Investor Pemula, Saham

8 Istilah Saham Dasar untuk Investor Pemula

Ajaib.co.id – Investasi pada instrumen saham sangat menjanjikan sekaligus menantang. Ada banyak peluang untuk meraup keuntungan namun banyak pula jebakan yang membuatmu bisa kehilangan uangmu seketika. Pergerakan harga saham berjalan dengan cepat yang mungkin sulit kamu ikuti apabila tidak mengusai berbagai istilah saham yang kerap dipakai.

Bagi investor pemula yang masih minim pengetahuan soal seluk-beluk pasar modal, paling tidak ada berbagai istilah saham yang harus kamu ketahui terlebih dahulu. Pemahaman ini penting sebagai pengetahun dasar selain juga bisa membaca laporan keuangan suatu perusahaan dan menghitung kinerja saham perusahaan tertentu.

Ketika melakukan pembelian saham, itu tidak serta merta mengikuti tren pasar saham saja. Beberapa orang pervata dengan tren sehingga tak masalah jika beli saham dengan harga tinggi karena dinilai menjanjikan. Seringkali harga pembelian yang tinggi dianggap tak masalah karena emiten tersebut bisa diijual kembali dengan nilai nominal tinggi alias capital gain besar.

Belum lagi potensi keuntungan perusahaan yang bisa didapatkan setiap kali dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Fluktuasi pasar bisa saja menjebak dan ketika harga jatuh maka kamu akan jatuh bersama dengan kepemilikan saham milikmu pula.

Dalam sejumlah kasus, investor lebih suka membeli saham yang diprediksi akan naik namun dengan harga lebih murah. Dengan demikian jumlah sahamnya akan lebih banyak sehingga potensial untuk cuan leih besar. Namun tentu saja hal ini dibarengi dengan risiko capital loss ketika saham non blue chip tersebut harganya ambruk. Ketika inilah kamu disarankan untuk menerapkan cut loss agar tak menderita kerugian lebih banyak lagi.

Berbagai strategi dunia saham inilah yang kerap tidak dipahami dengan mudah oleh para investor pemula. Pasar saham berjalan dengan cepat, disertai berbagai istilah rumit dan strategi memusingkan sehingga rasanya kamu bisa ketinggalan ritmenya sewaktu-waktu. Hal ini tentu tak akan terjadi jika kamu mengusai pengetahuan dasar pasar modal, dimulai dengan paham benar akan berbagai istilah saham.

Memahami Istilah Saham, Bagian Analisis Teknikal Investasi Saham

Berinvestasi di pasar saham adalah soal memahami pasar dengan cara paling baik agar bisa memprediksi kenaikan maupun penurunan harga yang terjadi. Dengan berbagai aspek yang terlibat, sulit memastikan benar mana emiten yang akan naik atau turun. Namun banyak pelaku pasar saham mencoba melakukannya dengan menerapkan berbagai teknis analisis.

Salah satu yang kerap digunakan ialah analisis teknikal yang merupakan salah satu cara dalam dunia keuangan untuk mengetahui fluktuasi berbagai harga instrumen keuangan lewat grafis. Hasilnya memang tidak pasti dan terjamin namun paling tidak para investor bisa menjadikannya pegangan untuk menerapkan strategi menghadapi pasar.

Salah satu cara mengaplikasikan analisis teknikal ini adalah dengan memahami benar istilah dalam dunia saham. Indikator yang sering dipakai adalah harga dan volume saham yang berlaku di pasar pada masa sebelumnya. Mungkin kamu merasa mekanisme ini terlalu rumit bagimu yang masih baru dalam dunia saham namun apa salahnya menambah pengetahuanmu dengan berbagai istilah tersebut.

Paling tidak kamu akan mendapatkan gambaran lebih jelas ketik akan membeli saham dari perusahaan incaranmu yang go public. Pada era digital seperti sekarang yang semakin menuntut masyarakat untuk melek finansial dan memahami bagaimana investasi bekerja, memilah investasi yang cocok dan mempelajari istilah saham untuk investor pemulaadalah salah satu langkah penting bagi para calon investor pemula.

Banyaknya pilihan instrumen investasi seperti reksa dana, saham, dll, terkadang bisa membuat kamu ragu untuk memilih jenis investasi yang cocok dengan kamu. Kamu tidak akan bisa membuat keputusan terbaik jika buta sepenuhnya akan dunia investasi tersebut. Mungkin kamu punya dana untuk merekrut penasihat keuangan profesional namun keputusan akhirnya harus kamu yang tentukan.

Karena itu langkah penting selanjutnya adalah memahami istilah finansial atau investasi agar kamu bisa menjadi investor jempolan. Nah, bagi kamu yang tertarik menjadi investor namun tidak memiliki pengalaman atau latar belakang sama sekali, berikut beberapa istilah dasar yang populer digunakan di dunia investasi.

1.  Candle Stick

Seperti namanya, candle stick adalah bagian dasar dari sebuah saham. Nama ini mengacu kepada batang-batang yang ada di tampilan grafik pergerakan. Jika candle stick berwarna merah, maka harga saham sedang turun, sedangkan jika candle stick berwarna hijau maka grafik cenderung naik. Memahami candle stick berguna untuk proses analisis yang kamu lakukan ke depannya.

2.  Buy & Sell

Buy dan sell adalah proses membeli atau menjual lembar saham, yang dilakukan pada periode waktu tertentu. Melakukan buy berarti kamu masuk ke pasar saham caranya dengan membeli saham dengan nilai nominal tertentu karena dianggap bisa menguntungkan. Sedangkan buy yakni melepas kepemilikanmu dengan menjual saham karena berbagai alasan mulai karena butuh dana cair atau trennya menurun.

3.  Amend Order

Amend order adalah istilah yang mengacu kepada pengaturan untuk mengurangi atau menambahkan pembelian atau penjualan setelah kita melakukan konfirmasi. Pengaturan ini biasanya dilakukan pada saat proses mengantre setelah melakukan pembelian atau penjualan.

4.  Withdraw Order

Jika amend order adalah proses pengubahan jumlah lembar saham ketika sedang mengantre untuk menjual atau membeli, withdraw order adalah proses pembatalan atau penarikan kembali ketika mengantre untuk menjual/membeli.

5.  Deposit

Istilah deposit di dunia saham hampir sama pengertiannya dengan di dunia perbankan. Deposit adalah sebuah istilah ketika kamu melakukan penyetoran uang ke rekening saham. Hal yang perlu kamu catat adalah, ketika kamu ingin terjun ke dunia saham, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membuat rekening saham atau dikenal juga dengan nama RDN (rekening dana nasabah).

6.  Bid Offer

Selain harus memiliki RDN, sebagai seorang investor pemula, kamu juga harus memiliki aplikasi untuk bertransaksi. Nah, istilah bid offer ini akan kamu temukan di aplikasi tersebut, persisnya yang ada di bawah nama dan harga saham. Bid offer sendiri berguna untuk melihat berapa banyak jumlah antrean untuk membeli saham.

7.  Offer

Berlawanan dengan bid offer, istilah offer mengacu kepada jumlah antrean untuk menjual saham. Baik bid offer ataupun offer merupakan hal yang penting untuk investor pemula.

8. Margin trading

Margin trading adalah ketika seorang investor melakukan pembelian saham dengan uang pinjaman dari broker alias perusahaan sekuritas. Pinjaman tersebut didapatkan dengan jaminan berupa saham milik investor tersebut. Tidak semua saham yang beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dibeli dengan sistem margin trading. Sampai saat ini hanya ada 61 emiten yang bisa dibeli dengan pinjaman tersebut.

Masih banyak istilah saham lainnya yang perlu kamu kuasai jika ingin menjadi investor saham kelas kakap. Paling tidak 8 istilah di atas bisa menjadi awal perjalananmu memahami lebih jauh seluk beluk dunia saham. Namun jika kamu merupakan investor pemula yang pusing dengan berbagai istilah maupun mekanisme yang berlaku, kini ada solusi yang lebih mudah.

Kamu bisa melakukan trading saham lewat kegiayan Yuk Nabung Saham (YNS) yang sekarang sedang digalakkan oleh pemerintah. Program ini sebagai upaya agar masyarakat lebih melek akan dunia investasi dan ikut berpartisipasi di dalamnya.

#Apa Itu Yuk Nabung Saham?

Yuk Nabung Saham adalah gerakan yang digagas oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pasar modal sejak September 2015 lalu. Program ini dirancang untuk mengembangkan industri pasar modal ke arah yang lebih baik dengan menambah jumlah investor baru. Hal ini juga sekaligus memberikan pendidikan soal investasi bagi masyarakat kebanyakan untuk menjadikan berinvestasi sebagai suatu kebutuhan.

Gerakan ini berusaha mengubah pola masyarakat yang lebih banyak menabung ke menanamkan investasi. Caranya adalah dengan mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal dengan sistem share saving alias dengan cara berbagi. Saham dikenal sebagai investasi yang membutuhkan modal besar sehingga BEI mengajak masyarakat menabung saham dengan program ini.

Tabungan saham bisa dilakukan dengan nominal mulai Rp100.000 per bulan dengan harapan bisa dilakukan secara rutin tanpa membebani. Harapannya kemudian terbangun pola pikir masyarakat untuk lebih sering menabung saham dibandingkan simpanan biasa. Apalagi, pasar modal lebih menjanjikan keuntungan lebih banyak dibandingkan suku bunga tabungan biasa di bank.

#Cara Menabung Saham

Kamu yang tertarik berinvestasi dengan menabung saham bisa melakukannya dengan membuka rekening efek di perusahaan sekuritas. Kampanye YNS ini menyediakan daftar 34 perusahaan sekuritas yang aman dan bekerja sama langsung untuk membuka tabungan saham yang aman. Kamu juga bisa memilih perusahaan sekuritas sesuai dengan kota domisili jika merasa lebih aman.

Kemudian, tentukan dana yang akan disisihkan secara rutin dan pilih saham yang ingin ditabung. Rekening efek ini yang kemudian menjadi tujuan setoran tabungan saham secara berkala mulai dari Rp100.000. Setoran juga bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas auto transfer dari rekening pribadimu sesuai dengan waktu yang ditentukan. Jika dananya sudah terkumpul kemudian bisa digunakan untuk membeli saham secara rutin.

Mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga karyawan bisa mengikuti program ini. Pembukaan rekening efek tidak membutuhkan syarat apapun kecuali identitas diri berupa KTP. Program ini memberimu kesempatan untuk mengembangkan uang dengan lebih maksimal. BEI memberikan kesempatan untuk memiliki saham dengan modal yang sangat terbatas.

Dengan pertimbangan yang tepat kamu bisa memilih saham yang dianggap potensial. Dalam jangka tertentu, saham tersebut bisa memberikan keuntungan dari kenaikan harga yang dialami jika ingin dijual kembali. Kamu juga bisa meraup rupiah dari deviden atau pembagian keuntungan perusahaan yang sahamnya kamu beli. Keuntungan setiap saham yang kamu beli dengan tabungan tersebut bisa digunakan sebagai dana membeli aset, menikah, hingga persiapan pensiun dini. 

Menarik bukan? Kamu bukan hanya sekedar mengerti sebuah saham dari berita ekonomi saja, namun kamu juga menjadi pelaku pasar. Jangan tunda lagi, segera lakukan investasimu untuk kondisi keuangan yang lebih baik.

Artikel Terkait