Mengenal Obligasi Pemerintah, Untung atau Buntung?

obligasi-pemerintah

Bagi investor pemula obligasi pemerintah merupakan sesuatu yang mungkin terdengar asing. Apa itu ORI, SUN, dan Sukuk? Mengapa pemerintah meminjam uang dari rakyatnya sendiri? Berapa nominal minimum pembelian produk obligasi pemerintah? Bagaimana risiko investasinya?

Meskipun termasuk sebagai instrumen investasi yang paling aman dan menguntungkan, obligasi pemerintah kurang populer di masyarakat Indonesia. Obligasi pemerintah adalah surat berharga atau kontrak yang dikeluarkan pemerintah Republik Indonesia yang berisi pengakuan bahwa negara berhutang sejumlah uang kepada kreditur.

Singkatnya, kamu meminjamkan uang kepada pemerintah. Karena yang berhutang adalah pemerintah, kamu tidak perlu takut uangmu dibawa kabur. Jika tenggat waktu di kontrak sudah tiba, pemerintah akan melunasi hutang mereka beserta bunga (kupon) sesuai kesepakatan di awal.

Satu-satunya kemungkinan terburuk dari instrumen investasi ini adalah jika sebuah negara jatuh bangkrut, misalnya karena perang. Mengingat situasi politik dan ekonomi di Indonesia yang relatif stabil, rasanya kamu tidak perlu khawatir uangmu tidak akan kembali.

Mengapa pemerintah sampai harus berhutang pada rakyatnya sendiri? Pemerintah menerbitkan obligasi biasanya guna menghimpun dana dan menutupi APBN yang mulai menipis. Ada juga negara yang menggunakan himpunan dana tersebut untuk kegiatan belanja pemerintah sampai mengembangkan infrastruktur. Selain mendapat bunga yang lumayan besar, kamu juga berkontribusi dalam pembangunan negara.

Ada tiga jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah Indonesia, yaitu Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Surat Utang Negara (SUN), dan Sukuk (obligasi berbasis syariah). Ketiga jenis obligasi ini memiliki perbedaan yang tidak terlalu mencolok.

Pada dasarnya, ORI dan Sukuk adalah instrumen investasi turunan dari SUN. ORI mulai diterbitkan pemerintah sejak tahun 2006. Produk-produk sukuk menggunakan basis syariat Islam. Jadi, kamu tidak perlu khawatir mengenai riba.

Cukup dengan minimal investasi Rp5 juta kamu sudah bisa memiliki surat berharga ORI. Di lain pihak, investasi minimal SUN adalah Rp5 miliar. Investor ORI kebanyakan adalah rakyat biasa sedangkan pemilik SUN biasanya perusahaan-perusahaan besar.

Nominal bunga yang ditawarkan ORI dan SUN mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia. Rekor bunga tertinggi ORI adalah 12,05% pada tahun 2006 dan yang terendah adalah ORI009 pada tahun 2012 sebesar 6,25%. Sama seperti deposito, kupon atau bunga obligasi pemerintah dikenakan pajak. Besarannya adalah 15%, lebih kecil dari deposito yang sebesar 20%.

Perbedaan lain antara SUN dan ORI adalah durasi investasinya. Produk-produk ORI biasanya jatuh tempo dalam 3 tahun. Waktu yang cukup singkat apalagi jika kamu termasuk orang yang kurang sabar. Sedangkan tenggat waktu SUN biasanya sampai memakan puluhan tahun. Sebagai contoh, SUN FR0076 yang dirilis 2017 lalu baru akan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

Sebelum kamu memutuskan instrumen investasi ini, ada baiknya kamu pastikan untuk membeli di lembaga keuangan yang telah disertifikasi oleh negara. Perlu diingat kembali bahwa bunga atau keuntungan produk obligasi bergantung pada suku bunga acuan, kondisi ekonomi, sosial, dan politik sebuah negara.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait