Banking, Milenial

Western Union, Kirim Uang dengan Biaya Murah ke Seluruh Dunia

Sumber: Western Union

Ajaib.co.id – Bagi milenial yang suka mengirimkan uang dari Indonesia ke luar negeri maupun sebaliknya, milenial pasti familiar dengan jasa keuangan satu ini yakni Western Union. Mengapa? 

Perusahaan satu ini adalah pemain besar di sektor jasa pengiriman uang dan diklaim menjadi yang terbesar di dunia. Di mana, milenial bisa mengirimkan uang ke seluruh dunia hanya dalam waktu 24 jam. Selain itu, milenial juga bisa memilih untuk mengambil uang tersebut dengan cara:

  • Cash pick up
  • Bank deposit
  • Mobile wallet

Untuk layanan cash pick up, milenial nantinya harus mengambil uang tunai yang dikirimkan sesuai dengan waktu dan tempat yang telah disepakati. Sedangkan, opsi bank deposit akan langsung dikirimkan ke rekening tujuan.

Selain itu, milenial juga bisa memilih opsi pengiriman uang lewat mobile wallet. Itulah beberapa kemudahan yang milenial bisa peroleh saat menggunakan layanan pengiriman uang lewat Western Union.

WU Siap Manjakan Nasabah Indonesia dengan Kerja Sama Strategis

Kabar terbaru dari perusahaan keuangan terkemuka satu ini adalah pihak perusahaan berekspansi ke Indonesia dengan menjalin kemitraan strategis dengan salah satu bank milik pemerintah Indonesia

Bank itu adalah Bank Rakyat Indonesia, sebuah bank milik pemerintah yang masuk kategori bank BUKU IV dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun. Di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menduduki peringkat pertama sebagai bank dengan modal inti terbesar.  Tercatat per 30 September 2020, Bank Rakyat Indonesia (BRI) diketahui memiliki modal inti mencapai Rp170,43 triliun.

Kerja sama antara Bank Rakyat Indonesia dan Western Union akan memanjakan nasabah Indonesia yang ingin menerima uang dari luar negeri melalui lebih dari 8.000 cabang BRI yang ada di seluruh Indonesia. 

Masyarakat saat ini bisa menerima uang di 4.000 cabang BRI, dan diharapkan sudah bisa menerima uang di lebih dari 8.000 cabang BRI pada beberapa bulan mendatang. Kemitraan strategis ini juga sejalan dengan visi Western Union untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pelosok atau terpencil. 

Hal ini juga sebagai komitmen dari perusahaan WU sebagai perusahaan pengiriman uang global dalam membantu menghubungkan bisnis, pemerintah, lembaga keuangan, dan konsumen. Tercatat, Western Union saat ini sudah menghubungkan lebih dari 200 negara di dunia dengan melayani pengiriman uang lebih dari 130 mata uang. 

Kerja sama ini juga tidak lepas dari mulai meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pengiriman uang ke luar negeri maupun sebaliknya. Sehingga, banyak bank-bank Indonesia yang mulai memperkuat lini bisnis remittance untuk mendulang cuan dari jasa keuangan satu ini.

Berapa Biaya Transfer Saat Menggunakan Western Union?

Mahal atau tidaknya biaya transfer yang dibebankan kepada nasabah saat menggunakan layanan pengiriman uang via WU tergantung dari service time yang dipilih. Bagi milenial yang ingin mengetahui berapa biaya money transfer yang dibebankan, milenial bisa membuka situs resmi mereka pada halaman send money. Pada halaman tersebut, milenial bisa memasukkan nominal uang yang ingin dikirim, serta negara yang ingin dituju.

Misalnya milenial ingin mengirimkan uang sebesar $500 ke Indonesia, milenial akan dibebankan biaya transfer sebesar $21,50. Sehingga total biaya yang perlu milenial persiapkan adalah $521,50, dengan rincian $500 adalah uang yang ingin ditransfer dan $21,50 adalah biaya transfer.

Biaya transfer tersebut berlaku bagi milenial yang ingin melakukan pembayaran melalui kartu kredit dengan opsi cash pick up. Di mana, penerima uang tersebut bisa mengambil uang tunai tersebut hanya dalam waktu hitungan menit saja.

Selain itu, milenial juga bisa melakukan transfer uang secara gratis bila memilih pembayaran melalui bank account, dan memilih opsi penerima uang secara bank deposit. Opsi kedua ini akan memakan waktu transaksi paling lama 4 hari kerja. 

Biaya pengiriman Western Union bisa dikatakan jauh lebih murah dibanding kamu menggunakan layanan perbankan. Belum lagi, layanan perbankan mewajibkan kamu transfer uang lewat rekening pengirim. Sedangkan, bila milenial melakukan transfer uang lewat WU.

Milenial bisa mengirimkan uang tanpa rekening karena pengirim hanya perlu menunjukkan identitas diri saja, atau bisa mengirimkan uang lewat situs resmi mereka.

Kelebihan pengiriman uang lewat layanan ini adalah milenial tidak akan dibebankan batasan minimum transfer. Sehingga, milenial bisa leluasa mengirimkan uang ke Indonesia maupun sebaliknya sesuai dengan kebutuhan.

Di Indonesia, tercatat sudah ada sejumlah bank yang menjalin kemitraan dengan Western Union seperti BRI, Bank Mandiri, Maybank, Bank DKI, CIMB Niaga, dan bank-bank lainnya.

Bisnis Remittance di Indonesia 2021

Terjalinnya kerja sama antara WU dan BRI, tentunya juga sudah mempertimbangkan prospek bisnis remittance di Indonesia pada tahun ini. Seperti diketahui, para tenaga kerja asal Indonesia banyak yang bekerja di Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lainnya.

Agar memudahkan para TKI tersebut untuk mengirimkan uang kepada keluarga yang tinggal di Indonesia. Mereka lebih memilih untuk menggunakan layanan pengiriman uang dengan biaya transfer rendah yakni remittance.

Walaupun di negara mereka bekerja terdampak COVID-19, mereka tidak perlu khawatir karena pengiriman uang masih bisa dilakukan lewat platform remittance ke sejumlah bank yang sudah menjalin kemitraan dengan layanan remmitance tersebut. 

Sehingga walaupun masyarakat tidak memiliki rekening bank sekalipun, mereka masih bisa mengirimkan uang secara cash to cash kepada anggota keluarganya untuk berbagai kebutuhan keuangan.

Setidaknya, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi oleh bisnis remittance seperti Western Union di Indonesia setelah berekspansi lewat Bank Rakyat Indonesia.

Inilah 4 tantangannya: layanan remittance harus memiliki informasi yang bisa dipercaya terkait nilai tukar mata uang, kemampuan tracing transfer, serta mampu memberikan biaya transfer yang relatif rendah karena harus bersaing dengan bisnis sejenis lainnya, dan punya service time yang baik. 

Keempat tantangan tersebut harus bisa dijawab oleh bisnis remittance di Indonesia saat ini agar bisa bertumbuh positif di tahun-tahun berikutnya.

Artikel Terkait