Cara Menganalisis Kinerja Reksa Dana Anda

5 Perbedaan Analisa Saham Teknikal dan Analisa Fundamental

Harus mulai darimana jika kita ingin menganalisis kinerja reksa dana baik yang sudah dimiliki maupun yang ingin dibeli? Banyak nasihat investasi mengatakan jika kinerja reksa dana di masa lalu tidak menjadi jaminan untuk mendapatkan return atau pengembalian di masa depan. Jadi apa yang bisa dijadikan tolak ukur sebuah produk investasi itu menjanjikan atau tidak bagi portofolio kita?

Pertanyaan ini pasti terasa membingungkan apabila kamu baru terjun dalam dunia investasi reksa dana. Meskipun reksa dana menyediakan kemudahan dengan adanya Manajer Investasi namun tentunya kamu pasti ingin secara pribadi mengetahui nilai produk reksa dana milikmu.

Akan tetapi, jika kamu tahu bagaimana menganalisis kinerja sebuah reksa dana, mudah bagimu mengetahui apa yang harus dicari dan dihindari agar dapat membuat keputusan soal produk reksa dana. Keputusan yang tepat tentunya akan berpengaruh pada peluang meningkatnya kinerja reksa dana yang kamu pilih.

Jika kamu sudah lelah membaca berbagai nasihat investasi soal cara menakar kinerja reksa dana, Ajaib akan menawarkan solusi yang akurat. Berikut adalah tips dan trik mengukur performa investasimu dengan mudah dan jitu. Tentunya ini bahkan mudah dipraktikkan oleh investor pemula seperti kamu yang ingin menekan risiko investasi semaksimal mungkin

Ajaib: Ilustrasi Cara Menganalisis Kinerja Reksa Dana Anda
 

# Apple to Apple: Bandingkan Kinerja Reksa Dana dengan Tolak Ukur yang Tepat

Informasi pertama yang dapat kamu analisis untuk mengetahui kinerja reksa dana adalah membandingkan pengembaliannya dengan tolok ukur atau benchmark yang sesuai. Misalnya, jika ingin melihat seberapa baik kinerja danamu, yang terbaik adalah membandingkannya dengan rata-rata pengembalian untuk reksadana dalam kategori yang sama.

Misalnya produk di pasar modal yang berasal dari industri konsumsi dengan konsumsi pula, energi dengan energi pula. Ibaratnya apple to apple demi mendapatkan gambaran yang sesuai. Jangan bandingkan produk antar industri karena bisa saja parameter untuk menghitung fluktuasinya berbeda. Kenaikan sekian persen di industri konsumsi bisa saja mengecewakan di sektor tambang, begitu pula sebaliknya.

Kamu juga dapat menggunakan indeks acuan untuk dijadikan tolak ukur. Misalnya, jika reksa dana tersebut merupakan reksa dana saham besar di pasar saham, patokan yang baik adalah menggunakan indeks LQ45. Jika harga saham LQ45 turun 10% selama periode yang dianalisis tetapi reksa danamu hanya turun 8%, kamu mungkin tidak perlu khawatir. Performa instrumen investasi milikmu masih relatif baik dibandingkan gejolaknya.

Begitu pula jika ingin membandingkan produk reksa dana pasar uang, kamu bisa mencari indeks reksa dana yang bisa dipakai. Katakanlah kamu melihat dan memperhatikan bahwa salah satu reksadanamu mengalami penurunan nilai yang besar. Namun, reksadana yang lain memberikan kinerja baik dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini bukanlah suatu indikasi bahwa reksa dana yang menurun tersebut harus dihapus dari portofolio segera. Lihatlah jenis dan kategori reksa dana tersebut terlebih dahulu untuk menganalisis apakah reksa dana lain dalam kategori tersebut memiliki penurunan yang serupa.

# Ketahui Kapan Reksa Dana yang Bagus Bisa Memberikan Kinerja Buruk

Jika berinvestasi dalam reksa dana, terutama pada reksa dana saham, kemungkinan kamu berencana untuk mempertahankan produk investasi itu setidaknya selama tiga tahun atau lebih. Pada asumsi ini, jarang ada kebutuhan untuk melihat periode waktu kurang dari itu. Namun bukan berarti bahwa pengembalian jangka pendek menjadi tidak relevan. Bahkan jika suatu reksa dana menghasilkan pengembalian satu tahun yang sangat tinggi dibandingkan dengan reksa dana lain dalam kategorinya, hal ini dapat menjadi sinyal peringatan.

Ada beberapa alasan untuk pernyataan ini. Salah satu alasannya adalah bahwa tahun tertentu dari pengembalian yang luar biasa tinggi bukanlah sesuatu yang normal. Suatu produk dana dengan kinerja yang baik di awal tahun bisa saja jatuh memburuk di penghujung tahun.

Investasi adalah sebuah maraton dan bukan perlombaan. Kinerja yang kuat tidak selalu berkelanjutan. Alasan lain untuk menghindari reksadana yang memiliki pengembalian tinggi pada kinerja jangka pendek adalah karena hal tersebut menarik lebih banyak aset ke dalam investasi tersebut.

Jumlah uang alias dana kelola yang lebih kecil lebih mudah dikelola daripada jumlah yang lebih besar. Pikirkan sebuah perahu kecil yang dapat dengan mudah menavigasi perairan pasar yang sedang bergeser. Lebih banyak investor berarti lebih banyak uang yang menciptakan kapal yang lebih besar untuk bernavigasi.

Reksa dana yang memiliki pengembalian pada tahun tertentu bukanlah produk investasi yang diharapkan untuk melakukan hal yang sama di masa depan. Peningkatan besar dalam aset bisa sangat merusak prospeknya untuk kinerja masa depan. Inilah sebabnya mengapa manajer investasi yang baik umumnya membatasi dana untuk investor supaya mereka dapat menavigasi pasar lebih mudah.

# Memahami dan Mempertimbangkan Siklus Pasar dan Ekonomi

Kamu bisa berbicara dengan sepuluh penasihat investasi dan mungkin akan mendapatkan sepuluh jawaban berbeda. Hal ini termasuk pertanyaan soal periode waktu apa yang paling penting untuk dianalisis untuk menentukan reksa dana mana yang terbaik dari perspektif kinerja. Sebagian besar penasihat akan memperingatkan bahwa kinerja jangka pendek (satu tahun atau kurang) tidak akan memberitahu banyak tentang kinerja reksa dana di masa depan.

Reksa dana yang dikelola secara aktif juga datang dengan risiko yang diambil lebih tinggi oleh manajer investasi untuk mengungguli tolok ukur mereka. Oleh karena itu, kinerja yang buruk selama satu tahun mungkin hanya mengindikasikan bahwa pemilihan saham atau obligasi yang dilakukan manajer belum mencapai waktu untuk mencapai hasil yang diharapkan.

 

# Gunakan Bobot untuk Mengukur Kinerja Reksa Dana

 

Periode waktu yang umum digunakan untuk mengukur kinerja reksa dana adalah pengembalian selama 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Jika kamu memberikan bobot yang lebih berat pada periode kinerja yang paling relevan dan bobot yang lebih rendah pada periode kinerja yang kurang relevan, disarankan untuk membobotkan bobot terberat 5 tahun, diikuti oleh 10 tahun, lalu 3 tahun dan 1 tahun lalu.

 

Misalnya, kamu dapat membuat sistem evaluasi sendiri berdasarkan persentase berat. Katakanlah kamu memberikan bobot 40% untuk periode 5 tahun, 30% untuk periode 10 tahun, 20% untuk periode 3 tahun dan 10% untuk periode 1 tahun. Kemudian bisa mengalikan bobot persentase dengan masing-masing pengembalian yang sesuai untuk periode waktu tertentu dan rata-rata totalnya. Baru kemudian dapat membandingkan yang satu dengan yang lain.

 

Cara yang lebih sederhana untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan situs penelitian reksa dana dan melakukan pencarian berdasarkan pengembalian 5 tahun. Kemudian kamu dapat melihat pengembalian lainnya setelah menemukan beberapa dengan potensi yang baik. Metode pembobotan atau pencarian ini memungkinkanmumemilih reksa dana terbaik berdasarkan kinerja yang dapat memberikan petunjuk kuat tentang kinerja masa depan.

Dengan menggabungkan semua faktor di atas, dijamin kamu dapat membuat keputusan cerdas tentang membeli reksa dana terbaik untuk portofoliomu. Ingat pula bahwa setiap orang bisa saja memiliki produk pilihan yang berbeda tergantung pertimbangan dan portofolionya. Dengan bijak memperhitungkan kinerja sebuah produk investasi ini maka kamu akan bisa segera menikmati hasilnya.

 

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait