Investor Pemula, Saham

4 Cara Investasi Saham Biar Untung bagi Investor Pemula

4 Cara Investasi Saham Biar Untung bagi Investor Pemula

Ajaib.co.id – Saham merupakan instrumen keuangan yang paling memberikan keuntungan tinggi dibandingkan lainnya. Cara investasi saham sendiri cukup mudah. Cukup dengan membelinya di bursa dan kamu resmi menjadi pemegang saham atas sebuah perusahaan.

Selain kamu butuh persiapan dana dengan jumlah tertentu, kamu juga harus cerdas memilih saham mana yang menguntungkan atau perusahaan yang sahamnya menjanjikan kinerja positif. Seluk-beluk itulah yang biasanya tidak sanggup dilakukan investor pemula. Hasilnya, banyak yang enggan membuka rekening saham dan mulai berinvestasi.

Namun kini ada banyak cara dan trik berinvestasi saham bagi pemula agar tetap mendulang keuntungan. Mungkin hasilnya tak akan sejor-joran Warren Buffet, namun paling tidak kamu sudah memulai langkah awal mewujudkan stabilitas finansial lewat investasi.

Tentu saja kamu harus membekali diri dengan pengetahuan dasar berinvestasi di pasar modal. Perlu kamu tahu bahwa sebuah perusahaan menerbitkan saham untuk mencari pendanaan untuk operasional aktivitasnya.

Dana yang kamu ‘pinjamkan’ pada perusahaan saat penawaran perdana (IPO) itulah kemudian yang digunakan perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Tentu saja setelah perusahaan memperoleh untung, kamu akan diberikan imbalan berupa keuntungan selaku pemegang saham dalam bentuk dividen.

Dengan menjadi pemegang saham, dapat dikatakan bahwa kamu memiliki klaim atas pendapatan perusahaan tersebut baik untung maupun rugi, aset perusahaan, serta akan diundang dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pertemuan rutin dalam RUPS ini nantinya akan menjadi kesempatan untuk menguraikan kondisi terkini bisnis maupun membagikan laba hasil perusahaan. Seorang investor saham akan memperoleh keuntungan dengan dua cara berbeda yakni dividen dan capital gain.

Dividen adalah keuntungan yang dihasilkan perusahaan dan dibagikan setelah adanya kesepakatan para pemegang saham dalam RUPS. Meski demikian, seseorang harus memilikinya pada waktu tertentu (cum dividen) baru bisa diakui dan mendapatkan dividen.

Bentuk dividen sendiri bisa berupa uang tunai dengan besaran yang berbeda dan dapat berupa saham. Dividen berupa saham tentunya akan menambah jumlah saham yang dimiliki dan meningkatkan nilai investasi yang dilakukan.

Sedangkan capital gain merupakan selisih harga jual dan harga beli suatu emiten yang didapatkan oleh investor saham. Berbeda dari dividen, keuntungan ini bisa langsung didapatkan dalam jangka pendek melalui trading saham. Banyak investor yang sukses dalam dunia saham karena jeli menentukan kapan harus membeli dan menjual saham miliknya.

Untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin tentunya kamu harus tahu cara investasi saham terbaik. Kamu tak perlu khawatir karena orang awam seperti kamu pun berpeluang mendapatkan keuntungan tersebut jika menerapkan metode yang tepat.

Cara Investasi Saham yang Jitu, Tak Perlu Modal Besar Asal Tahu Kiatnya

Semakin dini berinvestasi, kamu akan meraup untung semakin besar. Hal itu juga berlaku untuk investasi saham. Ingin menambah pendapatan bulanan dengan saham? Begini cara investasi saham!

Sekilas investasi saham terlihat rumit. Kenyataannya tidak demikian. Untuk bisa berinvestasi di ranah ini, kamu perlu memiliki rekening efek. Sebenernya cara investasi saham sama seperti membuka buku tabungan.

Pertama, mendatangi perusahaan sekuritas dan mengikuti langkah-langkahnya. Kenapa harus ke perusahaan sekuritas? Karena mereka yang akan melakukan jual beli saham di Bursa Efek Indonesia, tentunya berdasarkan saham pilihan kamu. Pilih perusahaan sekuritas yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setelah mengantongi rekening efek, saatnya berinvestasi di lantai bursa. Saat ini, perusahaan sekuritas memiliki aplikasi saham yang bisa diakses melalui komputer maupun ponsel pintar.

Pihak sekuritas juga akan menjelaskan cara investasi saham, tips membeli dan menjual saham, serta cara mengoperasikan aplikasi saham. Biasanya aplikasi memuat berita bisnis dan keuangan terkini. Jadi kamu bisa melihat kondisi pasar.

Kedua, Indeks LQ45. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghimpun saham unggulan (blue chip) enam bulan sekali. Saham unggulan merupakan saham dengan kapitalisasi pasar tinggi dari keseluruhan saham di BEI dan kinerja perusahaan positif. Sampai dengan Juni 2019 terdapat 633 saham di BEI.

Indeks ini juga mempermudah investor memilih dan membandingkan saham. Mau beli lembar saham blue chip silakan, beli saham second liner bisa. Menjual saham saat harga naik padahal baru seminggu juga tidak dilarang. Boleh saja meraup untung dari investasi ini, tetapi perlu diingat apa tujuan investasi, modal yang dimiliki, plus situasi pasar terkini.

Ketiga, belajar dari ahli. Hal tak kalah penting adalah “mengintip”cara investasi saham dari ahlinya. Kamu bisa belajar dari buku ekonomi yang mengulas dunia pasar modal, mengobrol dengan sang ahli di seminar, atau bertukar pengalaman dengan teman sesama investor.

Jika memerlukan konsultasi tentang perencanaan keuangan, kenapa tidak? Kamu harus memperoleh informasi sebanyak-banyaknya. Karena hal ini menyangkut uang yang kamu investasikan. Dengan demikian kamu punya perspektif lebih luas mengenai saham dan hal-hal terkait ekonomi.

Keempat, analisis teknikal dan fundamental. Seperti apa cara investasi saham kamu? Pelajarilah analisis teknikal dan fundamental. Ini penting, loh! Apalagi kamu ingin meraup cuan lebih banyak dari saham.

Analisa teknikal lebih banyak digunakan untuk investor aktif di pasar modal atau untuk investasi dalam jangka pendek.

Karena analisis akan melihat data historis pergerakan harga saham, volume perdagangan, dan indikator pasar sebagai bahan pertimbangan membeli dan menjual saham.

Sedangkan analisis fundamental akan memperhatikan kondisi ekonomi, industri secara keseluruhan, dan kondisi perusahaan. Teknik ini cenderung mempertimbangkan kinerja dan proyeksi perusahaan dalam memperkirakan harga saham. Investor saham yang memakai analisis ini tak ingin berinvestasi saham “gorengan” dan cocok bagi yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Namun perlu diingat, apapun cara investasi saham yang kamu terapkan tetap memiliki risiko tersendiri. Risiko ini tak bisa dihapuskan namun hanya bisa diminimalisir. Investasi saham sendiri sudah dipahami bersama sebagai jenis investasi dengan risiko paling tinggi.

Namun risikonya jelas sepadan dengan peluang keuntungannya karena nyatanya banyak yang terus tertarik dengan dinamika pasar modal ini. Pastikan kamu paham apa saja risiko di balik sebuah investasi saham sebelum ikut serta di dalamnya.

Tak ada investasi yang tidak memiliki risiko. Dan hati-hati terhadap “investasi bodong” yang mengiming-imingi laba tinggi dalam waktu singkat.

#Risiko Investasi Saham yang Wajib Diketahui

Selalu ada kemungkinan kamu kehilangan uangmu dalam berinvestasi. Peluangnya sama dengan meningkatnya nilai uangmu dalam investasi yang kamu lakukan. Dalam dunia saham, kamu bisa bangkrut atau kaya seketika hanya dalam satu malam. Namun kamu bisa menghindarinya jika memahami jenis risiko investasi saham di bawah ini.

  • Capital Loss

Risiko ini adalah tandingan dari capital gain yang telah kita bahas lebih dulu di atas. Kamu akan merasakannya ketika harga sahammu terus turun dan kamu menjualnya lebih rendah dari harga beli sebelumnya. Biasanya investor melakukannya karena performa saham tersebut terus memburuk di lantai bursa efek tanpa indikasi perbaikan kinerja dan harga saham turun terus.

Agar tak merugi terlalu banyak, biasanya para investor akan menjual sahamnya sesegera mungkin. Kerugian inilah yang dinamakan sebagai capital loss, sesuatu yang dilakukan untuk mencegah kehilangan uang lebih banyak lagi.

Fluktuasi harga saham sendiri terjadi setiap hari tanpa henti. Sama seperti aturan dasar ekonomi, perubahan harga terjadi karena faktor permintaan dan penawaran emiten tersebut. Saham perusahaan dengan kinerja positif dan stabil tentunya lebih mahal.

Ada banyak faktor lain yang menetukan harga suatu saham di pasar modal antara lain industri perusahaan, tingkat suku bunga suatu negara, inflasi maupun nilai tukar mata uang yang berlaku. Aspek politik dan global juga memiliki pengaruh yang signifikan pada pasar modal dan harga saham. Salah satunya seperti perang dagang negara maupun isu terorisme dan sosial politik.

  • Likuidasi

Risiko berikutnya yang mungkin dihadapi oleh seorang investor saham adalah likuidasi perusahaan. Hal ini terjadi apabila perusahaan tempatmu menjadi pemegang aham dinyatakan bankrut oleh pengadilan atau bahkan dibubarkan karena berbagai alasan. Ketika suatu perusahaan dibubarkan ada banyak kewajiban yang harus dipenuhi.

Hak klaim pemegang saham sendiri menjadi kebutuhan terakhir yang harus dipenuhi dari hasil penjual aset perusahaan, jika memungkinkan dan sesuai dengan regulasi. Dalam banyak kasus, seringkali tak ada yang tersisa untuk dibagikan. Namun jika ada maka pemegang saham akan mendapatkannya secara proporsional.

Untuk mencegah hal ini, penting sekali bagi seorang pemegang saham memantau dengan benar kinerja bisnisnya. Kesalahan fatal yang terjadi bisa berakibat hilangnya semua uang yang ditanamkan dan rugi besar.

Jika kamu sudah paham dengan risiko yang ada dan menerapkan cara investasi saham jitu ala Ajaib, maka paling tidak kamu sudah berusaha melindungi investasimu. Selanjutnya, tinggal nikmati dinamika pasar saham dan nikmati hasilnya nanti.

Artikel Terkait