Properti

Intip Daerah di Indonesia dengan Rumah Harga Murah 2022

Dae

Ajaib.co.id – Saat ini masyarakat di Indonesia disebut akan semakin kesulitan untuk memiliki rumah. Hal ini sempat disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Dengan kenaikan harga rumah dan tanah yang semakin tinggi ini dapat membuat generasi muda semakin sulit untuk memiliki rumah sendiri.

Mengutip dari detik.com, Country Manager Rumah.com Marine Novita pernah menjelaskan, harga rumah selalu mengalami kenaikan pada setiap tahunnya. Alasan dari pola harga rumah yang selalu naik terdapat beberapa di antaranya, terjadinya inflasi, lalu ketersediaan tanah yang terus berkurang karena pembangunan. Di lain sisi, jumlah penduduk terus mengalami pertambahan, kemudian adanya kenaikan harga bahan bangunan.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Rumah.com Indonesia Property Market Index, dijelaskan indeks harga rumah dalam tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan sebesar 10%. Walaupun data memperlihatkan juga sempat adanya penurunan sebagai akibat pandemi di tahun 2020-2021. Namun, kemudian tren peningkatan harga rumah kembali terjadi di tahun 2022 dengan kenaikan mencapai 5% per tahun.

Salah satu contoh dari tingkat kenaikan harga rumah yang lebih besar terjadi di wilayah Jabodetabek seperti area Cinere di Kota Depok. Saat ini harga rumah tapak di wilayah tersebut bisa menyentuh angka Rp13.276.000 per meter persegi.

Diperkirakan dalam dua tahun yang akan datang harga rumah dapat naik lagi hingga kisaran Rp15 jutaan per meter persegi. Sehingga harga rumah yang tadinya dipatok Rp700 juta bisa mengalami kenaikan sebesar Rp100 jutaan dalam waktu dua tahun mendatang.

Dari Analisa Marine, tingkat kenaikan harga rumah tersebut termasuk telah di atas laju purchasing power bagi kebanyakan masyarakat atau pencari rumah. Sehingga laju kenaikan harga per tahun tersebut menjadi masalah bersama yang perlu dicarikan solusinya.

Terlebih berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada tahun 2020, angka backlog dari kepemilikan perumahan mencapai Rp12,75 juta. Namun, angka tersebut di dalamnya belum termasuk pertumbuhan keluarga baru yang diperkirakan sekitar Rp700.000-800.000 per tahunnya.

Baca Juga: Wajib Tahu! Begini Cara Beli Rumah di Usia Muda

Daerah dengan rumah harga murah di Indonesia 2022

Mengutip dari okezone.com, terdapat lima daerah di Indonesia yang memiliki potensi harga rumah murah dan tentunya menarik untuk diketahui. Khususnya, bagi rumah subsidi dengan harga yang memang terjangkau dan sangat membantu masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.

Seperti diketahui, rumah subsidi adalah rumah yang diperuntukan bagi masyarakat menengah ke bawah. Rumah subsidi ini tersedia dengan tujuan sebagai solusi dari kebutuhan tempat tinggal yang nyaman untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Sehingga nantinya masyarakat yang berpenghasilan rendah tersebut, diberikan pembiayaan yang disebut Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Adanya FLPP ini, membuat masyarakat dengan penghasilan rendah bisa membeli rumah subsidi.

Berikut lima daerah di Indonesia dengan potensi harga rumah murah:

1. Bogor.

2. Aceh.

3. Yogyakarta.

4. Jambi.

5. Bali. 

Sementara itu, Marine juga menyampaikan beberapa wilayah yang diperkirakan menjadi incaran pencarian rumah oleh konsumen di 2022 ini. Di antaranya ada Tangerang Raya, Kota Bogor, dan Kabupaten Gresik.

Untuk diketahui, selain mempertimbangkan harga rumah dan infrastruktur transportasi terdapat beberapa pertimbangan pembelian rumah. Di antaranya, kelengkapan fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan dan pendidikan masih akan menjadi daya tarik utama konsumen dalam membeli hunian.

1. Tangerang Raya

Daerah dengan prospektif pembelian hunian yang pertama adalah Tangerang Raya tepatnya di Kecamatan Cipondoh dan Karang Tengah. Keduanya menjadi area yang paling prospektif di Kota Tengerang. Dijelaskan, berdasarkan data dari Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pada kuartal ketiga tahun 2021 saja, indeks harga properti di Cipondoh mengalami kenaikan hingga 29% secara tahunan. Kemudian, untuk Karang Tengah mencatat kenaikan indeks harga hingga 41% juga secara tahunan. 

Kedua daerah tersebut pun mempunyai fasilitas umum yang lengkap dan bermacam pilihan akses kepada transportasi publik dan pribadi. Selain itu, adanya kebijakan insentif pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari Pemerintah Kota Tangerang juga semakin membuat naik daya tarik kedua area ini.

2. Kota Bogor

Daerah prospektif yang kedua yakni, Kota Bogor, di mana daerah ini memang mencuri perhatian konsumen pada tahun 2021 lalu. Bahkan peningkatan dari jumlah pencarian rumah di daerah ini yang paling signifikan selama tiga kuartal.

Walaupun sempat terjadi penurunan tren pencarian rumah pada Q3 2021, Kota Bogor ini justru mencatatkan adanya kenaikan mencapai 21,84% secara kuartalan.

Marine menjelaskan lebih lanjut, bahwa harga properti atau rumah di Kota Bogor ini cenderung lebih stabil. Sehingga hal ini menarik minat konsumen di tengah wabah pandemi Covid-19. Beberapa daya tariknya karena fasilitas yang cukup lengkap dengan akses transportasi yang terjangkau sehingga menjadi keunggulan Kota Bogor.

Selain itu, ketersediaan rumah sakit, pusat perbelanjaan, mal, hingga taman hiburan bisa dijangkau dengan mudah dari pusat kota. 

3. Kabupaten Gresik

Kemudian daerah prospektif yang ketiga ialah Kabupaten Gresik. Di Jawa Timur, tercatat Kabupaten Gresik telah mengalami perkembangan menjadi area paling prospektif di kawasan metropolitan Surabaya atau yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

Daerah yang menghadap Selat Madura dan Laut Jawa ini mempunyai potensi besar untuk menjadi sunrise property, hal ini didorong oleh perkembangan infrastruktur dan industri di dalamnya. Terkait dengan harganya, untuk median harga di Gresik menurut data milik Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) berada pada kisaran Rp 6,4 jutaan.

Angka ini terhitung lebih murah bila dibandingkan dengan Sidoarjo maupun Bangkalan yang bagian dari menjadi pusat industri di Gerbangkertosusila. Indeks harga properti di Gresik secara kuartalan juga sedang mengalami pertumbuhan sebesar 4,53% pada Q2 2021 lalu. Indeks tersebut lebih signifikan daripada wilayah lain di Gerbangkertosusila.

Baca Juga: Mudah, Ini Cara Membuat Dana Pensiun Sendiri bagi Freelancer

Artikel Terkait