Analisa Saham

Bedah Saham IPO ADCP, Fokus Pengembangan Hunian

Sumber: Adhi Commuter Properti

Ajaib.co.id – Demi mengurangi emisi karbon, sejumlah kota besar di dunia sudah melakukan perubahan mendasar dalam rencana tata kota mereka, sekarang ini mulai muncul istilah Transit Oriented Development (TOD), TOD merupakan solusi bagi kota besar untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan kebutuhan kendaraan pribadi untuk mencapai tujuan mereka.

Dengan adanya konsep kawasan TOD, pemerintah akan mengintegrasikan kawasan hunian dan perdagangan dengan jaringan transit yang terintegrasi. Perseroan yang akan melantai satu ini merupakan salah satu pengembang kawasan dengan konsep TOD.

Profil Singkat Emiten

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) merupakan anak usaha Adhi Grup yang bergerak dibidang perhotelan dan real estate, perseroan membagi lini bisnis nya menjadi dua hal yaitu recurring income dan properti. Bisnis recurring income perseroan adalah pengembangan hotel, perkantoran, komersil, dan bisnis sewa lainnya. Sementara bisnis properti perseroan adalah bisnis jual perkantoran dan yang terbaru adalah LRT City yaitu ADHI City.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Adhi Karya (Persero) Tbk (99,99%), dan Koperasi Jasa Adhi Sejahtera (0,0005%).

Detail Rencana IPO Saham ADCP

Saham ADCP melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan 8.011.204.500 saham atas nama dengan nominal Rp100 setiap lembar saham, atau sama dengan 28,66% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp130 – Rp200. 

Prakiraan struktur pemegang saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (71,40%), Koperasi Jasa Adhi Sejahtera (0,0%), dan Masyarakat (28,60%).

Penjamin pelaksana emisi efek ADCP adalah PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas . Sedangkan penjamin emisi efek akan segera ditentukan kemudian.

Jadwal Penawaran Saham

Jadwal penawaran saham berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 12 November – 10 Desember 2021
  • Perkiraan Tanggal Efektif : 23 Desember 2021
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum : 20 Desember 2021 – 3 Januari 2022
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan : 3 Januari 2022
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham : 4 Januari 2022
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) : 4 Januari 2022

Rencana Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan prospektus saham IPO ADCP, dana yang dihimpun dari kegiatan initial public offering (IPO), setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan berbagai hal, yaitu: sejumlah 45% digunakan untuk pengembangan proyek yang sudah berjalan dan proyek yang mendapatkan pendapatan berulang, sekitar 35% digunakan untuk pengembangan lahan baru, dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok surat utang Serie A.

Kinerja Laporan Keuangan ADPC

Prospektus saham ADPC menunjukkan kinerja yang cukup positif. Terlihat kenaikan laba bersih pada periode 30 Juni 2021 dimana dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terdapat kenaikan sebesar 8.944,42%, hal ini dikarenakan adanya laba sebelum pajak yang terjadi selama periode 6 bulan tahun 2021.

Rasio Keuangan ADPC

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham IPO ADCP selama bulan Desember 2018 hingga kinerja Juni 2021:

Data di atas menunjukkan bahwa ADCP secara fundamental menunjukan pertumbuhan yang bersifat fluktuatif. Dari rasio pertumbuhan, rasio usaha hingga keuangan mencerminkan kinerja yang cukup positif.

Kebijakan Dividen ADCP

Prospektus saham IPO ADCP menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen saham ADCP, dengan skema yang belum ditentukan.

Prospek Bisnis ADCP

Project dari ADCP

Sumber: Prospektus Saham ADCP

Sebagai wujud nyata kesepakatan penurunan emisi karbon, pemerintah di dunia, khususnya Indonesia mulai fokus untuk membuat kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), tujuan pembangunan kawasan TOD ini adalah agar masyarakat tidak terlalu bergantung kepada kendaraan pribadi lagi, terutama para pekerja yang rumahnya berada di wilayah Jabodetabek dan kerja di Jakarta.

Selain pengembang swasta, pemerintah juga mempercayakan BUMN melalui ADCP untuk mengembangkan kawasan ini. Tentu ini menandakan bahwa perusahaan memiliki prospek masa depan yang cukup baik, mengingat pertumbuhan penduduk akan terus meningkat, dan wilayah Jakarta yang semakin mahal menjadikan mau tidak mau masyarakat mulai mencari opsi tempat tinggal di wilayah sekitar Jakarta namun dengan akses yang memadai.

Selain pengembangan wilayah, ADCP juga memiliki unit bisnis yang memiliki sifat recurring income, atau yang memberikan pendapatan secara berulang. sehingga ADCP kedepannya tetap mendapatkan pemasukan usaha.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO ADCP, perseroan memiliki fundamental yang cukup bagus, selain itu melihat trend pertumbuhan di Indonesia dan trend harga properti di daerah Jabodetabek, konsep hunian TOD akan menjadi cukup populer kedepannya dengan catatan pembangunan transportasinya dapat berjalan dengan baik. 

Dengan prospek yang bagus, maka saham IPO ADCP ini menarik untuk dimasukan kedalam watchlist teman-teman.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait