Berita, Reksa Dana

Reksa Dana Dolar AS, Pilihan Tepat Untuk Tahun 2020

dolar ke rupiah

Ajaib.co.id – Instrumen investasi yang melibatkan mata uang asing bukan hanya deposito atau forex saja. Ada yang namanya reksa dana dolar yang juga mampu memberikan imbal hasil yang memuaskan. Memang instrumen ini belum familiar namun bukan berarti kamu tidak bisa mencobanya.

Dinamika nilai tukar mata uang rupiah dan dolar AS belakang lebih dinamis dibandingkan biasanya. Bahkan para investor dan pengamat investasi juga mengakui hal ini. Meskipun mata uang dolar AS tetap saja merajai namun pergerakannya tetap saja menarik untuk diamati.

Tentu saja fenomena ini harus diimbangi dengan kebijakan investasi yang berbeda. Mungkin sekarang adalah saat uangtepat kalau kamu mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam produk reksa dana dalam mata uang Amerika Serikat ini. Ya, reksa dana asing memang adalah hal yang legal di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat tiga mata uang yang diperbolehkan untuk suatu reksadana di Indonesia. Mata uang tersebut adalah Rupiah, dolar AS, dan Euro. Tapi, pada praktiknya baru ada dua mata uang yang digunakan, yaitu rupiah dan dolar AS.

Reksa Dana Dolar, Investasi Untuk Hadapi Dinamika Nilai Tukar Mata Uang

Memasuki tahun 2020, kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di angka Rp 13.500-an. Nah, bagi kamu yang suka menyimpan dolar Amerika Serikat, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk investasi melalui reksa dana berdenominasi dolar Amerika Serikat. Jadi bukan hanya memiliki obligasi dolar AS kamu juga bisa memiliki produk reksa dana.

Secara garis besar, reksa dana dengan dolar Amerika Serikat adalah reksa dana yang perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dinyatakan dalam mata uang negeri Paman Sam. Produk-produk reksa dana dolar Amerika Serikat menawarkan beberapa jenis, antara lain Reksa Dana Pasar Uang dolar AS, Reksa Dana Pendapatan Tetap dolar AS, Reksa Dana Campuran dolar AS, Reksa Dana Saham dolar AS, Reksa Dana Terproteksi dolar AS, dan Reksa Dana Syariah Efek Global.

Untuk Reksa Dana Syariah Efek Global, memang tidak disebutkan secara khusus alokasi ke saham, obligasi dan deposito seperti halnya pada reksa dana saham, campuran dan pasar uang. Namun untuk produk-produk yang sudah terbit, rata-rata berjenis saham.

Berbeda dengan reksa dana dolar AS konvensional, Reksa Dana Syariah Efek Global menempatkan minimal 50 persen efek di luar negeri dan pada banyak produk bahkan hampir seluruhnya ditempatkan di luar negeri. Hanya sebagian kecil saja yang disisakan pada deposito atau giro USD dalam negeri untuk keperluan pembayaran redemption.

Penempatan saham luar negeri biasanya dalam bentuk mata uang dollar AS langsung sehingga tidak ada risiko kurs seperti halnya jika ditempatkan di saham rupiah. Jadi risiko utamanya adalah pergerakan saham luar negeri yang menjadi aset dasarnya.

Untuk reksa dana dolar sendiri, ada manajer investasi atau agen penjual yang menjual jenis-jenis di atas. Namun ada juga yang hanya menjual jenis tertentu saja. Kendati menggunakan mata uang asing, bukan berarti reksa dana akan menginvestasikan dananya di luar negeri.

Reksa dana ini sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam aturan Otoritas Jasa Keuangan. Untuk kamu ketahui investasi reksa dana di instrumen luar negeri adalah maksimal 15 persen dari total dana kelolaan.

Sebagai contoh sederhana agar kamu mengerti saat berinvestasi di Reksa Dana Saham dolar AS, kamu harus memperhatikan ini.

Jika kamu membeli Saham ABCD pada harga Rp 14.000.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada saat pembelian adalah Rp 14.000.

Jadi, Nilai Aktiva Bersih dalam dollar AS adalah nilai saham / Kurs = 14.000 / 14.000 = 1 dollar AS.

Namun untuk satu tahun kemudian, harga saham masih sama. Tapi, kurs rupiah pasti mengalami penguatan ke level Rp 13.000. Jadi, Aktiva Bersih yang dihitung seperti ini: Rp 14.000 (nilai saham) / Rp 13.000 (kurs) = 1.0769 atau naik sebesar 7,69 persen.

Bagaimana jika rupiah mengalami penurunan? Misalkan ke angka Rp 15.000. Jadi Nilai Aktiva Bersih per unit akan menjadi Rp 14.000 / Rp 15.000 = 0.9333 atau turun 6,67 persen.

Simulasi di atas menunjukkan kalau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih reksa dana dolar Amerika Serikat per unitnya bergantung pada rupiah. Pengaruh kurs akan sangat besar di reksa dana saham dollar AS karena minimal 80 persen diinvestasikan ke saham dan untuk reksa dana campuran dollar AS sesuai dengan bobot yang ditempatkan di saham.

Khusus untuk awal tahun 2020 ini, penguatan nilai tukar Rp terhadap dollar AS yang ke level 13.700-an juga berkontribusi positif terhadap kinerja reksa dana dollar AS yang berinvestasi pada saham. Namun harus diingat juga kondisi sebaliknya bisa terjadi apabila kurs rupiah melemah.

Cocok Jadi Investasi Hadapi Resesi

Dunia diambang resesi setelah perekonomian yang ambruk pasca pandemo Corona. Meskipun agaknya dunia keuangan mulai berbenah namun tidak bisa menghindarkan diri dari bencana ekonomi yang akan melanda. Untuk itu maka masyarakat harus bersiap untuk tetap mengamankan dananya.

Salah satu langkah yang disarankan oleh para pakar adalah berinvestasi pada reksa dana dolar. Hanya saja tetap saja langkah ini harus menjadi bagian dari diversifikasi. Misalnya saja menyimpan dalam bentuk dolar Amerika Serikat atau obligasi dalam dolar AS atau reksa dana campuran dan pendapatan tetap yang memiliki mayoritas underlying-nya obligasi dolar.

Untuk mulai berinvestasi pada reksa dana dolar sendiri cukup mudah. Pembukaan rekening reksa dana dollar AS pada dasarnya sama seperti reksa dana rupiah. Tidak ada ketentuan dokumen tambahan khusus. Namun karena perbedaan mata uang, biasanya calon investor juga ditanyakan apakah memiliki rekening tabungan dalam dolar AS yang akan dipergunakan sebagai sumber dana dan rekening tujuan pencairan.

Rekening tabungan dolar AS di perbankan biasanya memiliki biaya administrasi jika minimal saldo di bawah ketentuan. Kemudian transfer dolar antar bank juga dikenakan biaya yang relatif tinggi minimal 20 dolar. Biaya ini bisa diminimalkan apabila rekening sumber dana dan rekening bank kustodian reksa dana di bank yang sama.

Biaya di atas akan cukup memberatkan apabila nilai investasi di reksa dana relatif kecil. Sebagai alternatif, sebenarnya investor juga dapat melakukan pembelian reksa dana dolar dari sumber tabungan dengan mata uang rupiah.

Konsekuensinya pada saat dicairkan, maka yang diterima juga dalam bentuk Rp karena akan dikonversikan sesuai mata uang tujuan transfer. Ada cara yang lebih praktis dimana Pembelian reksa dana dollar AS dilakukan dengan cara switching dari Reksa Dana Pasar Uang sepanjang berasal dari produk manajer investasi yang sama.

Investor tidak perlu datang ke bank dan dapat dilakukan secara online melalui situs atau aplikasi yang disediakan manajer investasi. Dengan tingkat inflasi yang rendah, suku bunga di Indonesia maupun di Amerika Serikat yang masih berpotensi turun, serta outlook yang positif terhadap pasar saham Indonesia di tahun 2020 bisa menjadi sentimen positif untuk reksa dana USD terutama yang berinvestasi di Indonesia.

Sayangnya, Ajaib sendiri belum menyediakan produk reksa dana ini kalau kamu tertarik dengan instrumen ini. Namun tersedia banyak pilihan lain yang sama menariknya. Kamu bisa pilih mana yang terbaik untuk mewujudkan tujuan investasimu.

Yuk segera investasi reksa dana.

Artikel Terkait