Investor Pemula, Saham

Tipe-Tipe Trader Saham, Manakah Kamu?

Tipe trader saham akan menentukan “cara main”, toleransi risiko, dan lain-lainnya. Sebelum mulai investasi apapun, penting untuk mengetahui kamu tipe investor atau trader yang seperti apa, tak terkecuali saham.

Bursa saham membuka peluang sangat luas bagi siapa saja untuk menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Cara yang ditempuh untuk mendapatkan keuntungan itu pun bermacam-macam. Setiap orang dapat “membuat” sendiri cara atau strategi mendulang cuan yang paling menguntungkan dan paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Bermacam-macam strategi ini melahirkan beberapa kategori tipe trader saham.

Bursa saham membuka peluang sangat luas bagi siapa saja untuk menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Cara yang ditempuh untuk mendapatkan keuntungan itu pun bermacam-macam. Setiap orang dapat “membuat” sendiri cara atau strategi mendulang cuan yang paling menguntungkan dan paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Bermacam-macam strategi ini melahirkan beberapa kategori tipe trader saham.

Calon trader dan investor dapat menggunakan pengetahuan tentang tipe-tipe trader saham ini sebagai wawasan tambahan untuk menyusun strategi trading personal. Kita bisa meniru begitu saja salah satu tipe trader saham populer, maupun menggabungkan karakter beberapa tipe berbeda untuk menciptakan strategi unik sesuai kepribadian kita.

ilustrasi day trading

1. Day-Trader

  • Syarat Utama: Mahir membaca grafik dan analisis teknikal.
  • Kelebihan: Realisasi profit lebih cepat diperoleh.
  • Kekurangan: Biaya trading tinggi dan profit tidak optimal.

Secara harfiah, day-trader dapat diartikan trader harian. Secara praktek, day-trader merujuk pada orang-orang yang melakukan transaksi jual-beli saham dalam satu hari perdagangan yang sama. Atau seandainya day-trader memilih untuk hold suatu saham, maka paling-paling hanya sampai beberapa hari saja (tidak lebih dari seminggu).

Target utama day-trader adalah mendapatkan keuntungan secepat-cepatnya dari fluktuasi harga banyak saham dalam kurun waktu singkat. Oleh karena itu, day-trader akan memilih perusahaan sekuritas yang fee jual dan fee beli-nya murah demi menekan biaya trading. Mereka juga hanya memanfaatkan analisis teknikal untuk menentukan posisi harga strategis untuk membeli atau menjual saham, tanpa memperhitungkan kondisi fundamental perusahaan emiten.

Alat analisis teknikal apa yang dipergunakan oleh day-trader? Alat utama sudah pasti grafik candlestick. Seorang day-trader wajib hukumnya untuk mahir membaca grafik. Selain itu, day-trader juga dapat memanfaatkan indikator teknikal seperti Moving Average dan MACD. Apabila platform trading dari perusahaan sekuritas tak memiliki kapabilitas analisis teknikal yang baik, maka day-trader takkan ragu untuk berlangganan perangkat charting pihak ketiga seperti Tradingview.com dan Stockcharts.com.

Ilustrasi fundamental trading

2. Fundamental Trader

  • Syarat Utama: Mahir membaca laporan keuangan dan analisis fundamental.
  • Kelebihan: Profit lebih optimal dari capital gain dan dividen.
  • Kekurangan: Butuh waktu lebih lama untuk analisis maupun realisasi profit.

Trader fundamental berfokus pada analisis kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan ke depan untuk menentukan saham mana yang layak dibeli. Apabila diumpamakan dengan membeli sepatu sneakers, maka kita menelisik hal-hal seperti bagaimana reputasi merek sepatu tersebut, bahan pembuatannya, apakah ditujukan untuk penggunaan harian atau olah raga spesifik, dan seterusnya.

Analisis fundamental sering dianggap identik dengan aktivitas investasi jangka panjang saja daripada trading jangka pendek. Faktanya memang analisis fundamental tidak dibutuhkan oleh day-trader. Namun, sebenarnya analisis fundamental juga dapat dipergunakan untuk trading saham jangka pendek dengan target profit di bawah satu tahun.

Kebanyakan trader fundamental mengutamakan logika dan fakta, daripada spekulasi teknikal belaka. Oleh karena itu, mereka menginvestigasi prospektus perusahaan yang akan IPO, laporan keuangan perusahaan emiten, dan berita-berita ekonomi makro secara rutin. Sinyal untuk membeli atau menjual suatu saham diperoleh dari penilaian investor tentang apakah kondisi perusahaan semakin bagus atau memburuk. Proses analisis lebih memakan waktu daripada trader yang berfokus pada grafik saja.

Ketika muncul sebuah rumor tidak sedap yang memicu kemerosotan harga saham, trader fundamental tidak akan buru-buru ikut aksi jual. Mereka akan menelisik dulu kebenaran rumor tersebut dan dampaknya terhadap proyeksi laba perusahaan kelak. Demikian pula apabila ada berita baik tentang rencana merger atau sejenisnya. Trader fundamental takkan langsung beli saham emiten terkait hanya karena rumor merger, melainkan meninjau feasibility dan potensi dampak aksi korporasi tersebut terlebih dahulu.

Ilustrasi trend trading

3. Trend-trader

  • Syarat Utama: Mahir mengidentifikasi tren harga dan sentimen pasar.
  • Kelebihan: Rawan terjebak kepanikan atau euforia pasar.
  • Kekurangan: Profit kurang optimal.

Tipe trader saham yang satu ini suka “menunggangi” tren harga yang sudah terbentuk, tak peduli apakah pergerakan harga saham itu terjadi karena faktor fundamental ataupun teknikal. Ketika suatu harga saham sudah melewati bottom dan meningkat pesat, maka trend-trader akan segera ikut-ikutan membeli (buy-on-strength). Sebaliknya, ketika suatu harga saham tumbang, maka tren-trader akan segera ikut-ikutan menjual.

Sepintas, strategi trend-trader ini cukup masuk akal. Namun, sebenarnya hal ini membuat trend-trader menjadi sangat rawan terjebak oleh kepanikan atau euforia pasar. Bayangkan apa yang terjadi jika seorang trader membeli saham yang harganya sudah terlalu mahal. Setelah itu, ia pasti akan kesulitan menjualnya lagi pada harga lebih tinggi, sehingga terpaksa cut loss atau hold saham hingga jangka waktu yang belum diketahui.

Ada juga strategi trend-trader yang lebih aman. Trader tetap tidak membeli harga saham yang sedang murah, melainkan menunggu hingga pergerakan harga naik sudah terkonfirmasi secara teknikal untuk melakukan pembelian saham. Lebih penting lagi, kondisi fundamental saham yang dipilih itu juga harus sudah terkonfirmasi baik. Inilah strategi buy-on-strength yang berisiko lebih rendah.

Ilustrasi contrarian trader

4. Contrarian Trader

  • Syarat Utama: Mahir membaca grafik, analisis teknikal, dan fundamental.
  • Kelebihan: Opportunity cost relatif tinggi dan realisasi profit butuh waktu lama.
  • Kekurangan: Profit lebih optimal.

Tipe trader contrarian memilih strategi berlawanan dengan trend-trader dan mayoritas trader saham lain. Ketika kebanyakan orang menjual suatu saham, ia bisa jadi malah membelinya. Sebaliknya, ketika kebanyakan orang membeli suatu saham hingga harganya meningkat pesat, maka ia justru bakal menjualnya. Mereka selalu berkeinginan untuk maju satu langkah lebih awal dibandingkan dengan trader lain pada umumnya, dengan harapan memperoleh keuntungan lebih optimal.

Beberapa istilah yang identik dengan trader contrarian antara lain buy-on-weakness (BoW), sell-on-strength (SoS), selling-into-strength (SiS), dan buying-into-weakness (BiW). BoW artinya trader membeli saham yang harganya sedang undervalued, dengan target profit apabila kelak harga saham itu kembali ke valuasi normalnya atau lebih tinggi lagi. SoS artinya menjual saham yang sudah overvalued atau harganya dianggap terlalu mahal.

SiS dan BiW merupakan variasi dari kedua strategi tadi. Saat selling-into-strength, trader menjual saham dalam portofolio-nya secara bertahap seiring dengan kenaikan harga saham tersebut. Sedangkan buying-into-weakness, berarti membeli suatu saham secara bertahap seiring dengan penurunan harga saham tersebut (average down). Kekurangannya, trader bisa jadi harus hold dalam waktu lama demi menunggu kenaikan harga saham di masa depan.

Nah, diantara keempat tipe trader saham di atas, manakah yang paling menarik? Setiap tipe trader memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang pasti, tidak ada tipe trader anti-loss atau bebas risiko. Semua trader harus siap menanggung risiko tertentu untuk meraih keuntungan yang diharapkan. Trader juga perlu tekun mempelajari beragam seluk-beluk seputar dunia saham untuk memperkaya wawasan dan pengalaman, sehingga mampu mengakumulasi profit secara konsisten dalam jangka panjang.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Artikel Terkait