Analisa Saham, Saham

Bedah Saham IPO TLDN, Perkebunan Kelapa Sawit Berumur Prima

Ajaib.co.id – Tahukah Anda? Margarin, selai mentega dan mie instan merupakan produk hasil jadi dari hadirnya minyak kelapa sawit sebagai bahan penyempurna. Tentu saja, keberadaan minyak kelapa sawit ada karena penawaran dan permintaan yang tinggi di Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, luas perkebunan minyak kelapa sawit nasional mencapai 15,08 juta hektar (Ha) pada tahun 2021. Nah, perusahaan yang sukses melantai di BEI ini bergerak di industri pengolahan kelapa sawit loh, yaitu PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN).

Profil Singkat Emiten

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) merupakan sebuah perusahaan dengan aktivitas perusahaan holding dan industri pengolahan kelapa sawit melalui Perusahaan Anak.

Perseroan memulai operasi perkebunan pertamanya pada tahun 2004 melalui salah satu entitas anak yaitu PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation.

TLDN saat ini berhasil mengelola 13 perkebunan kelapa sawit secara kolektif dengan total luas 60.468 Ha area tertanam dan mengoperasikan 6 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas olah sebesar 310 ton TBS per jam. Entitas anak TLDN memproduksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (PK) berkualitas tinggi.

Saat sebelum melaksanakan proses Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), komposisi kepemilikan saham Perseroan terdiri atas PT Teladan Resources (66,02%), Ahmad Gunung (16,90%), Wishnu Wardhana (16,90%), dan Wiwoho Basuki Tjokronegoro (0,18%).

Detail Rencana IPO Saham TLDN

Saham TLDN melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 517.861.200 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru Perseroan dengan nominal Rp100 setiap lembar saham, atau sama dengan 4,00% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp580.

Berikut merupakan struktur pemegang saham setelah aksi IPO, PT Teladan Resources (63,39%), Ahmad Gunung (16,22%), Wishnu Wardhana (16,22%), dan Wiwoho Basuki Tjokronegoro (0,17%), dan Masyarakat (4,00%)

Penjamin pelaksana emisi efek TLDN adalah PT BNI Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas. Penjamin Pelaksana Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (Full Commitment) terhadap terhadap sisa saham yang ditawarkan yang tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan.

Jadwal Penawaran Saham IPO TLDN

Jadwal penawaran saham berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal (Masa Book Building): 17 – 25 Maret 2022
  • Tanggal Efektif : 31 Maret 2022
  • Masa Penawaran Umum : 4 – 8 April 2022
  • Tanggal Penjatahan : 8 April 2022
  • Tanggal Distribusi Saham : 11 April 2022
  • Tanggal Pencatatan di BEI : 12 April 2022

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham TLDN

Berdasarkan prospektus saham IPO TLDN, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan dengan rincian sebagai berikut:

1. Sekitar 71% akan digunakan untuk belanja modal Perseroan yaitu akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit.

2. Sekitar 29% akan digunakan untuk penyetoran modal kepada Perusahaan Anak yaitu:

  • Sekitar 15% akan dilakukan penyetoran modal kepada PT Telen Prima Sawit, yang selanjutnya akan digunakan untuk belanja modal untuk pembangunan fasilitas pabrik pengolahan inti sawit (Kernel Crushing Plant/KCP) beserta seluruh pengurusan perizinan sehubungan dengan pembangunan fasilitas pabrik tersebut, dalam rangka upaya hilirisasi dan peningkatan nilai jual pada produk diolah.
  • Sekitar 14% akan dilakukan penyetoran modal kepada PT Daya Lestari, yang selanjutnya akan digunakan untuk belanja modal untuk pembangunan biogas power plant dan atau pembangkit listrik tenaga biogas yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur beserta seluruh pengurusan perizinan sehubungan dengan pembangunan biogas power plant dan atau pembangkit listrik tenaga biogas tersebut, dengan potensi produksi gas yang dihasilkan direncanakan sebesar 5.300.000 Nm3 per tahun dengan potensi menghasilkan listrik dengan kapasitas sampai 1,2 MW

Kinerja Laporan Keuangan TLDN

Prospektus saham IPO TLDN menunjukan bahwa dalam tiga tahun terakhir, TLDN berhasil mencatatkan kinerja yang sangat bagus, terutama pada pos pendapatan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan raihan melesat 30% secara YoY mencapai Rp2,7 miliar.

Alhasil berbuah manis pada laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi nilai positif Rp18,07 dibandingkan dengan kinerja tahun 2019 di level negatif Rp21,19.

Rasio Keuangan TLDN

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham IPO TLDN selama bulan Desember 2018 hingga kinerja Desember 2021:

Data di atas menunjukkan TLDN secara fundamental dengan kinerja sangat baik, rasio pertumbuhan mengalami peningkatan kinerja ke arah positif hampir di segala sektor, termasuk pos pendapatan, laba kotor, dan laba periode/tahun berjalan.

Tercermin juga pada rasio rentabilitas yang dimiliki TLDN, Net Profit Margin (NPM) meningkat mencapai double digit di level 20,5%. Membuktikan TLDN memiliki fundamental yang semakin sehat dari tahun ke tahun. 

Kebijakan Dividen Saham TLDN

Prospektus saham IPO TLDN menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen saham TLDN, untuk setiap tahunnya Perseroan berkomitmen membayarkan dividen tunai dengan jumlah minimal sebesar 10% dari laba tahun berjalan.

Besarnya pembagian dividen akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas Perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi Perseroan di masa yang akan datang mulai tahun buku 2022.

Prospek Bisnis

Berdasarkan penelitian LMC International, CPO dan Palm Kernel Oil (PKO) merupakan bagian dari komoditas Vegetable Oil (Minyak Sayuran).

Adapun terdapat 3 kelompok jenis konsumsi Vegetable Oil secara keseluruhan yaitu bahan masakan, bahan biofuel, dan penggunaan industri (Oleochemicals dan bahan umum).

Dalam beberapa poin berikut menjelaskan mengenai perkiraan pergerakan permintaan pasar akan vegetable oil secara menyeluruh diikuti dengan prakiraan spesifik kelapa sawit dan PKO.

Hasil pengolahan minyak kelapa sawit dalam penggunaan bahan masakan (Food Use) dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang mempengaruhi tingkat permintaan yaitu, jumlah penduduk, tingkat GDP, profil demografi GDP meliputi umur, pertumbuhan kelas menengah, tingkat urbanisasi, dan permintaan relatif perorangan dan tingkat konsumsi kalori.

Berdasarkan hal-hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kenaikan GDP berbanding lurus dengan kenaikan konsumsi kalori dan juga konsumsi Vegetable Oil. Jika berkaca pada perekonomian Indonesia, ini benar-benar sangat potensial dari sisi permintaan secara trend jangka panjang.

Secara umum, permintaan CPO hingga 2035 akan meningkat 2,1% secara rata-rata global dengan detail 2,5% di Indonesia dan 1,5% di Malaysia. Sementara permintaan PKO akan meningkat 1,9% secara global, 2,6% di Indonesia, dan 1,8% di Malaysia.

Saat ini, Cina dan India memegang 1/3 dari keseluruhan angka permintaan. Adapun pasar di Asia Tenggara (Terutama Vietnam, Filipina, dan Indonesia) juga akan meningkat pesat. Terutama Indonesia yang berencana menggencarkan produksi biofuel dan meningkatkan prosentase kandungan CPO-nya sebagai upaya memenuhi target emisi karbon.

Upaya untuk mencapai visi, misi dan sasaran jangka panjang Perseroan untuk memenuhi permintaan market tercermin dalam fokus Perseroan untuk menerapkan 4 pilar strategi bisnis untuk memperkuat keunggulan perusahaan dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan yang dilandasi oleh praktik operasional yang bermutu serta memberikan hasil bagi para pemangku kepentingan yaitu:

Sumber: Prospektus TLDN

Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dalam mencapai prospek kinerja yang cerah kedepannya terdapat,

1. Kinerja Operasional dan Finansial yang Terjaga

Pemrosesan yang efisien juga tercermin dalam hasil CPO dan PK. Dengan tingkat ekstraksi yang stabil pada 24% sejak 2018, produksi CPO terus meningkat.

Sementara produksi PK menunjukkan peningkatan, baik pada tingkat ekstraksi dan pada total produksinya yang mencapai puncak ekstraksi.

Bersamaan dengan peningkatan produksi, penjualan CPO Grup Perseroan juga meningkat hingga 314 ribu Ton pada akhir 2020 (Meningkat 28% sejak 2018). Adapun penjualan per 30 September 2021 mencapai 194 ribu Ton.

2. Profil Usia Tanaman dengan Tingkat Ekstraksi yang Tinggi

Total area tertanam milik perusahaan mencapai 60.468 Ha per 30 September 2021 yang terdiri dari 89% tanaman berumur prima (>9 tahun) dan 10% berumur muda berprospek panen (4-8 tahun) sehingga rata-rata umur keseluruhan adalah 12 tahun.

3. Tren Positif Pergerakan Harga CPO

Harga CPO telah menunjukkan peningkatan sebesar 170% dari tahun 2020 hingga November 2021. Harga CPO mencapai titik rekor tertinggi pada November 2021 pada angka US$5.446. Pergerakan pasar CPO ditargetkan akan terus berlanjut konsisten mencapai US$106 miliar pada 2026 dengan pertumbuhan CAGR 11,6%.

Tren harga CPO juga didukung oleh pertumbuhan angka permintaan CPO. Hal tersebut disebabkan penguatan kembali ekonomi global dan peraturan pemakaian diesel B30 di Indonesia pada tahun yang mendatang.

4. Sumber Daya Manusia yang Kompeten dan Berpengalaman

5. Fokus pada Penerapan Prinsip Lingkungan, Keberlanjutan Usaha dan Tata Kelola

Perseroan memiliki komitmen pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG). Beberapa komitmen utama Grup Perseroan antara lain menaati peraturan operasi bisnis, menjaga keberlanjutan dalam metode operasi dan kesehatan pekerja, mencegah emisi karbon, serta menjaga kesejahteraan pekerja.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO TLDN, dalam kinerja 3 tahun terakhir memiliki kinerja yang sangat bagus dan potensial secara industri beserta sektoralnya, bersamaan dengan prospek usaha TLDN yang sangat cerah dengan tanaman perkebunan kelapa sawit berumur prima dan siap panen. Perseroan juga memiliki strategi yang menguatkan keberlanjutan usaha secara jangka panjang.

Dengan prospek kinerja bisnis Perseroan, tingkat permintaan minyak kelapa sawit di masyarakat yang tinggi, mengindikasikan saham IPO TLDN ini sangat menarik untuk dimasukan kedalam watchlist teman-teman. 

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait