Analisa Saham

Memahami dan Mengenal IRR dalam Investasi, Apa Itu?

Ilustrasi cara menghitung IRR dalam investasi

Ajaib.co.id – Ketika seorang investor berinvestasi, idealnya yang diharapkan ialah memperoleh keuntungan. Sebagai seorang investor individu maupun institusi sebaiknya memahami dan mengenal pengertian IRR dalam berinvestasi.

IRR atau Internal Rate of Return adalah sebuah perhitungan penting dalam investasi yang digunakan untuk mengestimasi nilai potensial investasi. Sederhana nya, IRR ini merupakan sebuah tingkat return yang diharapkan Ketika berinvestasi.

Semakin tinggi tingkat pengembalian sebuah investasi tentu akan semakin menarik investor berinvestasi. Metode atau cara menghitung IRR biasanya digunakan untuk membuat dan menganalisa tingkat potensi keuntungan yang ideal untuk menjadi pertimbangan investasi di saham tersebut atau tidak.

Sesuai dengan namanya, IRR adalah Internal Rate of Return, maka dalam metode perhitungan IRR factor yang digunakan adalah faktor-faktor internal.

Mengenali Fungsi Rate of Return Sebelum Menghitung

Fungsi utama menghitung IRR adalah untuk kita memperkirakan apakah investasi tersebut mengalami peningkatan atau tidak di kemudian harinya. Fungsi lain nya perhitungan Internal Rate of Return yakni:

  1. Internal Rate of Return berfungsi untuk membantu memberikan perbandingan dari tingkat pengembalian (return) pada sebuah investasi yang diperkirakan tersebut.
  2. Internal Rate of Return berfungsi memberikan nilai tingkat pengembalian (return) setelah dikenakan pajak, sehingga investor mengetahui mana investasi yang memiliki tingkat pengembalian (return) yang tinggi.
  3. Internal Rate of Return juga berfungsi untuk mengetahui laju pengembalian (return) investasi sehingga kegiatan operasional dapat di evaluasi potensi tingkat pengembalian (return) nya secara akurat.
  4. Internal Rate of Return berfungsi sebagai sumber acuan investor atau sebagai dasar pertimbangan Ketika hendak berinvestasi di sebuah perusahaan maupun untuk berinvestasi pada deposito yang merupakan produk perbankan.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Perhitungan IRR

Selain memiliki banyak fungsi, metode perhitungan IRR dalam berinvestasi juga memiliki kekurangan dan memiliki kelebihan. Kekurangan ataupun kekurangan dari perhitungan IRR diantaranya yaitu :

Kelebihan IRR

  • Metode Internal Rate if Return mempertimbangkan konsep time value of money serta risiko arus masuk atau cash flow yang terjadi dikemudian hari untuk perhitungan tingkat pengembalian (return) modal investasi
  • Metode Internal Rate if Return membantu investor untuk mengetahui apakah investasi tersebut layak dilakukan atau tidak.

Kekurangan IRR

  1. Metode Internal Rate of Return ini membutuhkan waktu untuk menghitungnya termasuk menghitung cash flow yang tidak bisa terdistribusikan dengan merata.
  2. Metode perhitungan IRR tidak bisa mengindentfikasi ukuran investasi ke dalam berbagai jenis proyek yang bersaing dengan tingkat keuntungan nya.
  3. Sebuah prinsip investasi bertentangan dengan hasil perhitungan IRR karena berbicara investasi memang pasti akan selalu ada risiko, semakin tinggi risiko maka akan semakin tinggi pula tingkat pengembalian atau keuntungan nya (return).

Baca juga: Tips dan Metode Penilaian dalam Berinvestasi yang Perlu Diketahui Investor

Metode Perhitungan IRR dan Contoh Kasus

Salah satu metode perhitungan Internal Rate of Return adalah menggunakan metode interpolasi linier, dengan menggunakan 2 NPV (Net Present Value) dan 2 tingkat diskonto yang berbeda. Satu NPV harus positif dan satunya lagi harus negatif.

NPV merupakan selisih antara pengeluaran dengan pemasukan yang mendpaat potongan harga menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor atau dapat juga diartikan sebagai arus kas yang diperkirakan pada masa akan datang yang didiskontokan pada saat ini.

Dalam perhitungan IRR terdapat sebuah rumus yaitu :

IRR = i1 + (NPV1 / (TPV1-TPV2)) x (i2-i1)

IRR = Internal Rate of Return
i1 = suku bunga lebih rendah
i2 = suku bunga lebih tinggi

NPV 1 = Net Present Value Pada tingkat bunga rendah
TPV1 = Total Present Value pada tingkat bunga kecil
TPV2 = N Present Value pada tingkat bunga lebih tinggi

Contoh:

Sebuah perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi Rp 150 juta. Proyek tersebut diperkirakan 5 tahun.
Asumsi RRR = 10%

Arus kas yang diproyeksikan sebagai berikut:

  • Tahun 1 : Rp 60.000.000
  • Tahun 2 : Rp 50.000.000
  • Tahun 3 : Rp 40.00.000
  • Tahun 4 : Rp 35.000.000
  • Tahun 5 : Rp 28.000.000

Asumsi rate of return = 10%

Menggunakan faktor diskonto 10%

  • Tahun 1 arus kas : Rp 60.000.000 x 0,9090 = Rp 54.540.000
  • Tahun 2 arus kas Rp 50.000.000 x 0,8264 = Rp 41.320.000
  • Tahun 3 arus kas : Rp 40.000.000 x 0,7513 = Rp 30.052.000
  • Tahun 4 arus kas : Rp 35.000.000 x 0,6830 = Rp 23.905.500
  • Tahun 5 arus kas : Rp 28.000.000 x 0,6209 = Rp 17.385.200

Total PV = Rp 167.202.200
Investasi awal : Rp 150.000.000
NPV = 17.202.200
*factor diskonto = 1/(1i)T
i = merupakan tingkat bunga
T= merupakan jumlah tahun

Jika faktor diskonto 16%

  • Tahun 1 : Rp 60.000.000 x 0,8621 = Rp 51.726.000
  • Tahun 2 : Rp 50.000.000 x 0,7432 = Rp 37.160.000
  • Tahun 3 : Rp 40.00.000 x 0,6417 = Rp 25.668.000
  • Tahun 4 : Rp 35.000.000 x 0,5523 = Rp 19.330.500
  • Tahun 5 : Rp 28.000.000 x 0,419 = Rp 17.973.200

Total PV = 100.131.700
Investasi awal = Rp 150 juta.
NPV = Rp -49.868.300

Interpolasi

Selisih bunga = 10% – 16% = 6%
Selisih PV1 dan PV2 = Rp 167.202.200 – Rp 100.131.700 = Rp 67.070.500
NPV = Rp 167.202.200 – 150.000.000 = Rp 17.202.200 IRR = 10% + (Rp  17.202.200/Rp 67.070.500) x 6%
IRR = 11.538%

Kesimpulan nya proyek investasi tersebut layak karena IRR lebih tinggi dari nilai RRR (Required rate of Return) yaitu IRR > 10%.

Dapatkan informasi seputar investasi, analisis saham, dan keuangan lainnya hanya di Ajaib.

Artikel Terkait