Analisis Saham

Bedah Saham ADCP di 2024, Layakkah Dikoleksi?

Bedah Saham ADCP di 2024, Layakkah Dikoleksi?

Ajaib.co.id – Demi mengurangi emisi karbon, sejumlah kota besar di dunia sudah melakukan perubahan mendasar dalam rencana tata kota mereka, sekarang ini mulai muncul istilah Transit Oriented Development (TOD), TOD merupakan solusi bagi kota besar untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan kebutuhan kendaraan pribadi untuk mencapai tujuan mereka. Salah satu perusahaan yang menawarkan TOD ini adalah PT Adhi Commuter Properti Tbk (saham ADCP).

Dengan adanya konsep kawasan TOD, pemerintah akan mengintegrasikan kawasan hunian dan perdagangan dengan jaringan transit yang terintegrasi. Perseroan yang akan melantai satu ini merupakan salah satu pengembang kawasan dengan konsep TOD.

Profil Singkat Emiten

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) bergerak di bidang perhotelan dan real estate yang merupakan anak usaha Adhi Grup. Perseroan ini membagi lini bisnis nya menjadi dua hal yaitu recurring income dan properti. Bisnis recurring income perseroan adalah pengembangan hotel, perkantoran, komersil, dan bisnis sewa lainnya. Sementara bisnis properti perseroan adalah bisnis jual perkantoran dan yang terbaru adalah LRT City yaitu ADHI City.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Adhi Karya (Persero) Tbk (99,99%), dan Koperasi Jasa Adhi Sejahtera (0,0005%).

Saham ADCP melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan 8.011.204.500 saham atas nama dengan nominal Rp100 setiap lembar saham, atau sama dengan 28,66% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawarannya sebesar Rp130 – Rp200. Sedangkan harga saham ADCP hari ini (23 Jan 2024) berada di level Rp50.

Penjamin pelaksana emisi efek ADCP adalah PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas . Sedangkan penjamin emisi efek akan segera ditentukan kemudian.

Kinerja Laporan Keuangan ADCP

Prospektus saham ADCP menunjukkan kinerja yang cukup positif. Terlihat kenaikan laba bersih pada periode 30 Juni 2021 dimana dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terdapat kenaikan sebesar 8.944,42%, hal ini dikarenakan adanya laba sebelum pajak yang terjadi selama periode 6 bulan tahun 2021.

KomponenQ3 20232022202120202019
Total Pendapatan78,33 miliar592,68 miliar563,68 miliar977,22 miliar808,89 miliar
Laba Kotor25,03 miliar152,63 miliar146686,25175,61 miliar205,63 miliar
Laba Bersih5,55 miliar105,01 miliar130,36 miliar133,25 miliar150,31 miliar
Total Aset6,39 triliun6,32 triliun5,97 triliun4,67 triliun4,36 triliun
Total Liabilitas3,90 triliun3,86 triliun3,87 triliun2,70 triliun2,15 triliun
Total Ekuitas2,48 triliun2,45 triliun2,10 triliun1,96 triliun2,21 triliun

Rasio Keuangan ADCP

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham ADCP per Q3 2023.

RasioQ3 2022Q3 2023
Return on Equity (RoE)0,58%0,22%
Return on Assets (RoA)0,25%0,08%
Gross Profit Margin (GPM)23,73%27,52%
Operating Profit Margin (OPM)16,03%18,78%
Net Profit Margin (NPM)12,29%9,09%
Current Ratio (CR)128,56%122,34%
Debt to Equity Ratio (DER)152%157%

Data di atas menunjukkan bahwa ADCP secara fundamental menunjukan sedikit penurunan, termasuk ROE dan ROAnya.

Kebijakan Dividen ADCP

Prospektus saham IPO ADCP menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen saham ADCP, dengan skema yang belum ditentukan.

TahunDividenImbal Hasil
20221,171,56%

Dividen ADCP pun pertama kali dibagikan pada 2022 lalu atas laba bersih tahun buku 2021. Pada tahun 2022 lalu, jumlah dividen yang dibagikan sebesar Rp26,07 miliar, setara dengan rasio pembagian dividen 20% dari laba bersih tahun buku 2021, sehingga setiap pemegang saham akan memperoleh Rp1,17 per saham.

Sedangkan di tahun 2023 ini, saham ADCP memutuskan absen dalam membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2022 kepada para pemegang saham. Hal itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2022. ADCP membukukan laba sebesar Rp105,01 miliar. Dari jumlah itu, sebesar 80% atau Rp84,01 miliar  digunakan untuk penguatan kinerja. Sementara sisanya Rp21 miliar sebagai cadangan wajib. 

Prospek Bisnis ADCP

Sebagai wujud nyata kesepakatan penurunan emisi karbon, pemerintah di dunia, khususnya Indonesia mulai fokus untuk membuat kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), tujuan pembangunan kawasan TOD ini adalah agar masyarakat tidak terlalu bergantung kepada kendaraan pribadi lagi, terutama para pekerja yang rumahnya berada di wilayah Jabodetabek dan kerja di Jakarta.

Selain pengembang swasta, pemerintah juga mempercayakan BUMN melalui ADCP untuk mengembangkan kawasan ini. Tentu ini menandakan bahwa perusahaan memiliki prospek masa depan yang cukup baik, mengingat pertumbuhan penduduk akan terus meningkat, dan wilayah Jakarta yang semakin mahal menjadikan mau tidak mau masyarakat mulai mencari opsi tempat tinggal di wilayah sekitar Jakarta namun dengan akses yang memadai.

Selain pengembangan wilayah, ADCP juga memiliki unit bisnis yang memiliki sifat recurring income, atau yang memberikan pendapatan secara berulang. sehingga ADCP kedepannya tetap mendapatkan pemasukan usaha.

Rekomendasi Saham ADCP

Dilansir dari Kontan, kinerja PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) diperkirakan masih akan terseok-seok. Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat, tren kinerja ADCP saat ini sedang mengalami penurunan.

Melansir laporan keuangan, pendapatan ADCP per kuartal III senilai Rp 228,7 miliar, turun 31,49% secara tahunan. Sedangkan, laba bersih ADCP tercatat Rp26,26 miliar hingga kuartal III-2023, turun 49,32% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp51,82 miliar.

Per kuartal III-2023, ADCP juga mampu mengumpulkan marketing sales hampir Rp 700 miliar.  Dapat disimpulkan bahwa tren kinerja fundamental menurun dan secara valuasi relatif tinggi.

Menurut Nafan, ADCP perlu meningkatkan kembali kinerja okupansi hunian berkonsep transit oriented development (TOD) yang disertai kawasan komersial. Konsep hunian ini menjadi salah satu fokus proyek ADCP hingga saat ini. Hal tersebut harus dilakukan agar kinerja ADCP bisa membaik di tahun depan.

Namun, Nafan menyarankan investor tetap harus mencermati hasil kinerja ADCP di kuartal I 2024 nanti sebelum memutuskan berinvestasi di ADCP. Nafan pun belum merekomendasikan saham ADCP.

Sedangkan, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat menjelaksan secara teknikal, pergerakan ADCP saat ini berada di fase sideways dalam jangka pendek. Menurut Herditya, pergerakan indikator MACD masih berada di area negatif, namun mulai menyempit dan berpeluang terjadinya golden cross. Herditya pun merekomendasikan speculative buy untuk ADCP. 

Mulai Investasi di Ajaib Sekuritas Sekarang!

Sebagai aplikasi Pilihan #1 Investor Indonesia, Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman trading yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di saham, reksa dana, hingga Aset Kripto di platform Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online.

Ada berbagai fitur menarik yang tersedia untuk membantu Anda memaksimalkan potensi profit dari trading saham, salah satunya X-TRA Day Trading. Anda dapat menikmati X-TRA buying power hingga 7x lipat untuk maksimalkan potensi cuan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang! Untuk investor crypto, Anda juga dapat mendownload aplikasi trading Ajaib Kripto di Play Store dan App Store.


DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait