Reksa Dana

Penting! Hal yang Bukan Hak Investor Reksa Dana

Ajaib.co.id – Saat ini menjadi investor reksa dana menjadi begitu mudah dan tersedia banyak pilihan. Terdapat banyak agen penjual reksa dana berbentuk marketplace yang berisi banyak kumpulan manajer investasi beserta produk reksa dana yang ditawarkan.

Investor tinggal melihat kinerja dan track record-nya melalui prospektus dan fund fact sheet sebelum memilih MI.

Namun sebelum memutuskan untuk menjadi investor reksa dana kamu perlu mengetahui apa saja yang menjadi haknya sebagai investor dan apa saja yang bukan menjadi haknya.

Pada dasarnya hak investor telah diatur secara jelas dalam kontrak investasi kolektif antara Bank Kustodian dan MI yang dituangkan dalam prospektus.

Investor tinggal membaca prospektus-nya untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Pada saat investor membuka rekening investasi reksa dana terdapat klausul yang menyatakan bahwa investor telah memahami dan membaca prospektus, pada kenyataannya tidak sedikit investor yang melewatkan membaca prospektus dan kadang agen penjual tidak menjelaskan isi dari prospektus tersebut

Dalam prospektus, terdapat bagian yang menjelaskan tentang hak-hak dari investor yang berjudul ‘Hak-Hak Pemegang Unit Penyertaan’.

Meski demikian, tetap ada batasan-batasan sehingga tidak semua permintaan investor dapat dilayani. Batasan tersebut memang tidak tertulis dalam prospektus, namun sebagai investor yang cerdas kamu patut memahaminya.

Berikut ini adalah hal-hal yang bukan menjadi hak investor.

Meminta Laporan Keuangan Manajer Investasi

Laporan keuangan reksa dana yang berisi audit akan kinerja reksa dana terkini merupakan hak investor. Namun, tidak dengan laporan keuangan perusahaan pengelolanya.

Kecuali, manajer investasi merupakan perusahaan terbuka yang diwajibkan untuk publikasi laporan keuangan, maka adalah bukan hak investor untuk mendapatkan laporan keuangan perusahaan.

Mengikuti RUPS yang Sahamnya Dimiliki dalam Reksa Dana

Sebagai pemegang saham, walaupun sedikit, investor biasanya diperkenankan untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan ikut memberikan suara.

Ketika berinvestasi di reksa dana, secara tidak langsung, investor juga akan menjadi sebagian daripada pemilik saham yang menjadi portofolio reksa dana saham.

Meski demikian, investor tidak memiliki hak untuk datang dan memberikan suara pada RUPS kecuali memiliki sahamnya langsung.

Memberikan Arahan dan Batasan Kebijakan kepada Manajer Investasi

Terkadang sebagai pemegang unit penyertaan dalam jumlah yang besar atau ketika melihat kinerja reksa dananya tidak memuaskan, walaupun sangat kecil, terdapat sejumlah investor yang memberikan kritik atau bahkan mengarahkan manajer investasi untuk melakukan perubahan strategi.

Hal ini bukan merupakan hak investor karena dalam pengelolaan reksa dana, manajer investasi diberikan hak untuk mengelola secara mutlak sepanjang sesuai dengan batasan yang berlaku. Yang berhak untuk memberikan masukan ke manajer investasi adalah komite investasi yang ditetapkan dalam prospektus reksa dana.

Bentuk protes yang paling gampang ketika kinerja manajer investasi tidak memuaskan dalam jangka waktu yang cukup panjang adalah memindahkan dana ke manajer investasi yang lain.

Meminta Bertemu dengan Manajer Investasi Langsung

Sebagai investor, terkadang nasabah merasa berhak untuk menemui dan berdiskusi langsung dengan manajer investasi pengelola reksa dana. Pada kenyataannya, pelayanan terhadap investor merupakan tanggung jawab dari divisi pemasaran dan pelayanan nasabah.

Dalam praktik secara umum, jumlah investor bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang. Untuk itu, adalah tidak mungkin bagi manajer investasi untuk menemui semuanya dan terus terang hal ini juga bukan hak investor.

Namun reksa dana sebagai bisnis kepercayaan tentu juga memerlukan pertemuan dengan manajer investasi sebagai pengelola untuk membangun hubungan jangka panjang.

Untuk itu, biasanya pertemuan antara manajer investasi dengan investor bisa difasilitasi dalam bentuk gathering nasabah, conference call online ataupun artikel di media massa.

Meminta Jaminan Hasil Investasi

Reksa dana sebagai instrumen investasi tentu memiliki risiko. Reksa dana juga tidak dapat memberikan jaminan keuntungan kecuali untuk jenis reksa dana terproteksi yang diperbolehkan memberikan indikasi bagi hasil.

Namun secara umum, hasil investasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang tidak dapat dipastikan dan sebagai investor juga tidak dapat meminta jaminan hasil investasi akan mencapai target yang ditetapkan.

Investor perlu memahami bahwa dengan melakukan investasi, berarti mereka mengambil resiko bisa mendapatkan hasil di atas inflasi namun dengan risiko mengalami kerugian konservatif apapun jenis reksa dana pilihannya.

Menjual Reksa Dana Melalui Agen Penjual yang Berbeda

Adalah praktik yang sangat umum bahwa suatu reksa dana dijual oleh lebih dari 1 agen penjual. Sangat umum juga seorang investor membeli reksa dana yang sama dari beberapa agen yang berbeda.

Meski demikian, ketika melakukan penjualan, reksa dana hanya bisa dijual kembali melalui agen penjual tempat di mana investor membeli reksa dana tersebut.

Jadi, meski merupakan produk dan manajer investasi yang sama, investor tidak diperkenankan untuk menjual reksa dana melalui agen penjual lain.

Investor juga tidak dapat menyatukan laporan kepemilikan reksa dana dari beberapa agen penjual di satu agen penjual saja.

Hal ini akan dimungkinkan dengan diberlakukannya SID (Single Investor Identity) pada reksa dana, namun hingga saat ini, masih dalam proses pengembangan.

Meminta Pencairan Reksa Dana ke Rekening yang Ditunjuk

Pencairan reksa dana atau disebut dengan redemption, adalah merupakan hak investor untuk mencairkan sebagian atau seluruh unit penyertaan yang dimilikinya.

Meski demikian, rekening yang menjadi penerima dana pencairan haruslah rekening atas nama pemilik reksa dana. Investor tidak dapat meminta dana untuk dicairkan ke rekening atas nama orang lain dengan surat pernyataan meskipun orang tersebut memiliki hubungan saudara, perjanjian bisnis ataupun hubungan lainnya.

Kondisi pencairan rekening ke nama orang lain hanya terjadi ketika pemilik rekening meninggal dunia dan pencairan ditunjuk ke ahli waris yang berhak.

Demikian adalah hal-hal bukan hak investor reksa dana yang perlu diketahui. Secara lebih jelasnya kamu bisa menemukan informasi ini dan informasi lainnya di dalam prospektus yang bisa kamu dapatkan pada pilihan produk reksa dana yang ada di aplikasi Ajaib.

Artikel Terkait