Properti

Tips Memilih Agen Properti yang Dapat Diandalkan

agen-properti

Ajaib.co.id – Pada umumnya, properti adalah salah satu instrumen investasi yang nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang menanamkan investasi pada properti.

Meski begitu, menentukan properti untuk dijadikan investasi tak mudah. Maka, agen properti bisa menjadi solusinya. Namun, memilih agen pun memerlukan tips tersendiri.

Baik sebagai tempat tinggal atau investasi, memilih agen properti menjadi salah satu langkah penting yang diambil sebagian orang. Tak hanya saat ingin membeli, agen properti bisa membantu orang yang hendak menjual properti miliknya.

Kini, sudah banyak pilihan yang tersedia untuk menggunakan jasa agen properti atau istilahnya broker. Tapi, tak semuanya memiliki kredibilitas sesuai harapan atau keinginan orang. Bahkan, tak sedikit pula yang ‘nakal’ dan bisa merugikan penjual atau pembeli properti.

Nah, berikut adalah sejumlah tips untuk memilih broker yang dapat diandalkan.

Rekam Jejak

Rekam jejak berkaitan dengan reputasi. Inilah hal pertama yang harus calon penjual atau pembeli lakukan saat memilih agen. Cara termudah untuk mengetahui reputasi agen properti adalah secara online.

Agen properti yang bereputasi baik biasanya memiliki website yang cukup baik dari sisi visual maupun informasi di dalamnya. Selain itu, agen yang andal juga biasanya memiliki beberapa akun media sosial.

Calon penjual atau pembeli juga bisa menelusuri rekam jejak agen dari berbagai forum online. Testimoni dari beberapa pengguna jasa mereka dapat memperkuat keputusan. Sebagai tambahan, lisensi, penghargaan, atau cerita mouth-to-mouth dapat menambah poin pertimbangan.

Mudah Dihubungi

Agen properti yang baik memiliki kepekaan tinggi terhadap calon penggunanya. Kepekaan ini berhubungan dengan cepat atau tidaknya respon mereka saat dihubungi via telepon, email, WhatsApp, media sosial dan saluran komunikasi lainnya.

Sebagian agen menggunakan chatbot atau balasan otomatis pada berbagai channel komunikasi miliknya. Sayangnya, chatbot tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan calon penjual atau pembeli.

Agen yang baik seharusnya tidak ragu memberi kontak pribadinya. Tujuannya agar lebih mudah dihubungi. Jadi, agen yang cukup responsif dalam berkomunikasi pantas menduduki daftar pilihan.

Proaktif

Tak cukup responsif, agen properti yang baik juga harus proaktif. Proaktif di sini aktif memberikan informasi atau setidaknya menanyakan berbagai hal terkait perkembangan jual-beli properti.

Sikap proaktif ini akan memunculkan kesan saling membutuhkan antara agen dan klien. Namun, proaktif ini sebaiknya juga harus disesuaikan dengan waktu, misalnya menghubungi calon penjual atau pembeli pada hari dan jam kerja.

Tak hanya itu, agen properti yang baik juga seharusnya banyak bertanya serta menjadi pendengar yang baik pula. Pasalnya, agen tersebut harus menerima informasi detil mengenai properti yang hendak dijual atau dibeli oleh kliennya. Informasi detil itulah yang didapatkan dengan cara banyak bertanya serta menjadi pendengar yang baik.

Memahami Area

Tidak semua agen properti memiliki jaringan luas. Ada pula yang memiliki cabang atau perwakilan di wilayah tertentu. Maka, penting bagi calon penjual atau pembeli untuk memastikan bahwa broker memahami area properti yang hendak diperjualbelikan. Pemahaman itu mencakup antara lain topografi, tata wilayah hingga legalitas.

Ada baiknya pula broker tidak hanya mengemukakan hal-hal positif mengenai area properti yang hendak diperjualbelikan. Sejumlah hal negatif sebaiknya juga diinformasikan kepada calon penjual atau pembeli agar informasi yang tersampaikan cukup komprehensif.

Tren Harga

Harga sering menjadi elemen paling vital yang dinilai oleh calon penjual atau pembeli properti. Oleh sebab itu, broker yang baik harus piawai dalam menjelaskan tren harga properti di lokasi tertentu. Bila diperlukan, dapat menunjukkan data tertulis mengenai tren harga, baik secara umum maupun spesifik.

Secara umum, misalnya, agen properti yang dapat diandalkan mampu menjelaskan penurunan harga pada kuartal I tahun 2021. Data bisa diambil dari berbagai sumber, seperti Indonesia Property Market Index – Harga (RIPMI-H) yang mencatat pada triwulan pertama tahun ini berada pada angka 110,3. Angka ini turun 0,4% dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2020. Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan sebesar 2%. 

Indonesia Property Market Index juga mencatat turunnya indeks harga gabungan (rumah dan apartemen) terjadi di sejumlah provinsi.  RIPMI-H wilayah DKI Jakarta, contoh lainnya, turun sebesar 0,44% pada kuartal I 2021 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Tapi, penurunan hanya terjadi di segmen apartemen, yakni sebesar 2,6%. Sebaliknya, rumah tapak naik tipis sebesar 0,2% secara kuartalan.

Lebih spesifik, indeks harga properti gabungan di Jawa Barat naik sebesar 0,5%. Pertumbuhan indeks harga rumah tapak sebesar 1,2% secara kuartalan turut berkontribusi terhadap kenaikan harga properti gabungan di Jawa Barat. Sebaliknya, indeks harga apartemen mengalami penurunan sebesar 0,9%.

Memberi Masukan

Apakah klien ingin menjual rumah untuk membayar utang, membeli properti di tempat lain, atau sebagai return investasi? Hal-hal seperti ini perlu diketahui oleh agen properti. Hal ini karena membeli maupun menjual properti bisa menjadi tugas yang melelahkan.

Menjual satu dari lima properti milik klien dengan menjual satu-satunya properti milik klien jelas memiliki pendekatan berbeda. Dengan mengetahui alasan klien, agen properti bisa memberi masukan kepada calon penjual atau pembeli. Masukan ini sebaiknya tak hanya mengedepankan kepentingan agen properti, namun juga kliennya.

Layanan Tambahan

Agen properti yang baik juga bisa menawarkan layanan tambahan. Seorang calon pembeli, misalnya, ingin membeli properti secara kredit. Maka, agen properti bisa membantunya untuk menentukan lembaga keuangan yang bisa memfasilitasi kebutuhan calon pembeli tersebut.

Artikel Terkait