8 Pertanyaan Tentang Pajak Mengenai Pengisian e-Filing

pengisian e-filing
pengertian e-filing

Delapan pertanyaan tentang pajak ini mempermudah kamu dalam pengisian e-Filing. Untuk mengetahuinya, simak ulasan dari redaksi Ajaib berikut ini.

Awal tahun, Wajib Pajak menerima bukti potong pajak. Selanjutnya mereka harus melaporkannya. Saat ini, lapor pajak yang paling mudah dengan menggunakan e-Filing. Tetapi tak sedikit yang kurang mengerti sistem tersebut. Banyak pertanyaan tentang pajak dan pengisian e-Filing.

Ketika kamu sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi menerima Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) 21, yang harus dilakukan adalah melaporkan pajak. Pelaporan pajak bisa dilakukan dua cara:

Secara Manual

Kamu harus mengisi formulir SPT Tahunan dan menyerahkannya ke Kantor Pajak Pratama (KPP) terdekat atau boks yang disediakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di tempat-tempat tertentu.

Pengisian e-Filing

Cukup membuka laman DJP Online, kamu bisa mengisi SPT Tahunan dan mengirimkannya. Terkadang proses pengisian e-Filing menghadapi beberapa kendala. Sehingga banyak pertanyaan tentang pajak khususnya e-Filing.

Pertanyaan Tentang Pajak dan Pengisian e-Filing

Buat Wajib Pajak yang pertama kali menerima bukti potong pajak, terkadang bingung bagaimana cara melaporkan pajak. Apalagi jika harus melakukan pengisian e-Filing. Berbagai macam pertanyaan pun diajukan ke bagian personalia. Untuk memudahkan pengisian e-Filing, berikut ini pertanyaan tentang pajak yang sering dilontarkan oleh Wajib Pajak.

Apa itu e-Filing Pajak?

Menurut DJP, e-Filing merupakan cara menyampaikan SPT pajak melalui sistem daring atau online pada laman DJP Online, Penyedia Layanan SPT Elektronik, atau Application Service Provider (ASP) yang telah bekerjasama dengan DJP (online-pajak.com, klikpajak.id, spt.co.id, aspbni.bni.co.id, eform.bri.co.id, dan lainnya). Karena bersifat daring, sistem ini akan menyimpan aktivitas Wajib Pajak sejak mulai mengakses laman hingga keluar secara real time.

Siapa Saja yang Bisa Mengakses e-Filing?

Pertanyaan tentang pajak selanjutnya adalah siapa yang menggunakan e-Filing? Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan formulir SPT 1770, 1770S, dan 1770SS. Ketiganya adalah formulir untuk PPh 21. dan Wajib Pajak Badan dengan formulir SPT 1771.

Apa Saja Syarat Pengisian e-Filing?

Wajib pajak harus memiliki: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), EFIN, akun di laman DJP, formulir SPT Pribadi (untuk pajak pribadi), serta bukti potong 1721-A1 (untuk karyawan swasta) atau 1721-A2 (khusus pegawai negeri).

Buat kamu yang belum memiliki EFIN, lapor pajak hanya bisa dilakukan secara manual. Jika ingin menggunakan sistem e-Filing, kamu harus membuat EFIN. Caranya:

  • Wajib Pajak mengajukan permohonan aktivasi EFIN di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat.
  • Membawa KTP dan NPWP buat WNI atau membawa KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi WNA.
  • Wajib Pajak harus mengisi formulir permohonan dan menandatanganinya. Formulir permohonan dapat diunduh di DJP Online.
  • Menulis email aktif sebagai alamat pelaporan pajak secara elektronik.
  • Setelah mendapatkan EFIN, registrasi di DJP Online.

Bagaimana Pengisian e-Filing

Pertanyaan tentang pajak yang paling sering diutarakan adalah bagaimana mengisi e-Filing? Rumit? Tidak sama sekali. Karena banyak informasi yang diberikan oleh pihak DJP dan provider aplikasi pajak daring kepada Wajib Pajak. Secara garis besar, pengisian e-Filing adalah:

  • Ketika kamu sudah mendapatkan Bukti Pemotongan PPh 21 (formulir 1721-A1 atau 1721-A2), segera lapor pajak dengan cara login ke DJP Online dengan memasukkan nomor NPWP dan password. Lakukan pengisian e-Filing sesuai petunjuk yang tertera di laman DJP Online.
  • Isi formulir SPT atau e-SPT 1770, 1770S, atau 1770SS dengan benar dan lengkap. Siapkan Bukti Pemotongan PPh 21, karena hal itu menjadi dasar pengisian e-Filing dan siapkan pula dokumen pendukung lainnya. Terutama yang berkaitan dengan harta dan/atau penghasilan tambahan.
  • Pelaporan SPT e-Filing ada tiga jenis cara lapor pajak, yaitu mengisi formulir tanpa panduan, mengisi dengan panduan, dan mengunggah file e-form ke DJP Online.
  • Setelah mengisi formulir, klik Kode Verifikasi yang akan dikirimkan sistem ke email-mu. Buka email, masukkan kode ke SPT, dan kirim. Selama tidak mengirimkan SPT, kamu dianggap tidak melakukan lapor pajak.
  • Sistem e-Filing akan mengirimkan email notifikasi dan bukti penerimaan elektronik laporan SPT.

Bagaimana Cara Mengedit SPT yang Salah?

Apabila saya memasukkan angka? Bagaimana cara mengeditnya? Pertanyaan tentang pajak semacam itu juga sering terlontar dari Wajib Pajak. Solusi salah ketik untuk SPT Tahunan adalah melakukan Pembetulan Ke-1.

Kenapa e-Filing Tidak Bisa Diakses?

Ingin lapor SPT tetapi e-Filing DJP Online tidak bisa diakses? Hal itu wajar. Karena banyak Wajib Pajak yang melaporkan SPT, sehingga menyebabkan lama DJP Online down atau out of service. Sabar. Kamu bisa mengulanginya beberapa jam atau hari.

Apakah Harus Membayar Pajak?

Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki SPT Tahunan tidak selalu harus membayar pajak (PPh). Tetapi jika pada formulir induk terdapat PPh Kurang Bayar (kolom PPh Kurang/Lebih Bayar), ia harus membayar kekurangannya. Jika ada kelebihan bayar, pihak DJP akan mengembalikannya.

Kekurangan pajak dapat dibayarkan Wajib Pajak ke bank yang ditunjuk pemerintah dan kantor Pos Indonesia. Penyetoran pajak menggunakan formulir Surat Setoran Pajak (SSP). Isi semua kolom dengan benar dan jelas.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Lapor Pajak?

Pertanyaan tentang pajak yang terakhir adalah “Apa yang terjadi kalau tidak melaporkan pajak? Apakah ada denda atau ini hanya formalitas?”. Wajib Pajak yang tidak lapor atau terlambat lapor pajak akan memperoleh sanksi, berdasarkan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Sanksi tidak lapor pajak adalah 1) Sanksi administrasi. Denda Rp100 ribu buat SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi dan denda Rp1 juta untuk SPT Tahunan Wajib Pajak Badan. 2) Sanksi pidana. Denda 100 persen sampai 400 persen dari pajak terutang, sanksi pencegahan, dan sanksi penjara.

Kalau tidak ingin kena denda, lapor dan/atau lapor pajak tepat waktu. Wajib Pajak Orang Pribadi dengan yang dikenakan PPh adalah tiga bulan setelah akhir tahun pajak atau 31 Maret.

Itulah delapan pertanyaan tentang pajak mengenai pengisian e-Filing dan hal-hal yang berhubungan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang pajak, kamu bisa menghubungi Kring Pajak melalui telepon dan Twitter.

Bacaan menarik lainnya:

Nasucha, Chaizi. 2004, Reformasi Administrasi Publik. PT Grasindo: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait