Analisa Saham

Bedah Saham IPO WMPP, Perusahaan Ternak Terbesar

Sumber: Widodo Makmur Perkasa

Ajaib.co.idUnggas merupakan sumber protein yang digemari di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan daging unggas umumnya lebih murah dibandingkan dengan daging lainnya.

Indonesia sendiri pada tahun 2018 menempati urutan ke 6 dunia sebagai negara dengan produksi daging unggas terbanyak di dunia, tepatnya sekitar 3.409.559 ton per tahun. 

Adapun jumlah produksi daging unggas di Indonesia pada tahun 2020 bulan Oktober mencapai 3 ton, hal ini menandakan besarnya potensi dari Industri daging unggas ini.

Kali ini kita akan membahas emiten sektor konsumer yang fokus pada bisnis rumah potong hewan, yaitu PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP).  

Profil Singkat Emiten

Perseroan yang memiliki nama PT Widodo Makmur Perkasa Tbk ini memiliki kode emiten WMPP. Perseroan merupakan perusahaan ternak terintegrasi terbesar di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1996.

Integrasi bisnis WMPP sudah secara vertikal (Dari pemeliharaan hingga pengolahan daging) dan horizontal (Melalui perdagangan komoditas). Kapasitas rumah potong perseroan pada bulan Juli 2021 sudah mencapai 300 ekor per hari, merupakan jumlah yang terbesar di Indonesia.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas Mega Nurfitriyana (0,40%), Warsini (4,00%), dan Tumiyana (95,60%).

Detail Rencana IPO WMPP

Perseroan melakukan initial public offering (IPO) melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sebanyak 8.333.333.300 saham atas nama dengan nominal Rp20 setiap lembar saham, atau sama dengan 25,00% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawaran awal sebesar Rp160 – Rp220. Dan perseroan juga akan melaksanakan program MESOP dan ESA masing-masing sebesar (1,02%) dan (1,85%)

Prakiraan struktur pemegang saham Mega Nurfitriyana (0,30%), Warsini (2,97%), Tumiyana (70,97%), Publik (22,89%), ESA (1,85%), dan MESOP (1,02%)

Penjamin pelaksana emisi efek WMPP adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Sedangkan penjamin emisi efek akan ditentukan dikemudian hari.

Jadwal Penawaran Saham

Jadwal penawaran saham berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 27 Oktober 2021 – 9 November 2021
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 18 November 2021
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum: 22 – 24 November 2021
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 24 November 2021
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham: 25 November 2021
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham di BEI: 26 November 2021.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan prospektus saham WMPP, sekitar 11,43% diperuntukan untuk membiayai kerjasama operasi dengan Australia untuk export yard, logistik, dan rumah potong hewan, 19,05% digunakan untuk membiayai fasilitas peternakan perseroan  di Sumatera, Sulawesi, dan Papua, 19,05% untuk modal kerja anak usaha, 17,90% untuk pembayaran utang serta grup, dan sebesar 32,57% untuk modal kerja WMPP.

Kinerja Laporan Keuangan WMPP

Prospektus WMPP menunjukkan kinerja positif pada tahun 2019, 2020, dan hingga Kuartal II-2021. Pada periode Kuartal II-2020 hingga dengan Kuartal II-2021, WMPP membukukan kenaikan laba bersih tahun berjalan naik hingga 189,32%.

Rasio-rasio Keuangan WMPP

Berikut merupakan ringkasan rasio keuangan WMPP selama tiga tahun terakhir dan kuartal I-2021:

Data di atas menunjukkan bahwa WMPP secara fundamental menunjukan pertumbuhan yang sangat baik. Tercermin dari rasio profitabilitas, perputaran aktivitas, dan likuiditas terlihat terdapat peningkatan, dimana dari yang sebelumnya rugi, pada periode terakhir menjadi laba yang positif.

Kebijakan Dividen WMPP

Prospektus WMPP menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen, dengan skema 30% dari laba bersih setiap tahun dimulai pada tahun 2024 sehubung dengan laba bersih tahun buku 2023.

Prospek Bisnis WMPP

Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yaitu terintegrasi nya bisnis perseroan dari hulu ke hilir, berdasarkan laporan dari Frost dan Sullivan, pada bulan  Juli tahun kinerja 2021, Perseroan memiliki kapasitas terbesar dengan 172.000 ekor per tahun serta kapasitas rumah potong terbesar dengan 300 ekor per hari.

Pada tahun 2020, pangsa pasar WMPP mencapai 10,0% dari total impor sapi ke Indonesia, dan 5,5% dari sapi potong di dalam negeri.

Selain itu, Perseroan juga memiliki fasilitas pemotongan unggas terbesar di satu lokasi di Giritontro, Wonogiri, dengan kapasitas pada bulan Juli 2021 mencapai 12.000 ekor per jam. 

Dengan adanya fasilitas yang terintegrasi, memungkinkan perseroan untuk mengembangkan skala ekonomi dan membangun pangsa pasar yang substansial dalam industri peternakan terpadu Indonesia. Pada tahun 2020, Perseroan memegang pangsa pasar 1,1% dari total tonase daging broiler yang dijual ke pasar berdasarkan permintaan nasional Indonesia. 

Selain itu, potensi lain dari perseroan didapat dari faktor seperti bonus demografi Indonesia, dimana Indonesia memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara, dengan populasi sebesar 270,2 juta orang pada tahun 2020 berdasarkan data dari BPS. 

Produk unggas menjadi menarik di Indonesia dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim dan harga rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi.

Daging sapi, di sisi lain dianggap sebagai daging unggulan di Indonesia dan sering dikaitkan dengan pengalaman makan yang berkualitas dan pada musim perayaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam hal konsumsi unggas per kapita, Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang kuat dari 8,1 kg per kapita pada tahun 2015 menjadi 11,6 kg per kapita pada tahun 2020, tingkat yang lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara tetangganya, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 15,2 kg per kapita pada tahun 2025.

Untuk konsumsi daging sapi, Indonesia adalah satu-satunya negara utama di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan konsumsi per kapita dari 2,4 kg per kapita pada tahun 2015 menjadi 2,7 kg per kapita pada tahun 2020, yang diharapkan dapat mempertahankan setidaknya 2,9 kg per kapita.

Kapita pada tahun 2025 meskipun penurunan ekonomi didorong oleh COVID-19 dan langkah-langkah jarak sosial yang sesuai. 

Kesimpulan

Berdasarkan penuturan dari prospektus secara fundamental, WMPP berhasil dengan sangat baik dapat meningkatkan kinerjanya.

Selain itu, secara bisnis WMPP juga sudah terintegrasi dengan baik, oleh karena itu eksposur dari volatilnya bisnis unggas ini begitu minim karena perseroan sudah memiliki bisnis dari hulu ke hilir.

Tidak hanya itu, prospek kedepannya untuk perseroan pun dinilai sangat cerah sehingga menarik untuk investor mencermati emiten yang akan IPO satu ini.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait