggota keluarga.

8. Hipnoterapi

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan hipnosis. Jenis terapi ini bisa mengontrol perilaku dan pikiran yang tidak diinginkan untuk membantu mengatasi kecemasan atau rasa sakit dengan lebih baik. Kamu biasanya akan merasa lebih tenang, rileks, dan terbuka saat berada di bawah pengaruh hipnosis.

Nah, karena biaya ke psikiater ini cukup mahal, maka demi kesehatan investasimu, cari info, konfirmasi dan pilih jugalah platform investasi yang efisien, efektif serta berintegritas seperti Ajaib, yang memungkinkan investasi saham dan reksa dana sekaligus dalam 1 aplikasi, biaya beli saham s/d 50% lebih murah, dan daftar 100% online tanpa biaya minimum.

Ajaib adalah pilihan super smart bagi investor Milenial karena terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK juga IDX, serta mendapat penghargaan dari Asia Forbes, Fintechnew Singapore, Dunia Fintech dan Top 10 Startups from Y Combinators TechCrunch.

Artikel Terkait