Reksa Dana

Fakta atau Mitos, Reksa Dana Pasar Uang Paling Menjanjikan?

Fakta atau Mitos, Reksa Dana Pasar Uang Paling Menjanjikan?

Ajaib.co.id – Investasi reksa dana kini sedang sangat diminati karena tingkat pengembaliannya yang menjanjikan. Terlebih lagi di kalangan masyarakat awam yang pemahaman soal dunia investasi relatif rendah. Salah satu instrumen investasi reksa dana yang paling menjadi primadona ialah reksa dana pasar uang.

Untuk diketahui sebelumnya, investasi reksa dana pasar uang mengalokasikan dananyaa seluruhnya pada instrumen seperti sertifikat Bank Indonesia, deposito dan obligasi yang jatuh temponya dalam jangka waktu di bawah 1 tahun. Pasar uang sendiri adalah pertemuan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dengan menawarkan sejumlah instrumen pasar uang tersebut.

Untuk membelinya, manajer investasimu bisa melakukanya lewat agen penjual yang tersedia. Jenis reksa dana ini dinilai lebih menguntungkan dari reksa dana pendapatan atau reksa dana saham. Alasannya karena hasil investasi dari produk ini dianggap lebih besar dari risikonya.

Jangka waktunya yang pendek untuk berinvestasi di rekda sana ini menjadikan orang sering membandingkannya dengan deposito. Namun sebenarnya reksa dana pasar uang menjanjikan keuntungan yang lebih dan pastinya sesuai dengan profil risiko investor pemula sepertimu.

Deposito bisa dikatakan sebagai salah satu jenis investasi yang paling sering dipilih oleh masyarakat. Selain akses yang mudah, juga cenderung lebih aman dengan keuntungan stabil. Di sisi lain, ada pilihan jenis investasi yang juga menawarkan untuk memberikan keuntungan lebih dalam jangka pendek. Yakni dengan ikut serta dalam investasi reksa dana pasar uang.

Mengenal Investasi Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah instrumen yang relatif stabil dan tidak terkena dampak gejolak di pasar keuangan. Hal ini karena 100% dana kelolaan diputar pada instrumen deposito dan obligasi dengan tenor di bawah satu tahun.

Jenis reksa dana ini memiliki tingkat risiko yang lebih minim dibandingkan reksa dana lainnya. Dengan memilih berinvestasi menggunakan reksadana pasar uang, dana yang kamu investasikan akan 100% diolah menjadi instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Obligasi dengan masa batas waktu tidak lebih dari satu tahun.

Mengapa Berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang?

Ada banyak alasan mengapa kamu harus menginvestasikan uangmu pada reksa dana pasar uang. Ajaib telah merangkumkan 4 alasan dasar mengapa instrumen pasar uang harus masuk dalam portofolio investasimu.

1. Tempat Hebat untuk Memarkir Uang

Ketika pasar saham sangat fluktuatif dan investor tidak yakin ke mana harus menginvestasikan uang mereka, pasar uang bisa menjadi tempat yang aman. Mengapa? Reksa dana pasar uang sering dianggap memiliki risiko lebih kecil daripada saham dan obligasi jangka panjang. Itu karena jenis reksa dana ini biasanya berinvestasi pada investasi berisiko rendah seperti sertifikat deposito dan surat berharga jangka pendek atau treasury bills.

2. Likuiditas Bukan Masalah

Reksa dana pasar uang umumnya tidak berinvestasi dalam sekuritas yang memperdagangkan volume sangat kecil atau cenderung memiliki sedikit pengikut. Sebaliknya, mereka sebagian besar berdagang di entitas dan / atau surat berharga (commericial paper) yang dalam permintaan cukup tinggi (seperti tagihan-T). Ini berarti mereka cenderung lebih cair; investor dapat membeli dan menjualnya dengan mudah komparatif.

Bandingkan hal ini dengan, katakanlah, saham perusahaan biotek Cina yang berkapitalisasi kecil. Dalam beberapa kasus, pembagian tersebut mungkin sangat likuid, tetapi bagi sebagian besar audiens mungkin sangat terbatas. Ini berarti bahwa masuk dan keluar dari investasi semacam itu dapat menjadi sulit jika pasar berada dalam kejatuhan.

3. Investasi yang Aman

Ada tiga alasan utama bahwa dana pasar uang memiliki rekam jejak yang aman.

Jatuh tempo obligasi dalam portofolio reksa dana pasar uang ini harus jangka pendek yaitu kurang dari 1 tahun. Ini memungkinkan manajer portofolio untuk dengan cepat dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan suku bunga yang berubah, sehingga mengurangi risiko.

Kualitas kredit hutang terbatas pada kualitas kredit tertinggi, biasanya hanya obligasi yang berperingkat di atas A saja yang ada di portofolio suatu reksa dana pasar uang. Dana yang dikelola tidak dapat berinvestasi lebih dari 5% dengan satu penerbit, kecuali pemerintah, sehingga risiko terdiversifikasi.

Para investor di pasar adalah lembaga profesional besar yang reputasinya menggunakan kemampuan untuk menjaga NAV di atas 1000 Rupiah. Dengan hanya kasus yang sangat langka yaitu dana yang gagal.

4. Mempersiapkan Diri untuk Risiko

Meskipun resikonya umumnya sangat rendah, peristiwa dapat memberikan tekanan pada reksa dana pasar uang. Misalnya, mungkin ada perubahan tiba-tiba dalam tingkat bunga, penurunan kualitas kredit utama untuk banyak perusahaan dan / atau peningkatan kurs mata uang yang tidak diantisipasi. Masalah potensial lainnya dapat terjadi jika tingkat bunga fed ataupun BI 7 day repo rate turun di bawah rasio standar yang dapat menimbulkan kerugian bagi investor reksa dana.

Untuk mengurangi risiko dan melindungi diri mereka dengan lebih baik, investor harus mempertimbangkan hal-hal berikut:

Tinjau apa yang terdapat dalam reksa dana tersebut. Jika kamu tidak mengerti produk apa yang investasi, maka cari lah pilihan reksa dana lain. Ingatlah bahwa hukum pengembalian terkait dengan risiko, laba tertinggi biasanya akan paling berisiko.

Salah satu cara untuk meningkatkan pengembalian tanpa meningkatkan risiko adalah mencari reksa dana dengan biaya operasional yang lebih rendah. Biaya yang lebih rendah akan memungkinkan pengembalian potensial lebih tinggi tanpa adanya risiko tambahan.

Perusahaan-perusahaan besar biasanya didanai lebih baik dan akan mampu bertahan dengan volatilitas jangka pendek yang lebih baik daripada perusahaan-perusahaan kecil lainnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan produk reksa dana pasar uang yang ingin kamu investasikan, penting untuk mengetahui apa saja isi dari portofolio reksa dana pasar uang tersebut. Jangan lupa untuk selalu membeli produk reksa dana dari agen penjual yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Risiko Reksa Dana Pasar Uang yang Harus Diketahui

1. Risiko Gagal Bayar’

Salah satu produk dalam reksa dana pasar uang yang adalah obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Di mana, obligasi atau surat utang memiliki kemungkinan dilunasi tepat waktu atau tidak bisa dilunasi atau gagal bayar.

Kamu bisa saja mengalami kerugian saat berinvestasi melalui reksa dana pasar uang, namun ada solusinya yaitu pilihlah obligasi pemerintah. Karena obligasi pemerintah lebih aman dibanding obligasi swasta atau perusahaan lainnya.

2. Redemption Besar-Besaran

Kerugian reksa dana pasar uang juga akan terjadi jika investor besar menarik uang mereka secara besar-besaran (redemption). Misalnya jumlah dana di reksa dana pasar uang A mencapai 300 Miliar dan pada waktu bersamaan investor menarik dana hingga 190 MIliar. Hal ini membuat reksa dana terpaksa dijual sebelum tanggal jatuh tempo dan mengakibatkan investasi terjual dibawah harga pasar.

Produk Reksa Dana dengan Rekam Jejak Terbaik

Kalau kamu sedang mempertimbangkan ingin membeli reksa dana, mungkin 5 produk ini bisa dicoba. Dilansir dari Kontan.co.id, 5 reksa dana pasar uang ini memiliki rekam jejak 5 tahun terbaik dan menguntungkan.

1. Manulife Indonesia Money Market Fund

Produk reksa dana ini menargetkan return sebesar 5% dari reksa dana dengan menempatkan dananya di deposito bank besar. Alasannya karena bank besar memiliki kinerja keuangan yang stabil meskipun keuntungannya tidak terlalu besar. Hal ini dianggap sesuai dengan investor pasar uang yang konservatif dan mengutamakan konsistensi.

2. Mandiri Kapital Prima

Jenis reksa dana dari bank Mandiri telah memberikan imbal hasil 37,57% per tahun alias 0.48% per bulan selama lima tahun belakangan. Reksa dana ini seluruhnya ditempatkan di deposito bank BUKU II dan III. Pasalnya, rate bank tersebut dianggap lebih kompetitif dibandingkan BUKU 4. Selain itu, deposito juga resikonya lebih kecil dibandingkan obligasi.

3. Mega Dana Kas

Produk keuangan ini berhasil memberikan return sebesar 39,03% selama 5 tahun performanya di pasar uang. Sebagian besar dananya ditanamkan di produk deposito bank BUKU III. Selain itu, adapula penanaman dana di obligasi korporasi dengan rating A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

4. Bahana Dana Likuid

Produk ini menempat posisi teratas sebagai reksa dana pasar uang paling menguntungkan 5 tahun terakhir. Return-nya yang diperoleh investornya mencapai 40,49%, jauh lebih tinggi dibandingkan produk lainnya. Bahana Dana Likuid adalah produk dari PT Bahana TCW Investment Management yang juga merupakan mitra manajer investasi dari Ajaib. Kamu yang tertarik dengan produk ini bisa langsung membelinya lewat aplikasi investasi Ajaib.

Sekarang, kamu tidak perlu lagi bingung menimbang antara investasi pasar uang atau deposito.

Dengan dana minimal yang lebih kecil, likuiditas tinggi dan imbal hasil lebih tinggi, maka tidak ada salahnya kamu mencoba reksa dana pasar uang. Terlebih jika kamu belum punya pengalaman dalam melakukan investasi, pasar uang bisa jadi pilihan tepat. Selain cenderung aman juga memberikan imbal hasil yang stabil.

Nah, tertarik untuk membeli reksa dana pasar uang? Kini kamu bisa membelinya dengan mudah melalui aplikasi Ajaib! Selain investasi pasar uang, kamu juga bisa melakukan diversifikasi dengan membeli reksa dana lainnya atau bahkan investasi saham.

Dengan modal mulai dari Rp10 ribu, kamu sudah bisa berinvestasi reksa dana di Ajaib. Dan jika ingin memulai investasi saham, kamu bisa memulainya dengan modal Rp100 ribu. Jadi tunggu apalagi? Yuk investasi sekarang!

Artikel Terkait