Analisa Saham, Saham

Tertarik Untuk Mengoleksi Saham DEWA? Begini Analisanya!

Sumber: Derma Henwa

Ajaib.co.id – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan umum. Perusahaan dengan kode saham DEWA ini memulai bisnis secara komersial di tahun 1996 yang memiliki kegiatan usaha berupa pelayanan jasa pemeliharaan dan perawatan peralatan pertambangan.

DEWA juga memiliki beberapa proyek pertambangan salah satunya adalah proyek batu bara di Binungan Timur. 

Mayoritas saham DEWA saat ini dipegang oleh Goldwave Capital Limited (qq. Zurich Assets International Ltd.) dengan jumlah 17,46 persen kepemilikan. Saham DEWA sendiri pertama kali diperdagangkan secara publik melalui bursa saham pada tahun 2007 dengan harga penawaran sebesar Rp335 per lembar saham.

Di mana, pergerakan harga saham DEWA saat ini berada di level terendah yaitu Rp50 per saham. Secara harga, saham DEWA tentu bukan menjadi rekomendasi untuk dikoleksi oleh para investor karena memang kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Lalu, apakah sahamnya masih layak untuk dikoleksi?

Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengetahui kondisi fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis apa yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham DEWA berikut ini.

Pendapatan Naik Tipis, Laba DEWA Tertekan 24,9 Persen di Kuartal Ketiga Tahun 2020

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga kuartal ketiga tahun 2020, perseroan mencatatkan pendapatan yang naik tipis 0,58 persen menjadi 239,14 juta USD dari realisasi periode sama di tahun 2019 sebesar 237,93 juta USD.

Secara rinci, sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari pihak berelasi dengan nilai 238,39 juta USD atau 99,68 persen dari total pendapatan di kuartal ketiga tahun 2020.

Sementara sejumlah beban tampak mengalami kenaikan yang meliputi beban pokok pendapatan naik 7,8 persen menjadi 237,81 juta USD dan beban keuangan naik 112 persen menjadi 8,10 juta USD.

Dengan catatan tersebut, maka perseroan hanya membukukan laba bersih dengan nilai 895.255 USD yang turun 24,91 persen dibandingkan periode sama di tahun 2019 sebesar 1,19 juta USD.

Kinerja Keuangan DEWA dalam 5 Tahun Terakhir Terpantau Positif

Jika dilihat berdasarkan kinerja keuangan dalam 5 tahun terakhir, DEWA terus mencatatkan pertumbuhan yang cukup konsisten setiap tahunnya, walau sempat turun tipis. Begitu juga dengan raihan laba yang konsisten naik setiap tahunnya.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam juta USD):

Laporan Laba Rugi20192018201720162015
Penjualan bersih344.647.459 276.097.099242.790.874259.095.490240.123.973
Laba kotor20.719.729 23.811.56934.383.75515.864.59923.901.799
Laba tahun berjalan3.773.979 2.565.3362.769.140549.890465.754

Melalui data ini, bisa diketahui bahwa secara penjualan DEWA memang konsisten naik setiap tahunnya, terkecuali di tahun 2017 yang turun tipis, lalu kembali tumbuh hingga tahun 2019. Begitu juga dengan raihan laba yang meningkat setiap tahunnya, namun harus turun di tahun 2018. Walaupun begitu, kinerja keuangan perseroan dalam 5 tahun terakhir ini masih tampak positif.

Di mana, DEWA mampu menghindarkan bisnis dari catatan kerugian. Selain itu, kinerja keuangan di tahun 2019 mulai kembali meningkat, baik dari sisi pendapatan dan raihan laba yang tumbuh. Hal tersebut juga dapat dilihat berdasarkan rasio keuangannya. Di mana, bisnis DEWA sedang dalam kondisi yang baik dan sehat.

Adapun data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut:

Rasio2019
ROA0,5%
ROE1,1%
NPM1,1%
CR104%
DER135%

Melihat Prospek Bisnis DEWA ke Depannya Sehingga Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Memasuki tahun 2021, tentu PT Darma Henwa Tbk dengan kode saham DEWA ini bakal menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki target kinerja di tahun ini. Hal tersebut tentunya yang akan mendorong prospek bisnis sehingga saham DEWA nantinya akan kembali menjadi minat para investor untuk dikoleksi.

Peningkatan kinerja untuk sejumlah lini pada tahun ini ditargetkan seiring dengan adanya kenaikan harga batu bara. Menurut pihak DEWA, peningkatan harga batu bara bakal memberikan dampak positif bagi DEWA karena adanya peningkatan produksi bagi klien-klien perseroan. Di mana, permintaan jasa kontraktor pertambangan juga bakal meningkat.

Untuk prospek bisnis dalam waktu dekat, perseroan sedang fokus bernegosiasi dengan calon klien untuk mendapatkan kontrak di sejumlah proyek potensial.

Di samping itu, sebagai upaya meraih kontrak baru, pastinya perseroan harus mempertimbangkan hal-hal seperti ketersediaan alat produksi, lingkup pekerjaan, geologi tambang, pengaturan aktivitas pra penambangan, serta proses negosiasi dengan klien.

Selain itu, perseroan juga tengah memngembangkan bisnis, baik di sektor batu bara maupun sektor non batu bara. Di mana, target untuk sektor batu bara sendiri adalah penambahan volume produksi overburden atau batu bara, baik dari kontrak yang sudah berjalan maupun yang baru. Sementara untuk sektor non batu bara, perseroan sedang melakukan negosiasi dengan klien.

Negosiasi ini berkaitan dengan pembahasan dari perencanaan teknis maupun aspek komersial pada pekerjaan yang berhubungan dengan mekanik dan elektrik, pembangunan infrastruktur tambang, serta persiapan lahan. Lalu, untuk anggaran belanja modal atau capex untuk kebutuhan tahun ini belum dikonfirmasi oleh pihak DEWA.

Namun bisa dipastikan bahwa jumlah anggaran capex tahun ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi maupun produktivitas dari alat produksi. Nantinya, anggaran capex bakal difokuskan pada penyediaan infrastruktur, fasilitas kerja, penambahan kapasitas operasional, pendatangan alat-alat pendukung, dan juga peremajaan komponen-komponen alat berat.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait