Cara Mudah dan Lengkap Menghitung Penghasilan Kena Pajak

menghitung penghasilan kena pajak
Menghitung penghasilan kena pajak

Pajak Penghasilan merupakan pajak yang dikenakan pada satu individu atas penghasilan yang didapatkan dalam satu tahun periode pajak. Selama ini kita tahu bahwa penghasilan yang didapat akan dikenai pajak. Namun, pernahkah kamu berpikir bagaimana cara untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak tersebut?

Pada artikel ini kita akan membahas tuntas bagaimana cara menghitung Penghasilan Kena Pajak atau yang disingkat dengan PKP. Sebagai generasi milenial yang baik terutama para kaum milenial yang juga berperan sebagai tenaga kerja, ada baiknya kamu memahami cara dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak ini.

Pemahaman ini akan sangat berguna terutama ketika kamu melakukan proses pelaporan pajak. Tidak sedikit wajib pajak yang belum memahami cara menghitung Penghasilan Kena Pajak ini meskipun setiap tahun sudah melakukan pembayaran dan pelaporan pajak.

Dengan mengetahui tata cara dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak, kamu juga bisa membuat proses pelaporan pajak tersebut lebih efisien. Berikut tahapan yang dilakukan:

Membuat Daftar Rincian Penghasilan Setiap Bulan

Pajak Penghasilan dikenakan pada tagihan total yang diterima dalam masa satu tahun pajak. Jika kamu bukan seorang karyawan yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, maka kamu perlu membuat daftar rincian penghasilan setiap bulannya. Besaran penghasilan yang dihitung pun bukan hanya gaji pokok tetapi juga tunjangan lainnya yang kamu terima. Maka itu, daftar rincian penghasilan tiap bulan ini nantinya akan kita anggap sebagai pendapatan kotor selama satu tahun periode pajak.

Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

PTKP adalah pengurangan penghasilan bersih bagi Wajib Pajak pribadi dalam menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak. Setiap Wajib Pajak memiliki hitungan PTKP yang berbeda-beda karena hitungan PTKP sendiri mengacu kepada dua faktor, yaitu:

  • Besaran tanggungan yang dimiliki
  • Besaran penghasilan yang didapatkan

Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor: Per-16/PJ/2016, besarnya PTKP adalah:

  • Rp54.000.000 untuk diri Wajib Pajak pribadi.
  • Rp4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang sudah kawin.
  • Rp4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Mencari Selisih antara Penghasilan Kotor dengan PTKP

Setelah membuat daftar rincian penghasilan setiap bulan dan setelah mengetahui besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak, maka saatnya untuk mencari selisih antara penghasilan kotor yang didapatkan dengan angka PTKP yang sudah didapat. Penghasilan kotor (bruto) dikurangi PTKP akan menghasilkan penghasilan bersih (neto). Setelah jumlah penghasilan kotor dan bersih ini ditemukan, maka proses perhitungan Penghasilan Kena Pajak dapat diketahui.

Tahapan dalam Menghitung PPh

Setelah besaran Penghasilan Kena Pajak sudah diketahui, maka selanjutnya kamu langsung bisa menghitung pajak penghasilan dengan ketentuan yang telah diatur di undang-undang mengenai Pajak Penghasilan sebagai berikut:

  • Penghasilan bersih yang kurang dari Rp50.000.000 tarif pajaknya sebesar 5%
  • Penghasilan bersih antara Rp50.00.000 sampai dengan Rp250.000.000 dikenai tarif pajak sebesar 15%
  • Penghasilan bersih antara Rp250.000.000 sampai dengan Rp500,000,000 dikenai tarif pajak sebesar 25%
  • Sedangkan untuk penghasilan bersih di atas Rp500.000.000 dikenai tarif pajak 50%

Lalu, bagaimana dengan perhitungan Penghasilan Kena Pajak untuk sebuah badan? Apakah aturannya sama? Pada dasarnya, tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan besaran Penghasilan Kena Pajak sebuah badan sama dengan tahapan untuk mendapatkan besaran Penghasilan Kena Pajak pribadi seperti yang telah dijelaskan. Namun yang membedakan adalah komponen dari jumlah besaran tersebut.

Jika kita membahas pengeluaran sebuah badan, maka kita akan membicarakan mengenai biaya sewa, gaji karyawan, dan sebagainya. Inilah yang dimaksud dengan komponen tadi.

Lalu, tarif Pajak Penghasilan untuk sebuah badan pun dipukul rata semuanya sehingga tidak berbeda-beda seperti layaknya untuk pribadi. Berikut penjelasan tahapan untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak sebuah badan dan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku lebih lanjut:

Menghitung Penghasilan yang Diterima dalam Satu Tahun Pajak

Menentukan penghasilan yang diterima dalam satu tahun pajak untuk sebuah badan sangat jauh berbeda dengan menentukan penghasilan pribadi. Pasalnya, kita benar-benar harus mengacu pada pembukuan atau Laporan Laba Rugi perusahaan yang telah melewati tahap koreksi fiskal.

Mengurangi Biaya Pengeluaran

Di sinilah seluruh komponen pengeluaran perusahaan dicatat. Komponen-komponen ini meliputi biaya sewa, biaya bunga, gaji karyawan, tunjangan, biaya promosi dan penjualan, premi asuransi, biaya administrasi, royalty, biaya perjalanan, biaya pengolahan limbah, biaya pembelian bahan, dan biaya lainnya yang menunjang proses produktivitas perusahaan. Biaya penyusutan dan amortisasi pun perlu dimasukkan ke dalam biaya pengeluaran ini.

Mengurangi Biaya Lain yang Tidak Dapat Dikurangkan

Komponen biaya yang tidak dapat dikurangkan ini meliputi pembagian sisa hasil usaha koperasi, pembagian laba (dividen), termasuk biaya kepentingan pribadi pemegang saham.

Jika semua langkah sudah dilakukan maka akan didapatkan penghasilan bersih. Jika ditemukan kerugian sehingga tidak bisa didapatkan Penghasilan Kena Pajaknya, maka kerugian tersebut harus dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya yaitu berturut-turut hingga lima tahun.

Adapun ketentuan bahwa badan dalam negeri dengan peredaran bruto hingga dengan Rp50.000,000,000 akan mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif yang dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4.800.000.000. Kemudian, tarif Pajak Penghasilan untuk badan secara umum adalah 25% dari Penghasilan Kena Pajak.

Setelah mengetahui cara menghitung Penghasilan Kena Pajak untuk Wajib Pajak pribadi dan Wajib Pajak badan, kini kamu tidak bingung lagi untuk menghitung besaran pajak yang wajib kamu penuhi. Kamu juga sudah siap untuk menghitung besaran yang wajib dipenuhi oleh sebuah badan jika kamu memang merencanakan untuk membuka usaha sendiri.

Dengan mengetahui langkah-langkah di atas, kamu pun juga bisa berkontribusi menjadi warga negara yang baik dengan taat dan tertib dalam membayar pajak karena kamu sudah mempersiapkan biaya tersebut dari jauh hari.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait