Perencanaan Keuangan

Mengenal Apa itu Cash Flow dan Bagaimana Cara Mengelolanya

apa itu cash flow

Ajaib.co.id – Jika kamu berpikir pengetahuan finansial hanya diperlukan mereka yang memiliki dasar di ilmu ekonomi atau akuntansi, maka kamu salah besar. Setiap orang harus memiliki pengetahuan dasar mengenai finansial, terlebih cash flow. Oleh karena itu, redaksi Ajaib akan membahas tuntas mengenai Apa itu cash flow dan cara dalam mengelolanya. Disimak ya!

Mengelola keuangan adalah sebuah hal yang penting, baik itu keuangan perusahaan, maupun keuangan pribadi. Untuk mengelola keuangan sebenarnya bisa menjadi mudah jika kamu mengerti cash flow. Lalu, apa itu cash flow?

Apa Itu Cash Flow?

Istilah cash flow arus kas bisa diartikan sebagai jumlah kas bersih dari sejumlah uang dalam transaksi yang dilakukan, baik itu masuk maupun keluar. Contoh cash flow dalam perusahaan adalah perhitungan antara pergerakan uang masuk dan juga keluar seperti pembayaran pajak, pengeluaran kas, gaji karyawan, hingga transaksi pembiayaan. Dalam hal ini, apa itu cash flow adalah laporan uang yang masuk dan keluar perusahaan selama periode tertentu.

Nantinya, cash flow ini akan tercatat dalam laporan arus kas. Pembuatan laporan keuangan yang satu ini akan didasari dari aktivitas operasi perusahaan. Selain laporan arus kas, perusahaan juga biasanya menggunakan laporan laba rugi untuk mengukur kesehatan finansial perusahaan.

Namun, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, cash flow bukan hanya bisa diaplikasikan untuk perusahaan. Kamu juga bisa membuat cash flow untuk diri sendiri. Untuk pergerakan uang yang ke dalam, kamu bisa mengambilnya dari elemen pendapatan seperti gaji bulanan, hasil investasi, atau usaha sehari-hari. Sedangkan untuk pergerakan uang ke luar bisa dilihat dari pajak, bayar listrik, hingga pemenuhan hidup sehari-hari.

Prinsipnya, cash flow yang positif adalah jika pendapatan kamu lebih besar dari uang yang keluar. Sebaliknya, cash flow kamu bisa dinilai negatif apabila pendapatan kamu lebih kecil dari pengeluaran.

Apa itu Cash Flow Pribadi?

Nah, tidak jauh berbeda dengan cash flow perusahaan. Cash flow pribadi juga bisa membantu kamu mengatur keuangan bulanan. Sehingga kamu bisa memantaunya. Catatan cash flow juga bisa kamu buat di mana saja bebas dengan cara ditulis manual atau digital. Namun, membuat catatan keuangan secara digital akan lebih mudah dan juga fleksibel.

Sedangkan, untuk membuat laporan arus kas manual, kamu wajib mengatur formatnya dengan membedakan antara cash flow masuk dan cash flow keluar. Cash flow masuk atau pendapatan harus dibagi menjadi beberapa pendapatan seperti:

  1. Pendapatan aktif: pendapatan yang diterima secara rutin seperti gaji, bonus, honor, profit usaha, dan THR (Tunjangan Hari Raya).
  2. Pendapatan investasi: pendapatan yang didapatkan dari penghasilan sampingan seperti saham, deposito, penjualan properti, dan reksa dana.
  3. Pendapatan pasif: berupa royalti dari karya yang kamu buat atau keuntungan penyewaan rumah.

Sedangkan , untuk cash flow keluar atau pengeluaran, kamu bisa mencatatnya dengan mengelompokkan beberapa jenis pengeluaran seperti:

  1. Pengeluaran yang wajib dibayar: pajak, utang, kredit kepemilikan rumah (KPR), pembayaran utang kartu kredit, biaya pendidikan, dan asuransi.
  2. Pengeluaran yang tidak dapat dihindarkan: bisa disebut pengeluaran sehari-hari seperti uang untuk makan, tagihan listrik, air, internet, transportasi, atau juga pulsa.
  3. Pengeluaran tambahan: Biasanya pengeluaran ini digunakan untuk sesuatu yang tidak terlalu darurat atau sebagai self reward seperti hiburan atau kegiatan konsumtif lainnya seperti liburan, belanja di Mall, atau sekedar jajan di cafe.
  4. Pengeluaran darurat: Biasanya jenis pengeluaran ini terjadi ketika ada kondisi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, memperbaiki motor yang rusak, dan sebagainya. Namun, biasanya uang yang digunakan adalah dana darurat yang sudah dipersiapkan.

Selain pendapatan dan pengeluaran kamu juga wajib untuk mencatat perihal tabungan baik investasi, deposito, atau menabung rutin di bank.

Cara Mengelola Keuangan Agar Cash Flow-mu Senantiasa Positif

Cash flow untuk pribadi memang baik digunakan untuk mengukur seberapa sehat kamu dalam mengelola keuangan. Jika dilakukan dalam jangka panjang, kamu bisa memiliki tabungan untuk masa depan yang baik. Untuk itu, kamu memang butuh mengetahui trik dancara mengelola keuangan yang baik seperti berikut ini.

1. Memiliki Catatan Anggaran

Setiap arus kas yang terjadi, ada baiknya bisa terdokumentasikan dengan baik di dalam catatan anggaran. Kamu perlu mencatat pemasukan dan pengeluar kamu di tiap bulannya. Buat catatan yang serinci mungkin agar kamu tahu ke mana perginya uang yang kamu dapatkan.

Banyak orang luput untuk mencatat hal rinci untuk biaya-biaya yang sifatnya tidak fix atau pasti. Seperti biaya belanja, jajan, hingga keperluan entertain lainnya. Padahal, bisa jadi hal-hal kecil inilah yang menggerogoti kesehatan finansial kamu.

2. Membuat Laporan Keuangan Sendiri

Laporan keuangan sebenarnya tidak terlalu sukar untuk dibuat jika kamu memang niat. Pasalnya, kamu bisa membuatnya secara sederhana. Kamu hanya cukup memasukkan pemasukan dan pengeluaran serta berapa surplus atau defisitnya.

Nantinya, surplus atau defisit ini bisa dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa tahu apa yang membuat kamu bisa lebih hemat atau bisa lebih boros. Selanjutnya, kamu jadi tahu apa yang kamu perlukan ke depannya agar kamu bisa membuat cash flow kamu jauh lebih positif lagi.

3. Evaluasi

Jika setelah membuat laporan keuangan dan kamu mendapatkan cash flow yang tidak memuaskan, kamu membutuhkan evaluasi. Kamu harus melihat posko-posko keuangan mana saja yang membuat pengeluaran kamu membengkak. Jika memang ada, kamu harus melakukan sesuatu!

Biasanya, posko keuangan untuk biaya entertain lah yang membuat cash flow-mu tersiksa. Untuk mengakalinya, kamu tidak perlu memangkasnya secara total, tapi kamu bisa mencari alternatif terbaiknya. Semisal, jika kamu biasa membeli kopi di kedai kopi, tidak ada salahnya kamu mencoba membuatnya sendiri.

Atau, misal kamu biasa makan di luar, cobalah sesekali masak sendiri. Karena, biaya makan ini adalah biaya yang terus-menerus dikeluarkan. Sehingga, jika kamu yang biasanya makan di luar lalu berubah jadi makan di rumah, kamu akan merasakan dampak yang luar biasa untuk kesehatan finansial kamu.

4. Keinginan vs Kebutuhan

Untuk mendapatkan arus kas yang positif, kamu harus bisa mengkotak-kotakkan mana keinginan dan mana kebutuhan. Karena kedua hal ini biasanya masih abu-abu untuk sebagian orang. Contoh, orang membeli console playstation 4 dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan untuk hiburan.

Bisa dibilang, hiburan bisa didapatkan dari beragam aspek, tidak perlu hingga mengeluarkan uang berjuta-juta untuk menjawab kebutuhan akan kehiburan tersebut. Misal, kamu bisa mengunduh game-game smartphone yang jatuhnya lebih murah bahkan gratis.

5. Bisnis Sampingan

Bisnis sampingan bisa menyelamatkan cash flow yang negatif dan juga memenuhi keinginan kamu.Contoh keinginan untuk memiliki Playstation 4. Jika kamu memang berniat untuk memiliki console ini, kamu bisa tidak merusak cash flow kamu dengan mendapatkan penghasilan tambahan.

Di era digital ini, bisnis sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada begitu banyak. Kamu bisa berjualan online dengan memanfaatkan marketplace. Atau, bahkan kamu juga bisa berinvestasi untuk mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus tabungan masa depan.

6. Menyiapkan dana darurat

Dana darurat sangat penting dipersiapkan ketika sudah berpenghasilan, karena dana darurat ini berguna ketika ada situasi yang tidak terduga sehingga dana untuk kehidupan sehari-hari tidak akan terganggu. Kamu bisa mulai mempersiapkan dana darurat sekarang juga, karena tidak ada kata terlambat untuk menyiapkan dana darurat.

7. Konsisten dalam mengatur cash flow

Kunci mengatur keuangan adalah konsisten untuk melaporkan setiap pengeluaran dan pendapatan, karena jika kamu lupa mencatatnya bisa berakibat fatal ketika rekapan di akhir. Jadi, setelah kamu mengetahui mengenai cash flow, kamu perlu terus membuat laporannya setiap bulan ya!

Kamu bisa lho memulai investasi dengan instrumen investasi rendah risiko, seperti investasi reksa dana. Apalagi, kini investasi reksa dana juga lebih praktis. Hanya dengan bermodal smartphone saja, kamu sudah bisa memulainya. Untuk lebih simpel dan anti ribet, kamu bisa gunakan aplikasi Ajaib untuk memulai investasi reksa dana. Yuk dicoba!

Artikel Terkait