Analisa Saham

Wajib Wait and See Ketika Berencana Mengoleksi Saham CTBN

Ajaib.co.id – PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan fasilitas industri minyak dan gas bumi. Perusahaan dengan kode saham CTBN ini mulai beroperasi pada tahun 1984.

Kegiatan utama bisnis CTBN ini meliputi meliputi jasa penguliran pipa, pembuatan aksesoris, hingga layanan pemrosesan pemanasan pipa baja seamless.

Selain itu, CTBN juga menyediakan fasilitas untuk pemeriksaan, perbaikan, dan pembersihan pipa beserta jaringannya. Hasil produksi dari CTBN telah dipasarkan ke wilayah lokal maupun diekspor hingga ke mancanegara seperti Jepang, Australia, Timur Tengah, Kanada, Amerika Serikat, Venezuela, Afrika dan beberapa negara Asia.

CTBN juga dibantu dalam menjalankan kegiatan bisnisnya melalui beberapa anak perusahaan seperti NS Connection Technology Pte Ltd, PT Sarana Citranusa Kabil, NSCT Premium Tubular BV hingga Citra Tubindo International Pte Ltd. Saham CTBN mulai diperdagangkan melalui bursa pada tahun 1989 dengan harga penawaran sebesar Rp10.000 per lembar saham.

Mayoritas pemilik saham CTBN dipegang oleh Kestrel Wave Investment Ltd dengan 48,23 persen kepemilikan dan Vallourec Tubes dengan 33,48 persen kepemilikan. Pergerakan harga saham CTBN saat ini sedang melemah cukup jauh dari harga penawaran. Pada perdagangan 1 April 2021, harga saham CTBN ditutup di angka Rp3.800 per lembar saham.

Terlepas dari harga saham yang sedang melemah, apakah saham CTBN layak untuk dikoleksi? Lalu, bagaimana dengan fundamental perusahaan dan rencana bisnis yang akan diambil ke depannya? Mari kita bedah kinerja saham CTBN.

Kinerja Bisnis CTBN di Tahun 2020 Kurang Memuaskan

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup mengecewakan bagi bisnis CTBN karena dampak masa pandemi Covid-19. Perseroan mencatatkan pendapatan dari penjualan dan jasa sebesar USD126,194 juta yang turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD143,559 juta.

Tidak hanya penjualan yang turun, CTBN juga mencatatkan kerugian sebesar USD3,05 juta di tahun 2020.

Berbanding terbalik dengan raihan laba CTBN di tahun 2019 yang mencapai USD1,64 juta. Oleh karena itu, mengapa tahun ini dirasa kurang memuaskan bagi bisnis CTBN.

Hal tersebut disebabkan perekonomian yang sempat terhenti di awal-awal masa Pembatasan Sosial Berskala Besar pada awal tahun 2020.

Bisnis CTBN Sempat Merugi di Tahun 2017

Melihat kinerja keuangan PT Citra Tubindo Tbk dalam 5 tahun terakhir memang cukup menjadi pertimbangan penting ketika memilih sahamnya. CTBN mencatatkan kinerja penjualan yang cukup positif, namun catatan kerugian terhitung cukup banyak. CTBN sempat mengalami kerugian dalam tiga tahun berturut-turut.

Berikut data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan (dalam USD):

Dari data tersebut, dapat diketahui penjualan CTBN sempat merosot di tahun 2017. Sementara catatan kerugian CTBN terjadi dalam 3 tahun berturut-turut yaitu pada 2016 hingga 2018.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti harga minyak dunia yang naik dan turun, selisih kurs yang menghasilkan kerugian, dan masih banyak lainnya.

Oleh karena itu, butuh pertimbangan matang ketika memilih saham CTBN untuk dikoleksi bagi para investor. Terlepas dari CTBN yang merupakan emiten fasilitas minyak dan gas bumi dengan prospek baik di masa mendatang.

Terlepas dari kerugian yang sempat dialami perseroan dalam tiga tahun berturut-turut, namun di tahun 2019 kinerja CTBN terbilang positif dengan raihan laba.

Jika dilihat dari rasio keuangan, kondisi bisnis CTBN di tahun 2019 memang cukup positif. Berikut data berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan:

Bagaimana Prospek Bisnis CTBN ke depannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Untuk mempertimbangkan kelayakan saham CTBN, tentunya rencana bisnis perseroan menjadi salah satu acuan bagi investor untuk mengoleksi saham CTBN. Di tahun 2021, perseroan sendiri masih belum secara resmi menginformasikan agenda bisnis untuk meningkatkan kinerja keuangan. Mengingat, kondisi masa pandemi yang masih berlangsung.

Hanya saja, kondisi pandemi saat ini tidak seekstrem tahun lalu atau awal-awal diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar yang melumpuhkan hampir semua bisnis termasuk bisnis CTBN. Di mana, aktivitas bisnis CTBN yang sempat terhenti karena kebijakan tersebut sehingga membuat kinerja keuangan 2020 tidak memuaskan.

Selain itu, perkembangan bisnis CTBN juga erat kaitannya dengan harga minyak dunia. Di mana, CTBN sebagai penyedia fasilitas dapat meningkatkan pendapatan maupun laba ketika minyak dunia berada dalam kondisi positif. Di samping itu, CTBN juga belum menginformasikan jumlah anggaran belanja modal atau capex untuk tahun ini.

Namun, bisa dipastikan jika nominalnya tidak jauh dari capex di tahun 2020. Mengingat, tahun lalu sejumlah perusahaan minyak melakukan revisi rencana bisnis yang membuat CTBN hanya mengalokasikan sekitar USD4,05 juta.

Selain itu, perseroan juga melakukan penghematan dari penggunaan capex di titik rendah. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi.

Di mana, kondisi bisnis yang mulai membaik belum menghasilkan kepastian yang jelas sehingga CTBN lebih memilih untuk tetap waspada dan sebisa mungkin memperkecil kemungkinan yang dapat menekan pertumbuhan bisnis di tahun 2021. Dengan begitu, tantangan yang masih dihadapi oleh perseroan adalah kepastian dari kondisi perekonomian di tahun ini.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait