Banking

Cara Take Over KPR untuk Kamu yang Keberatan Cicilan Rumah

Cara Take Over KPR

Ajaib.co.id – Kredit perumahan rakyat (KPR) adalah salah satu fasilitas yang disediakan bank bagi nasabah yang ingin membeli rumah dengan cara kredit.

Namun adanya perubahan kondisi ekonomi, membuat tidak sedikit debitur yang mencari cara take over KPR setelah cicilan berjalan.

Apa Itu Take Over Kredit?

Take over kredit adalah proses pemindahan atau over kredit rumah yang sudah berjalan kepada orang lain (nasabah) atau kepada bank lain. Cara take over KPR kepada nasabah lain, melibatkan proses jual beli antara pemilik kredit saat ini (penjual) dengan pihak yang mengambil alih KPR (pembeli).

Pada dasarnya, ada tiga jenis take over kredit KPR:

  1. Take over KPR dari pihak debitur pada nasabah lain yang merupakan nasabah bank yang sama.
  2. Take over KPR dari pihak debitur pada nasabah bank yang berbeda.
  3. Take over KPR pada bank lain oleh debitur yang sama.

Cara take over KPR hanya dapat dilakukan dengan melibatkan pihak bank. Pihak penjual dan pembeli yang akan meneruskan kredit harus mendapatkan persetujuan dari pihak bank yang akan memberikan pinjaman pada pembeli.

Saat calon pembeli rumah merupakan nasabah bank lain, maka bank yang melakukan take over biasanya adalah bank yang memberikan pinjaman pada pembeli baru.

Alasan Melakukan Take Over Kredit

Adakalanya, debitur mengalami hambatan dalam melakukan cicilan setelah KPR berjalan. Hal ini bisa saja disebabkan oleh beragam alasan misalnya:

–         Perubahan dalam kemampuan ekonomi

–         Kebutuhan lain yang mendesak atau darurat

–         Hilangnya sumber penghasilan seperti terkena PHK, usaha bangkrut, pemberi nafkah meninggal, atau lainnya, seringkali menjadi alasan seseorang tidak bisa meneruskan KPR.

Tentunya, kewajiban membayar KPR yang sudah berjalan tidak dapat ditunda atau dihilangkan begitu saja. Cicilan tetap harus dibayar dan dilunasi sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani oleh pihak kreditur dan debitur.

Maka dari itu, saat mengalami perubahan dalam kondisi ekonomi, seorang debitur memilih untuk melakukan take over kredit.

Cara take over kredit KPR ke Nasabah Lain

Jika debitur ingin mengalihkan kredit sekaligus melepas rumah yang sedang dicicilnya, maka debitur harus mencari pembeli yang mau membeli rumah dan meneruskan cicilannya.

Pembeli ini bisa saja nasabah bank yang sama dengan penjual atau berasal dari nasabah bank yang berbeda.

Cara untuk melakukan take over kredit KPR pada nasabah baru adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan kesepakatan antara penjual dan pembeli untuk mengajukan take over kredit pada pihak bank.
  2. Pembeli menghubungi pihak bank dimana cicilan KPR sedang berjalan, serta pihak pembeli menghubungi pihak bank yang akan melakukan take over kredit.
  3. Penuhi dokumen dan persyaratan untuk mengajukan take over kredit.
  4. Pihak appraisal dari bank pemberi kredit baru akan datang melakukan survei untuk meninjau dan menaksir harga rumah.
  5. Setelah take over kredit disetujui oleh pihak bank, maka pemilik rumah dan pembeli rumah dapat melakukan akad jual beli di depan notaris.
  6. Penjual rumah akan mendapatkan sejumlah uang tunai sebagai uang pembelian rumah (pengalihan hak rumah).
  7. Pembeli rumah baru akan menjalankan cicilan hingga lunas sesuai kesepakatan.

Cara take over kredit pada Bank Lain oleh Nasabah yang Sama

Ada kalanya take over kredit tidak melibatkan jual beli dengan nasabah lain. Hal ini dilakukan debitur untuk meringankan cicilan yang mulai terasa membebani, tanpa melepas kepemilikan rumah.

Cara take over KPR pada bank lain oleh nasabah yang sama adalah sebagai berikut:

  1. Nasabah harus mencari bank baru yang bersedia melakukan take over kredit, ketahui persyaratannya. Sebaiknya cari bank yang dapat memberikan fasilitas cicilan lebih ringan.
  2. Pihak nasabah kemudian menghubungi pihak bank tempat KPR berjalan dan membereskan semua urusan administrasi untuk take over kredit. Proses ini mungkin tidak akan mudah, karena dapat memakan waktu untuk mendapatkan persetujuan. Selain itu, debitur juga harus membayar penalti pada bank lama sesuai ketentuan.
  3. Pihak appraisal dari pihak bank baru akan melakukan survei dan menaksir harga rumah.
  4. Proses take over kredit dapat dimulai setelah mendapatkan persetujuan dari pihak bank pengambil alih.

Dokumen Persyaratan Take Over Kredit

Dikutip dari detik.com, proses take over kredit bisa mencapai 2 minggu hingga 1 bulan. Hal ini dikarenakan banyaknya tahapan-tahapan dan juga persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.

Dokumen-dokumen yang harus disediakan oleh penjual dan pembeli pada saat pengajuan take over kredit adalah:

–         Formulir take over kredit pada pihak bank asal dan pihak pemberi pinjaman baru.

–         KTP penjual dan pembeli serta pasangan suami/isteri jika telah menikah.

–         Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

–         Kartu Keluarga.

–         Akta nikah bagi yang telah menikah.

–         Slip gaji/surat keterangan penghasilan selama 3 bulan terakhir.

–         Rekening bank 3 bulan terakhir.

–         Dokumen untuk jaminan: fotokopi sertifikat, Surat Ijin Membuat Bangunan (IMB) dan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pastikan transaksi jual beli dilakukan di depan notaris dan berjalan sesuai proses administrasi yang sah.

Ada kalanya, cara take over KPR juga dilakukan tanpa proses resmi alias di bawah tangan. Hanya berupa kesepakatan antara penjual dan pembeli. Hal ini dapat merugikan baik pihak penjual dan pembeli.

Pihak penjual bisa saja terlibat kredit macet, karena KPR di bank masih menggunakan namanya. Demikian juga dengan pembeli mungkin akan kesulitan mengambil sertifikat di bank karena masih menggunakan nama penjual.

Artikel Terkait