Investasi

Berpacu Mengalahkan Inflasi Adalah Tujuan Utama Berinvestasi

Inflasi adalah penciutan daya beli mata uang yang disebabkan naiknya permintaan, naiknya biaya produksi, dan tingginya peredaran uang. Produktivitas & investasi adalah penyelamatnya.

Inflasi Adalah

Inflasi adalah fenomena kenaikan harga rata-rata barang dan jasa terus-menerus dalam sebuah ekonomi, dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga satu atau dua barang tidak dapat disebut inflasi, kecuali kenaikan kedua barang tersebut berimbas pada kenaikan barang lainnya.

Ketika harga rata-rata naik, tiap unit mata uang membeli lebih sedikit barang dan jasa. Artinya inflasi mencerminkan sebuah penurunan daya beli tiap unit mata uang, menghilangnya nilai dasar di dalam media pertukaran dan unit akun dalam ekonomi.

Faktor Penyebab Inflasi

Penyebab utama inflasi adalah adanya peningkatan penyediaan uang yang melebihi pertumbuhan ekonomi.

Sementara penyebab lainnya, adalah adanya sejumlah besar permintaan, ini disebabkan pertumbuhan ekonomi yang terlalu pesat. Kemudian naiknya ongkos faktor-faktor pendorong (supply-side factors).

Keberadaan utang negara juga merupakan penyebab inflasi. Lainnya, efek tarik permintaan, efek dorong biaya, dan nilai tukar mata uang.

Cara Penanggulangan Inflasi

Sudah pasti inflasi harus ditangani. Bukan hanya penanganan dari pemerintah, namun secara perorangan.

Kebijakan Pemerintah

Penanganan inflasi dari pemerintah yakni mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan Moneter seperti kebijakan penetapan persediaan kas dengan mengurangi jumlah uang beredar bisa menekan inflasi. Kemudian mengeluarkan kebijakan diskonto, yakni meningkatkan suku bunga agar masyarakat terdorong menabung, jumlah uang yang beredar berkurang, tingkat inflasi dapat ditekan. Lalu kebijakan operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang beredar dengan menjual surat-surat berharga, misalnya Surat Utang Negara (SUN).

Kebijakan Fiskal. Kebijakan ini melakukan penghematan pengeluaran pemerintah. Kemudian menaikkan tarif pajak. Dengan naiknya tarif pajak rumah tangga dan perusahaan akan mengurangi tingkat konsumsi, mengurangi permintaan barang dan jasa, sehingga menurunkan harga.

Kebijakan lainnya yang bisa dilakukan pemerintah adalah, menggenjot produksi dan menambah jumlah barang di pasar. Demi menambah jumlah barang, pemerintah mengeluarkan perintah peningkatan produksi dengan memberi premi/subsidi pada perusahaan yang dapat memenuhi target. Cara lain yang bisa digunakan adalah melonggarkan keran impor.

Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang merupakan kebijakan lain yang juga bisa dilakukan pemerintah. Penetapan harga yang realistis akan mengendalikan harga, sehingga inflasi dapat dikendalikan dan mencegah terjadinya pasar gelap (black market).

Kebijakan Perorangan

Penanggulangan inflasi dari sektor perorangan bisa dilakukan dengan cara berinvestasi. Carilah investasi yang aman untukmu.

Lindungi dana tabungan dengan diversifikasi jenis investasi pendapatan tetap dengan tidak tetap untuk melindungi dana tabungan, dan lebih berpotensi tumbuh. Inilah rekomendasi jenis investasi yang potensial:

1. Reksa Dana.

  • Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
  • Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund)
  • Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Cari Manajer Investasi dana reksa yang handal profiling, mampu menyelami pertimbangan finansial nasabah, karena itulah kunci suksesnya.

2. Tabungan Emas – fleksibilitas keringanan setoran awal dan biaya pencetakan emas batangan 24K.

  • Tabungan Emas Pegadaian
  • Tabungan emas online (Bukalapak, Tokopedia)

3. Peer – to – Peer Lending – platform digital yang menjadi perantara antara investor yang menginginkan bunga kompetitif dan debitur (peminjam) seperti UMKM. Inilah pilihan-pilihan yang terdaftar OJK:

  • KoinWorks. Bunga kompetitif mulai 18% per tahun, dilengkapi dana proteksi untuk meminimalkan dampak kerugian investor. 
  • Amartha. Bunga rata-rata 17.5% per tahun, dana investasi awal Rp 3.000.000,- untuk pendanaan UKM. 
  • Investree. Bunga rata-rata 17.5%, dana investasi awal Rp1.000.000,- untuk jenis pinjaman pribadi, Rp5.000.000,- untuk pembiayaan bisnis, dengan kelipatan Rp1.000.000,-
  • Modalku
  • Danamas
  • Uang Teman
  • DanaKita
  • Akseleran
  • Klik ACC

4.  Sukuk Tabungan – surat kepemilikan sebagian aset pemerintah.

5.  Pasar saham

6.  Investasi komoditi – minyak, karet, kayu, dll.

7. Properti – rukan, lahan parkir, apartemen, rumah, dll.

8.  Benda koleksi hobi – buku & komik langka, action figure, motor antik, dll.

9.  Benda seni – lukisan, patung, keramik, dll.

Mari tangkis inflasi, pilih investasi yang cocok dengan karakter pribadi, dan, mulai sekarang!

Bacaan menarik lainnya:

Reilly, F. K., & Brown, K. C. (2006). Investment Analysis and Portfolio Management (8thed). Thomson South-Western

Mark M. Carhart. (1997). On Persistence in Mutual Fund Performance


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait