Investasi, Reksa Dana

Investasi Tak Butuh Modal Besar, Ini Harga Reksa Dana Terjangkau

Saat ini, investasi masuk dalam daftar kebutuhan. Percaya atau tidak investasi tidak butuh modal besar. Buktinya harga reksa dana dimulai dari Rp100 ribu saja. Terjangkau buat milenial kan?

Derasnya informasi mengenai penanaman modal, membuat milenial sadar untuk berinvestasi. Apalagi saat ini, informasi tersebut disajikan oleh pemerintah, media, maupun perusahaan investasi sendiri. Bahkan pemerintah dan perusahaan menyediakan akses untuk mempermudah investasi bagi anak muda. Salah satunya investasi reksa dana.

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, setelah dana terkumpul akan diinvestasikan ke portofolio efek oleh manajer investasi. Menurut laman Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana dikenal di Indonesia pada 1995. Setahun kemudian industri reksa dana berkembang pesat. Pasalnya, investasi ini sangat cocok buat investor dengan keterbatasan tetapi sangat ingin berinvestasi.

Keterbatasan ini bisa diartikan memiliki waktu terbatas untuk menanamkan modalnya, tidak punya informasi memadai dalam mempelajari risiko investasi, plus memiliki modal terbatas.

Sebenarnya tak ada patokan dana yang harus diinvestasikan. Tetapi menurut Elizabeth Warren, mantan senator Amerika Serikat sekaligus profesor sekolah hukum dengan spesialisasi hukum kebangkrutan (bankruptcy law), aturan anggaran dasar yaitu 50/30/20.

Jadi setelah kamu menerima gaji, alokasikan 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk hiburan, dan 20 persen untuk menabung. Khusus menabung, tak hanya merujuk ke tabungan reguler, juga menabung dalam instrumen investasi. Tetapi kalau kamu tidak sanggup menyisihkan 20 persen dari gaji, coba dulu 10 persen, atau pilih investasi reksa dana yang modalnya terjangkau.

Harga Reksa Dana

Memang benar adanya bahwa harga reksa dana dibanderol mulai Rp100 ribu. Ini adalah instrumen investasi yang terjangkau dan menawarkan imbal hasil sesuai profil risikomu.

Harga reksa dana tersebut merupakan harga pertama membeli dan pembelian berikutnya. Tetapi kalau ada dana lebih, kamu bisa membelinya asal kelipatan Rp100 ribu. Kalau kamu rutin membeli reksa dana setiap bulan, hasil yang akan kamu dapat cukup signifikan dibanding menyimpan uang di dompet.

Untuk membeli reksa dana, ada tiga cara. Pertama, Manajer Investasi. Kamu bisa melakukan investasi reksa dana dengan mendatangi kantor Manajer Investasi. Manajer Investasi merupakan perusahaan pengelola portofolio efek, portofolio investasi kolektif, atau kegiatan lain yang sudah memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk memastikannya, kamu bisa mengecek nama perusahaan di laman OJK.

Kedua, bank penjual reksa dana. Kalau tempat kamu menabung menawarkan reksa dana, tak ada salahnya bertanya tentang investasi tersebut sebelum membelinya. Apalagi jika kantor Manajer Investasi berada jauh dari jangkauanmu. Saat ini ada beberapa bank yang menjual reksa dana. Di antaranya Commonwealth Bank, Bank BCA, Bank Mandiri, dan Bank BRI.

Ketiga, portal reksa dana. Seiring perkembangan financial technology (fintech), reksa dana bisa dibeli secara online, yaitu melalui portal reksa dana. Konsepnya mirip marketplace, tetapi produk yang diperdagangkan adalah portofolio reksa dana yang berasal dari berbagai macam Manajer Investasi.

Di sini, kamu akan menemukan harga reksa dana mulai Rp100 ribu untuk pembelian pertama dan pembelian berikutnya bisa sampai Rp3 juta. Jika ingin mengenal lebih dalam, kamu bisa cek masing-masing portofolio beserta prospektus dan lembar faktanya. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa mengeceknya di Ajaib.

Portofolio Reksa Dana

Nah, ini adalah hal wajib yang harus kamu ketahui jika ingin berinvestasi di reksa dana. Dengan mengetahui portofolio reksa dana, kamu bisa memilih produk yang sesuai dengan profil risikomu. Setidaknya, ada empat empat jenis portofolio reksa dana, yaitu:

●      Reksa dana pasar uang (Money market funds)

Seperti namanya, reksa dana pasar uang hanya menginvestasikan dana pada instrumen pasar uang. Seperti deposito, obilgasi, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun.

Reksa dana ini bertujuan untuk menjaga likuiditas sekaligus menjaga modal. Risiko reksa dana pasar uang sangat kecil, sehingga cocok buat kamu yang ingin investasi jangka pendek, tidak berisiko, meski imbal hasilnya minim jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

●      Reksa dana pendapatan tetap (fixed income funds)

Kalau kamu ingin menambah sedikit imbal hasil dan risiko yang lumayan, reksa dana pendapatan tetap pilihannya. Reksa dana jenis ini menginvestasikan dana ke bentuk efek bersifat utang atau obligasi minimal sebesar 80 persen dan 20 persen diinvestasikan ke dalam instrumen pasar uang.

●      Reksa dana saham (Equity funds)

Reksa dana saham akan berinvestasikan pada instrumen saham minimal sebesar 80 persen dan sisinya pada instrumen pasar uang dan/atau obligasi. Investasi ini cukup menarik karena cocok untuk jangka panjang, imbal hasil paling tinggi dibanding jenis lainnya, tetapi risikonya juga tinggi karena dipengaruhi oleh naik turun harga saham di bursa.

●      Reksa dana campuran (Discretionary funds)

Kalau kamu tidak ingin risiko setinggi reksa dana saham tetapi imbal hasil cukup signifikan, pilih saja reksa dana campuran. Investasi ini menawarkan imbal hasil dan memiliki risiko di bawah reksa dana saham atau moderat. Karena investasinya lebih besar di instrumen saham dan obligasi, sedangkan sisanya pada instrumen pasar uang.

Tips Investasi Reksa Dana

Meski reksa dana memiliki empat jenis, tetapi di portal reksa dana menawarkan banyak produk dari berbagai Manajer Investasi. Terkadang kamu yang sudah siap berinvestasi bingung memilih produknya. Untuk memudahkanmu, coba cek tips di bawah ini.

●      Pilih yang sesuai profil risiko. Pilih produk reksa dana yang sesuai profil risiko, apakah kamu ingin imbal hasil dan risiko tinggi dengan jangka yang panjang atau ingin investasi jangka pendek dengan imbal hasil dan risiko rendah. Apapun produk yang kamu ambil sesuaikan dengan kebutuhan dan rencanamu ke depan.

●      Memiliki dana darurat. Sebelum berinvestasi, miliki dana darurat yang bisa kamu gunakan kapan saja untuk kebutuhan mendadak. Dana ini bisa berupa tabungan di bank atau logam mulia. Kamu bisa saja memiliki deposito, tetapi kalau dicairkan sebelum jatuh tempo akan dikenakan denda dan bunga tidak dibayarkan atau dikurangi.

●      Review dan perluas produk investasi. Setelah enam bulan investasi reksa dana, lakukan review investasimu. Apakah sudah membuahkan hasil atau belum atau rugi? Tak masalah kalau investasimu belum menghasilkan. Toh, baru enam bulan. Yang perlu kamu pertimbangkan adalah memperluas produk atau diversifikasi investasi.

Hal ini bertujuan untuk memperkecil kerugian atau justru sebaliknya. Misalnya, kamu membeli reksa dana saham dan diversifikasi ke logam mulia atau investasi reksa dana pendapatan tetap dengan reksa dana campuran.

Tak semua investasi membutuhkan modal tinggi. Dengan reksa dana, kamu bisa berinvestasi memperoleh imbal hasil yang lumayan. Tetapi jangan lupa, selalu cek harga reksa dana, serta membaca prospektus dan lembar fakta sebelum bertransaksi.

Bacaan menarik lainnya:

Balfas, Hamud. (2006) Hukum Pasar Modal. Jakarta: Tata Nusa


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait