Saham

Apa Itu Hedging dan Manfaatnya dalam Berinvestasi?

Ilustrasi strategi hedging

Ajaib.co.id – Berinvestasi bisa mendatangkan keuntungan bagi seseorang, tetapi ada kalanya dalam berinvestasi juga mengalami kerugian. Dalam menyikapi risiko kerugian tersebut, strategi hedging dapat digunakan untuk melindungi kerugian ketika berinvestasi.

Hedging sendiri ada beberapa macam jenis dan caranya, sebelum menerapkan prinsip-prinsip strategi ini, sebaiknya kamu mengetahui apa itu hedging dan bagaimana strategi penerapannya.

Apa Itu Hedging dan Tujuannya?

Secara bahasa, kata hedging berasal dari Bahasa Inggris “hedge” artinya melindungi suatu nilai. Sedangkan menurut Investopedia, hedging adalah strategi manajemen risiko yang diterapkan untuk mengimbangi kerugian dalam berinvestasi dengan mengambil posisi yang berlawanan terhadap aset terkait.

Hedging sendiri dilakukan dengan tujuan meminimalisir kerugian maupun nilai sebuah aset yang diinvestasikan, dengan kata lain sebagai alat untuk manajemen risiko saat berinvestasi.

Jenis-Jenis Hedging yang Perlu Diketahui

Dalam membatasi risiko, terdapat beberapa strategi dalam menerapkan hedging sebuah instrumen investasi, jenis-jenis hedging beberapa di antaranya ialah:

1. Kontrak Serah (forward contract)

Jenis hedging kontrak serah mengacu pada kesepakatan dua pihak untuk melakukan transaksi di tanggal dan harga sesuai yang diperjanjikan. Tujuannya ialah  mengurangi terjadinya perubahan nilai terhadap suatu aset.

Keuntungan dari hedging kontrak serah adalah menghindari kerugian dari adanya perubahan, misalnya kurs mata uang, nilainya tidak berubah di pasar karena sudah dipatok berdasarkan perjanjian.

2. Kontrak Berjangka (futures contract)

Jenis hedging selanjutnya ialah kontrak berjangka, yaitu kontrak kesepakatan harga sebelum terjadinya transaksi jual-beli. Biasanya, kontrak ini terjadi pada bursa berjangka antara dua pihak .

Dalam kontrak berjangka, kedua belah pihak menyetujui harga untuk pembelian sebuah instrumen aset di masa depan. Sehingga, penurunan atau kenaikan nilai dari instrumen tersebut tidak akan mempengaruhi harga di masa mendatang.

3. Pasar Uang (money market)

Jenis hedging yang terakhir ialah pasar uang, merujuk pada transaksi jual-beli yang dilakukan secara jangka pendek dalam waktu kurang dari satu tahun. Ada beragam strategi hedging salah satunya ialah covered call.

Baca juga: 4 Strategi Investasi Saham & Tips Investasi untuk Pemula

Strategi Hedging Sederhana dalam Berinvestasi

Saat kamu sedang berinvestasi, kamu sebetulnya bisa melindungi nilai investasi milikmu dengan melakuan hal-hal sebagai berikut:

1. Average Down

Pertama, kamu bisa melakukan average down yaitu melakukan pembelian instrumen investasi di harga yang lebih rendah.

Sebagai contoh di saham, Jika harga yang dibeli menurun secara signifikan, kamu bisa membeli lebih banyak saham di harga yang lebih rendah dengan jumlah lebih banyak.

Ketika harga aset naik, maka rata-rata pembelian sudah lebih rendah, sehingga kerugian dari pembelian pertama akan ditutupi oleh keuntungan dari pembelian kedua.

2. Diversifikasi

Kedua, kamu bisa melakukan diversifikasi ke berbagai macam aset investasi sehingga jika salah satu aset mengalami penurunan nilai, keuntungan dari aset lain berpotensi menutupi performa aset bersangkutan.

Sebuah peribahasa yang cukup terkenal dalam dunia investasi mengatakan, “jangan menaruh semua telur di dalam keranjang yang sama”, artinya diversifikasi itu penting untuk mengurangi risiko.

3. Cash Is The King

Ketiga, ini merupakan strategi hedging yang paling sederhana. seorang investor diharuskan tetap menyimpan sejumlah uang tunai di tabungan dengan bunga yang cukup serta dananya bisa ditarik kapan saja.

Uang tunai tersebut dapat digunakan sebagai lindung nilai terhadap potensi kerugian aset investasi, terutama yang mengalami fluktuasi harga tinggi.

Artikel Terkait