Saham

Averaging Up dan Averaging Down, Cara Perbaiki Investasi Saham

Ajaib.co.idAveraging up dan averaging down merupakan strategi yang dapat digunakan untuk memperbaiki nilai investasi saham dan mendapatkan keuntungan yang ditargetkan. Selain untuk investasi saham, strategi ini juga dapat diaplikasikan pada investasi Reksa Dana.

Bagi kamu yang telah berkecimpung dalam investasi saham, tentu pernah mengalami situasi saat harga saham yang kamu miliki mengalami koreksi. Walaupun kamu sudah melakukan analisis dan harga saham yang dibeli sudah sangat murah, namun selalu ada kemungkinan harga saham tersebut mengalami koreksi yang lebih dalam.

Jika harga saham yang kamu miliki terus mengalami koreksi, sedangkan fundamental perusahaannya bagus dan kamu yakin harganya akan naik, strategi apa yang dapat dilakukan?

Sebaliknya, jika harga saham yang kamu miliki terus melonjak, sedangkan jumlah lot yang kamu miliki sangat sedikit, bagaimana cara menambahnya?

Untuk mencapai kesuksesan dalam bursa saham, perlu diterapkan formulasi strategi yang tepat. Salah satunya adalah money management dan teknik averaging up dan averaging down. Bagaimana caranya?

Money Management

Bursa saham merupakan tempat untuk mencari keuntungan. Apakah ini artinya semua orang pasti untung di bursa saham? Tentu saja tidak.

Ada sebagian orang yang mengalami kerugian. Seperti sebuah kompetisi, yang menang adalah orang dengan strategi paling tepat.

Berdasarkan analisis Creative-trader, jika investasi saham diibaratkan lomba lari, maka ini bukan lomba lari jarak pendek 100 meter, melainkan lomba lari marathon. Dibutuhkan beberapa faktor untuk dapat sampai menuju garis finish, antara lain mental pemenang, sepatu terbaik, serta ritme pernafasan. Ritme pernapasan sangat penting agar pelari tidak kehabisan napas di tengah jalan, padahal garis finish masih jauh.

Dalam investasi saham, money management memiliki peranan seperti ritme pernapasan bagi pelari tersebut. Dengan adanya money management, seorang investor atau traderdapat tetap bertahan sampai garis finish.

Money management adalah strategi yang digunakan untuk mengatur modal saat membeli saham. Strategi ini termasuk bagian dari manajemen risiko dalam investasi saham. Tujuannya adalah untuk membatasi potensi kerugian yang mungkin terjadi dengan melakukan pembelian saham dengan cara dicicil, tidak sekaligus menggunakan seluruh modal yang dimiliki.

Konsep dasar dari money management adalah do not put all eggs in one basket. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Meskipun kita sudah melakukan analisis fundamental, teknikal, dan lainnya, tetap ada kemungkinan situasi yang terjadi berbeda dengan yang diinginkan.

Sebelum melakukan transaksi pembelian saham, sebaiknya kita sudah menetapkan rencana money management. Hindari menggunakan seluruh modal yang dimiliki untuk membeli saham dalam satu waktu tanpa perencanaan. Hal tersebut sangat riskan untuk mengendalikan fear & greed.

Jika harga saham tersebut naik, tentu kita akan senang luar biasa karena semua modal sudah ditanamkan di sana. Akan muncul perasaan greed atau tamak dan menunggu harga sahamnya terus naik. Padahal kita tahu harga saham kadang naik dan kadang koreksi.

Sebaliknya, jika ternyata harga saham turun, padahal kita telah membelinya dengan seluruh modal yang dimiliki, maka perasaan fear yang besar akan muncul. Kondisi ini rentan membuat seorang investor atau trader tidak dapat berpikir jernih. Sehingga keputusan yang diambil berikutnya berdasarkan kepanikan sesaat.

Dengan strategi money management, kita telah menentukan di awal berapa alokasi dana yang akan digunakan untuk membeli suatu saham, di poin berapa kita akan melakukan pembelian, kapan saatnya taking profit, dan kapan harus stop loss. Kita dapat menggunakan metode averaging up dan averaging down sesuai rencana yang telah ditentukan tersebut.

Cara Averaging Up dan Averaging Down

Averaging down adalah strategi yang digunakan untuk investasi saham dengan cara melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham mengalami koreksi. Hal ini dilakukan agar harga rata-rata pembelian suatu saham menjadi lebih murah, sehingga ketika harganya naik kembali dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar.

Sedangkan averaging up adalah pembelian saham secara bertahap di harga yang lebih tinggi dari harga pembelian sebelumnya, namun masih dalam kisaran harga yang telah ditentukan dalam strategi money management.

Jadi, averaging up dilakukan bukan semata-mata untuk menambah jumlah lot yang dimiliki untuk menambah keuntungan, namun sebaiknya memang sudah direncanakan sejak awal.

Para investor pemula kerap melakukan kesalahan dalam menerapkan averaging up dan averaging down. Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:

1.     Melakukan averaging down dengan selisih harga yang tidak jauh berbeda. Sehingga harga rata-rata investasi tidak menurun secara signifikan.

2.     Terlalu sering melakukan averaging down sampai tidak sadar alokasi modal yang digunakan sudah terlalu besar untuk satu saham tersebut.

3.     Melakukan averaging up dengan selisih harga yang terlalu tinggi. Sehingga harga rata-rata investasi menjadi meningkat signifikan. Padahal belum tentu harga saham akan naik terus. Ketika harga mengalami koreksi, floating profit yang telah didapatkan sebelumnya dapat berbalik menjadi floating loss.

4.     Tidak menentukan titik stop loss. Sehingga ketika harga terus turun akan semakin panik dan terus melakukan averaging down.

Cara averaging down dan averaging up yang tepat adalah dengan membuat trading plan atau investing plan dan disiplin untuk mematuhi rencana yang telah dibuat. Setelah memutuskan untuk membeli saham apa, maka langkah selanjutnya adalah menentukan berapa alokasi modal yang akan digunakan untuk membeli saham tersebut. Misalnya, 30% dari keseluruhan modal yang dimiliki.

Kemudian tentukan berapa range harga pembelian yang akan kita lakukan dan di poin-poin harga berapa saja kita akan melakukan pembelian. Tentukan juga berapa lot yang akan dibeli pada setiap transaksi pembelian.

Jika harga terus melonjak di atas kisaran harga yang telah ditentukan padahal jumlah lot yang dibeli belum mencapai target, tidak perlu memaksakan diri untuk tetap membeli di harga tinggi.

Tentukan target keuntungan dan titik stop loss. Rencanakan hal ini sejak awal untuk menjaga kondisi psikologis tetap tenang saat investasi saham. Lakukan penjualan saham secara bertahap juga saat mencapai keuntungan yang diharapkan.

Strategi money managementserta averaging up dan averaging down sebenarnya tidak sulit. Namun tantangannya adalah disiplin mematuhi rencana yang telah dibuat. Sabar dan tetap tenang adalah kunci kesuksesan untuk menerapkan strategi ini.

Artikel Terkait