Analisa Saham

Tips dan Metode Penilaian dalam Berinvestasi yang Perlu Diketahui Investor

ilustrasi metode penilaian investasi

Ajaib.co.id – Investasi diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup di masa mendatang. Selain akan mendatangkan hasil yang lebih besar dari sekadar hanya menabung, investasi juga mengandung risiko. Karena itu, diperlukan analisis untuk melakukan penilaian sebelum berinvestasi pada suatu bisnis. Selain itu, investor juga perlu mengenali metode penilaian investasi.  

Faktor risiko ini dapat menjadi perhatian investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu bisnis. Layak atau tidaknya berinvestasi pada suatu bisnis biasanya dilihat dari pertumbuhan omzet atau penjualan serta senantiasa menghasilkan laba bersih secara rutin.

Seorang pebisnis biasanya jarang mau memilih bisnis yang terus menerus merugi. Bukan apa apa, hal ini dianggap terlalu berisiko bagi kebanyakan pebisnis karena tidak ingin modal nya hilang begitu saja.

Karenanya seorang pebisnis mempunyai metode dalam menilai sebuah bisnis yang akan diinvestasikan untuk mengukur apakah sebuah usaha terus berkembang. Salah satunya dengan menghitung nilai uang yang ditanamkan secara cermat agar modal yang telah ditanam dapat dilihat perkembangannya.

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berinvestasi pada Suatu Perusahaan

1. Tujuan Investasi

Tujuan investasi menjadi faktor yang akan mempengaruhi kesuksesan investasi yang ditanamkan. Dengan menetapkan tujuan investasi, seorang investor bisa memilih investasi yang sesuai dengan tujuan.

Tujuan investasi bisa apa saja. Misalnya, memperoleh dividen yang besar dari perusahaan, mengendalikan perusahaan supaya berjalan optimal, peningkatan nilai aset perusahaan, dll.

2. Risiko Bisnis

Seringkali sebelum seorang investor menanamkan uangnya pada suatu bisnis yang dilihat hanya keuntungannya saja. Padahal, risiko itu selalu melekat pada suatu bisnis. Mengenali risiko apa saja yang akan terjadi pada bisnis dapat menyelamatkan seorang investor apakah akan menerima atau tidak.

Jika dirasa keuntungan yang didapat lebih besar dari pada risiko yang akan diterima, bisa saja bisnis tersebut tetap menarik untuk dilanjutkan. Begitu pun sebaliknya, jika risiko yang diterima lebih besar maka investor tersebut harus kembali mempertanyakan dan jika harus menerima maka langkah apa saja yang perlu dilakukan.

Misalnya, dengan memperbaiki proses yang ada maupun membeli asuransi sebagai manajemen risiko dalam penanggulangan risiko.

3. Kelancaran Arus Kas

Sebuah bisnis yang baik harus mempunyai arus kas yang lancar, terutama dalam memenuhi berbagai kewajiban secara jangka pendek.

Sebuah bisnis yang bagus biasanya memiliki kondisi keuangan yang bagus termasuk arus kas lancar yang relatif bagus. Dalam laporan keuangan sebauah perusahaan, juga perlu dilihat apakah arus kas dari operasional positif atau tidak. Jika positif artinya perusahaan tersebut sehat karena dari hasil bisnisnya mampu membiayai operasional yang ada.

4. Biaya – biaya dalam Berinvestasi

Dalam melihat sebuah perusahaan, tidak melulu melihat pendapatannya yang besar tetapi perlu dilihat biaya harga pokok (HPP) dan biaya operasional perusahaan tersebut apakah efisien atau tidak.

Jika biaya atau beban yang digunakan efisien, maka akan berpengaruh terhadap pengembalian investasi di masa depan. Apabila jumlah biaya investasi besar, maka tingkat keuntungan yang diperoleh jadi tidak optimal.

5. Lama Berinvestasi

Ketika berinvestasi, Anda pasti ingin hasilnya suatu saat bisa diambil untuk keperluan Anda. Investasi juga memiliki batas waktu yang Anda tentukan sendiri. Investasi pada usaha yang terbaik adalah yang sesuai dengan waktu pengembalian yang dijanjikan.

Misalnya, ketika Anda menghitung waktu pengembalian dengan rumus, hasilnya adalah 4 tahun. Di dunia nyata, seharusnya bisnis tersebut juga bisa membawa keuntungan dalam waktu 4 tahun.

6. Tujuan Penggunaan Dana

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi selanjutnya adalah penggunaan modal yang disetorkan oleh pemilik usaha. Pastikan bahwa pemilik usaha berkomitmen menggunakan investasi untuk digunakan sebaik-baiknya dalam rangka kemakmuran bagi perusahaan.

Baca Juga: Cara Beli Saham Pertamamu, Peluang Raih Cuan Maksimal

Metode Penilaian Investasi Usaha

1. Pay Back Period (PP)

Payback Period (PP) merupakan metode yang paling sederhana, yakni menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya awal investasi berdasarkan arus kas.

Sederhananya, lamanya sebuah investasi mencapai titik impas (Break Even Point). Periode pengembalian yang pendek menandakan investasi lebih menarik. 

Rumus yang bisa digunakan untuk payback period adalah:

PP = Nilai investasi : kas bersih milik perusahaan

Apabila hasil periode pengembalian lebih dari 5 tahun, Anda perlu mempertimbangkannya kembali karena itu termasuk lama untuk investasi di sebuah usaha.

2. Net Present Value (NPV)

NPV adalah rasio perbandingan antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan nilai sekarang dari arus kas keluar selama periode waktu tertentu.

Nilai NPV dapat digunakan untuk memperhitungkan nilai uang dan membandingkan alternatif investasi serupa. Jika nilai NPV positif, maka investasi sebaiknya dilakukan.

Rumus NPV yang sederhana adalah :

NPV = Nilai arus kas yang diharapkan sekarang – nilai modal investasi yang disetor.

Apabila nilai NPV positif, maka investasi tersebut layak untuk untuk diambil. Namun, apabila nilai NPV negatif, maka perlu berpikir ulang untuk memilihnya.

3. Internal Rate of Return (IRR)

IRR adalah metode yang digunakan untuk memperkirakan profitabilitas dari investasi bersangkutan. Nilai IRR diperoleh dengan trial-error tingkat diskon agar nilai NPV dari semua arus kas sama dengan nol. Semakin tinggi nilai IRR, maka investasi tersebut akan semakin direkomendasikan.

Rumus IRR adalah:

IRR = tingkat bunga kecil + (NPV bunga kecil/(total present value bunga kecil – total present value bunga besar)) x (bunga besar – bunga kecil).

Nilai IRR yang tinggi dibandingkan modal investasi menunjukkan besarnya keuntungan, sehingga layak untuk dipilih. Apabila hasilnya lebih kecil dibandingkan modal, maka investasi tersebut dianggap terlalu berisiko, jadi sebaiknya Anda memilih yang lain.

4. Average Rate of Return (ARR)

ARR adalah metode penilaian investasi untuk mengukur besarnya keuntungan yang diperoleh dari sebuah investasi.

Nilai ARR menyatakan persentase laba bersih terhadap jumlah modal investasi awal. Semakin tinggi nilai ARR, maka investasi dinilai semakin menguntungkan.

Rumusnya adalah:

ARR = laba setelah pajak rata-rata : investasi rata-rata / 100%

Untuk menghitung nilai ARR, jika persentase ARR termasuk tinggi, maka investasi itu layak untuk dipilih. Namun, apabila persentase tidak seberapa, sebaiknya Anda mencari investasi lain.

5. Profitability Index (PI)

Yang terakhir ialah indeks profitabilitas (PI) merupakan metode pengukuran rasio nilai sekarang dari arus investasi di masa depan terhadap jumlah investasi awal. Nilai PI yang lebih besar dari 1,0 dianggap sebagai investasi yang baik.

Begini rumus nya:

PI = present value arus kas masa depan ; nilai investasi awal

Jika nilai PI lebih dari 1, artinya investasi tersebut bagus untuk dipilih. Apabila nilai PI kurang dari 1, Anda bisa mencari investasi lain yang lebih menguntungkan.

Itulah informasi seputar tips dan metode penilaian investasi yang perlu diketahui oleh seorang investor. Cari tahu informasi seputar saham lainnya hanya di Ajaib!

Artikel Terkait