Analisa Saham

Saham CPO Potensial Sepekan (24 – 28 Jan 2022)

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 harga CPO naik 33% (YoY) ke US$ 1.300/MT, serta harga CPO untuk kontrak Maret 2022 sebesar US$ 1.365/MT (Penutupan perdagangan Jumat, 21 Januari 2022), merupakan yang tertinggi sejak Januari 2022. Banyaknya permintaan baik secara domestik maupun global merupakan pendorong harga CPO yang naik signifikan. Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit (GAPKI) memperkirakan kenaikan harga CPO akan terjadi hingga Maret 2022.

Berikut saham-saham CPO yang menarik dicermati pada perdagangan bursa tanggal 24 – 28 Januari 2022:

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 22 Januari 2022, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT Dharma Satya Nusantara Tbk – DSNG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham DSNG masih terkoreksi 11% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 21 Januari 2022 pada harga Rp515 per lembar sahamnya;
  • Saham DSNG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp11,9 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham DSNG dalam 30 hari terakhir mencapai 4.440.417 lot;
  • Kinerja DSNG pada Kuartal III-2021 berhasil mencatat laba bersih yang naik menjadi sebesar Rp 415,9 miliar. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 163,8 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal DSNG bergerak dalam fase konsolidasi jangka pendeknya, ditutup di atas MA 5 dan MA 20. Volume naik signifikan dibanding hari sebelumnya, stochastic di area netral dan MACD pada level positif. DSNG berpotensi menguji resistance terdekat pada level 535, cut loss jika break level 505.

2. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk – SSMS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SSMS masih terkoreksi 7% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 21 Januari 2022 pada harga Rp975 per lembar sahamnya;
  • Saham SSMS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp8,4 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham SSMS dalam 30 hari terakhir mencapai 1.634.793 lot;
  • Kinerja SSMS pada Kuartal III-2021 ini berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 1,03 triliun, naik sebesar 286,28% jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun lalu dimana hanya berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 267,65 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal SSMS bergerak sideways pada fase jangka pendeknya, stochastic golden cross di area netral. Selama level support SSMS 960 tetap terjaga, masih ada potensi SSMS bisa naik menuju resistance terdekat di level 1030. Cut Loss jika break di level 950.

3. PT Triputra Agro Persada Tbk – TAPG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TAPG melesat 125% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 21 Januari 2022 pada harga Rp610 per lembar sahamnya;
  • Saham TAPG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp15 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham TAPG dalam 30 hari terakhir mencapai 4.902.250 lot;
  • Kinerja TAPG berhasil mencatat kenaikan laba bersih pada kuartal III 2021 sebesar Rp 736 miliar, jumlah tersebut naik 3 kali lipat jika dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 244 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, TAPG bergerak konsolidasi. Stochastic deadcross di area netral dan MACD bergerak naik. Jika TAPG berhasil breakout level 615, ada potensi bisa menuju resistance selanjutnya pada level 625. Cut Loss jika break level 590.

4. PT Tunas Baru Lampung Tbk – TBLA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TBLA masih terkoreksi 22% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 21 Januari 2022 pada harga Rp790 per lembar sahamnya;
  • Saham TBLA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp 677 juta per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham TBLA dalam 30 hari terakhir mencapai 161.734 lot;
  • Kinerja TBLA pada Kuartal III-2021 ini berhasil mencatat laba bersih yang naik menjadi Rp 551,2 miliar, dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 404,2 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal TBLA ditutup dibawah MA 5 dan MA 20 nya, volume naik signifikan dan indikator stochastic berada di area oversold yang bergerak naik, ada potensi TBLA bisa naik menuju resistance terdekat di level 800. Cut Loss jika break di bawah level 775.

5. PT Salim Ivomas Pratama Tbk – SIMP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SIMP terapresiasi 6% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 21 Januari 2022 pada harga Rp 456 per lembar sahamnya;
  • Saham SIMP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp1,3 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham SIMP dalam 30 hari terakhir mencapai 540.412 lot;
  • Kinerja SIMP pada Kuartal III-2021 berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 563,2 miliar, jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih mengalami kerugian bersih sebesar Rp 172,6 miliar.

Analisis Teknikal

SIMP secara teknikal bergerak konsolidasi, volume naik signifikan dan stochastic golden cross di area oversold. Ada potensi untuk SIMP menguji resistance terdekat di sekitar level 468, cut loss jika break di level 444.

6. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk – LSIP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham LSIP masih terdepresiasi 5% dalam 1 tahun terakhir per tanggal 21 Januari 2022 pada harga Rp1.205 per lembar sahamnya;
  • Saham LSIP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp22 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham LSIP dalam 30 hari terakhir mencapai 3.555.948 lot;
  • Kinerja LSIP pada Kuartal III-2021 kemarin berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 752,3 miliar. Laba bersih tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 277,1 miliar.

Analisis Teknikal

LSIP bergerak konsolidasi dalam trend jangka pendeknya, ditutup di atas MA 5 dan MA 20 nya. Stochastic masih bergerak naik dan MACD sudah menuju ke level positif. Resistance terdekat pada level 1250, cut loss jika break level 1175.


Riset oleh Tim Financial Expert Ajaib:

  • Yazid Muamar
  • Chisty Maryani
  • Fadli Julian

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait