Investasi Syariah, Reksa Dana

Investasi Reksa Dana Syariah; Mengapa & Apa Bedanya?

reksa dana syariah

Ajaib.co.id – Investasi syariah semakin populer di kalangan masyarakat beberapa tahun belakangan. Bukan hanya bagi investor beragama Islam, investasi jenis ini juga semakin diminati kalangan lebih luas. Terlebih lagi reksa dana syariah yang awalnya dirilis pada tahun 1997 silam.

Investasi reksa dana terbukti menarik perhatian banyak masyarakat yang awam dengan investasi. Kelebihannya yang dikelola oleh manajer investasi sehingga calon investor hanya perlu untuk membeli tanpa repot-repot mengatur investasi menjadi keunggulan utama. Namun banyak pula masyarat banyak yang ragu jika uang yang diterimanya dari hasil investasi tidaklah didapat dengan jalan yang halal dan sesuai syariat Islam.

Apalagi jika dana reksa dana tersebut ditanamkan pada usaha ekonomi yang meskipun memberikan keuntungan berlimpah namun tidak sesuai dengan prinsip Islam atau biasa yang disebut mengandung riba. Untuk hal inilah maka kemudian diberlakukan investasi ini yang dijamin kehalalannya karena dijalankan sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untuk mendukung hal ini, MUI melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) kemudian mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal dengan Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah.

Perkembangan reksa dana berbasis syariah ini juga cukup signifikan ditilik dari segi jumlah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat 265 produk reksa dana syariah hingga Agustus 2019. Padahal jumlahnya hanya 48 produk pada tahun 2010. Peningkatan per tahunnya mencapai 18,63% per tahun sedangkan reksa dana konvensional hanya 13,03%.

Besaran dana kelolaannya juga semakin tinggi dari tahun ke tahun. Selama 3 tahun belakangan, asset management alias dana kelolaan reksa dana bahkan naik lebih dari 23% per tahun. Tercatat, pada 2016, Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah berkisar Rp270 triliun kemudian pada Juli 2019 sudah mencapai Rp520 triliun.

Jumlah produknya juga semakin banyak dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pertumbuhan produk reksa dana syariah dinilai lebih signifikan dibandingkan produk konvesional. Jenis investasi ini hanya menanamkan uangnya di instrumen keuangan yang sesuai dengan aturan ekonomi Islam.

Mengenal Lebih Jauh Soal Reksa Dana Syariah

Investasi reksadana syariah memiliki banyak fitur yang menjadi alasan mengapa banyak orang telah tertarik untuk membelinya. Kamu yang berada dalam tahap awal investasi namun tetap ingin mengedepankan prinsip muamalah sesuai ajaran Islam cocok untuk memilikinya.

Jenis reksa dana ini bukannya tidak menguntungkan sama sekali dibandingkan produk konvensional. Kenaikan dana kelolaannya serta jumlah investornya seharusnya sudah cukup menjadi bukti bahwa reksa dana syariah sangat menjanjikan keuntungan yang signifikan.

Mengapa Reksa Dana Syariah?

Zaman sekarang, baik kaum milenial sudah semakin menyadari akan pentingnya investasi. Tidak hanya mengetahui produk-produk investasi saja, tetapi sudah banyak dari kalangan milennial yang memulai investasi. Bisa dilihat dari jumlah investor yang telah mengalami kenaikan signifikan lebih dari 30% dan dari sisi penambahan ini 70% merupakan millennial. Jumlah investor reksa dana di akhir tahun 2018 hampir mencapai 1 juta investor, di mana pada tahun 2017 hanya sebanyak 670 ribu investor yang berinvestasi di reksa dana.

Salah satu faktor banyak investor yang lebih tertarik untuk berinvestasi di reksa dana adalah karena banyaknya pilihan produk yang diinvestasikan dalam suatu reksa dana. Dari pilihan risiko rendah, seperti reksa dana pasar uang, risiko sedang yaitu reksa dana pendapatan tetap dan campuran, hingga pilihan investasi risiko tinggi, yaitu reksa dana saham.

Oleh karena demografi masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, maka muncul pilihan investasi baru yaitu reksa dana Syariah.

Bedanya Reksa Dana Syariah Dan Reksa Dana Konvensional

Hal utama yang membedakan antara kedua jenis reksa dana ini adalah dari sisi pengelolaan dana yang diinvestasikan. Untuk produk reksa dana Syariah, dana yang ada hanya boleh diinvestasikan ke produk saham, obligasi, dan instrumen pasar uang yang sesuai dengan prinsip Syariah Islam. Salah satu contoh produk Syariah adalah saham Syariah (yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia/ISSI) dan Sukuk.

Apabila lebih dipersingkat, hal pembeda antara kedua jenis reksa dana tersebut adalah akad. Akad yang sesuai dengan mekanisme kegiatan reksadana syariah meliputi akad kerjasama (musyarokah), sewa menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah). Hal ini juga telah tercantum pada Fatwa MUI No 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa dana Syariah.

Untuk memperketat pengawasan ini, manajer investasi yang mengelola produk reksa dana Syariah tidak hanya diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetapi juga langsung diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia (DPS MUI). Oleh karena itu, bagi kamu yang beragama Islam, tidak perlu khawatir lagi karena investasi reksa dana syariah sudah pasti terjamin dan sesuai dengan Fatwa MUI.

SOP Investasi Reksa Dana Syariah

SOP adalah panduan yang dibuat untuk memastikan suatu kegiatan berjalan dengan standar dan semestinya. Untuk kasus reksa dana syariah, berikut 5 poin utama pedomannya antara lain:

  • Akad wakalah

Investasi reksa dana dijalankan dengan akad wakalah. Akad ini berarti pelimpahan kekuasaan dari investor kepada manajer investasi untuk mengelola dananya. Bukti akad ini yaitu berupa Unit Penyertaan Reksa Dana Syariah.

  • Instrumen keuangan sesuai dengan syariah Islam

Investasi reksa dana hanya bisa dilakukan pada instrumen keuangan yang berlaku sesuai dengan aturan Islam. Instrumen tersebut antara lain saham berupa pnewaran umum dan dividen yang didasarkan pada laba usaha, penempatan deposito dalam bank umum syariah, dan osurat hutang jangka panjang yang sesuai dengan prinsip syariah.

  • Jenis usaha emiten

Fatwa ini mengatur jika investasi hanya bisa dilakukan pada efek emiten yang tidak bertentangan dengan syariah. MUI juga menerangkan secara detail usaha apa saja yang bertentangan dengan muamalah Islam antara lain perjudian, perbankan, asuransi konvensional, produsen produk haram dan merusak moral dan bersifat mudarat.

  • Emiten yang dilarang

Pedoman ini juga menguraikan soal emiten yang tidak layak diinvestasikan dalam reksa dana syariah. Emiten tersebut dianggap tidak sesuai jika modal sangat bergantung dari pembiayaan hutang yang mengandung unsur riba, rasio hutang dan modal lebihd ari 82%, dan diketahui melangar prinsip usaha Islami.

  • Pembagian hasil investasi

Hasil investasi syariah harus dibersihkan dari unsur non halal sebelum dibadikan kepada investor. Dana tersebut kemudian akan digunakan untuk kemashalatan umat sesuai dengan arah dari Dewan Syariah Nasional. Fatwa ini juga menguraikan secara jelas penghasilan investasi apa saja yang bisa diterima oleh reksa dana syariah.

Cara Membeli Reksa Dana Syariah

Investor yang tertarik membeli reksa dana syarih memang semakin banyak jumlahnya dari tahun ke tahun. Namun faktanya para investor tersebut umumnya terdiri dari, pertama, orang yang benar-benar peduli pada unsur berbasis syariah tersebut yang termasuk bebas riba dan halal. Kedua, adalah orang umum yang tertarik dengan konsep, cara kerja maupun tingkat pengembaliannya. Apalagi kinerja reksa dana berprinsip Islam ini terbukti positif dan memberikan keuntungan yang memuaskan.

Jika kamu saat ini sudah tertarik untuk membeli produk reksa dana ini, sebaiknya segera tentukan instrumen yang cocok dengan portofolio. Harap diketahui bahwa beda tujuan dan jangka waktu investasimu semestinya menentukan jenis reksa dana yang akan dibeli.

Misalnya reksa dana saham syariah cocok untuk jangka waktu lebih dari lima tahun, reksa dana pendapatan tetap syariah untuk investasi berjangka satu sampai maksimal lima tahun. Sedangkan reksa dana pasar uang syariah cocok untuk jangka pendek maksimal satu tahun dan terakhir reksa dana campuran syariah sebaiknya dibeli untuk investasi maksimal lima tahun.

Setelah produk dipilih, berdasarkan profil risiko, tujuan keuangan dan kondisi finansialmu, maka tahap berikutnya adalah memilih manajer investasi yang akan mengelola danamu. Akan sangat lebih baik jika kamu memilih manajer investasi yang sudah memiliki nama besar dan rekam jejak yang baik soal reksa dana tipe ini.

Kamu bisa mencari rekomendasi terbaik dari kenalanmu yang sudah lebih duluan terjun dalam dunia investasi syariah ataupun lewat berbagai ulasan di internet. Beberapa manajer investasi terbaik untuk reksa dana syariah juga telah bekerja sama dengan Ajaib sehingga kamu bisa lebih leluasa melakukan pembelian lewat Ajaib.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah menyatakan jika jual beli reksa dana ini kini tersedia secara online maupun offline. Kamu bisa melakukan pembeliaan lewat Manajer Investasi yang menerbitkan dan mengelola Reksa Dana atau lembaga perbankan yang bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Kamu juga disarankan untuk melakukan pertemuan langsung atau paling tidak konsultasi langsung dengan manajer investasi pilihanmu atau APERD tersebut. Sistem pembeliannya juga sama seperti jika kamu membeli unit reksa dana konvensional.

Ajaib selaku agen penjualan reksa dana online dengan fitur andalan investasi tematik tentunya memahami keinginan dan kebutuhanmu ini. Kami mempermudah kamu untuk memilih produk reksa dana berbasis syariah dengan bahasa yang sederhana.

Ada sejumlah pilihan yang bisa kamu pertimbangkan dan sudah disortir sesuai dengan profil risiko dan jenisnya. Ajaib memberikan rekomendasi reksa dana terbaik dan berbagai pelajaran terkait investasi, sehingga semua orang memiliki akses terhadap produk investasi yang aman.

Kelebihan dan Kekurangan Reksa Dana Syariah

Fatwa yang mengatur juga menyebutkan jika manajemen investasi syariah tidak boleh menempatkan dananya di usaha yang tidak sesuai syariat Islam. Beberapa diantarnya seperti perjudian, lembaga keuangan konvensional, produksi makanan haram, dan barang yang memberikan mudarat.

Dampaknya memang imbal balik yang diberikan relatif terbatas dibandingkan produk reksa dana umum. Pasalnya manajer investasi memiliki pilihan yang terbatas dalam mengembangkan uangnya. Salah satunya adalah jika saham perbankan atau rokok meningkat maka tidak berefek apapun bagi investor syariah karena memang dua produk tersebut terlarang.

Return alias imbal hasil dari reksa dana syariah umumnya lebih kecil 5%-10% dibandingkan yang biasa. Namun hal ini bukan masalah karena beberapa investor syariah menganggap nilai tersebut lebih barokah secara dunia maupun akhirat. Namun, hal ini juga sejalan dengan resikonya yang lebih rendah.

Ada berbagai persyaratan investasi syariah yang diterapkan sehingga lebih aman khususnya bagi masyarakat awam. Investasi syariah termasuk saham, obligasi, dan reksa dana kini juga semakin diminati di berbagai negara maju di Eropa dan Amerika. Hal ini karena investasi sesuai kaidah Islam ini dianggap lebih jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Berzakat dari Hasil Reksa Dana Syariah

Jika kamu ingin memastikan harta yang kamu miliki baik adanya baik di dunia maupun akhirat maka hal lain yang juga harus dipertimbangkan adalah soal zakat. Jika sudah memastikan kehalalan reksa danamu, jangan lupa mengeluarkan zakat atas hasil yang didapat.

Pemerintah Indonesia juga telah mengakomodir hal ini ini melalui MUI. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatur jika zakat harta besarannya 2,5% dari total harta terlepas dari zakar penghasilan yang wajib disisihkan per bulan. Hal ini sesuai dengan kesepakatan ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H). Dilansir dari Baznas.go.id, ditetapkan jika hasil dari keuntungan investasi wajib dikeluarkan zakatnya. Namun zakat reksa dana hanya menjadi wajib apabila sudah mencapai unsur haul dan nishab harta.

Haul adalah jangka waktu harta tersebut sehingga layak dijadikan objek pajak yakni minimal 1 tahun. Sedangkan nishab adalah batas minimal nilai harta yang wajib menjadi objek zakat yaitu 82,5 gram emas. Nilai tersebut jika dirupiahkan berkisar Rp55, 7 juta sesuai dengan harga emas antam. Produk reksa dana yang digunakan untuk berzakat haruslah reksa dana syariah, yang dikelola dengan prinsip dagang Islam di pasar modal sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 19 /POJK.04/2015  Tentang Penerbitan dan Persyaratn Reksa Dana Syariah.

Zakat ini menjadi wajib karena orang tersebut sudah dianggap mampu memenuhi kebutuhan utamanya. Terbukti masih ada dana yang bisa dialokasikan untuk investasi dana meskipun nilainya terbatas. Dengan demikian, imbal hasil investasi reksa danamu wajib dikenakan zakat jika telah memenuhi 2 unsur tersebut.

Cara menghitung zakat hasil investasi reksa dana

Pakar keuangan syariah menilai reksa dana merupakan objek zakat karena nilainya yang terus berkembang berupa return atau imbal hasil. Berikut adalah cara perhitungan zakat reksa dana dikutip dari situs Baznas.go.id

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Rumu ini berlaku jika nilai imbal hasil investasi reksa danamu sudah melebihi angka nishab dan haul. Sebagai contoh, kamu yang menerima imbal hasil sebesar Rp60 juta bersih setelah lebih dari setahun wajib dikenakan zakat reksa dana. Penghasilan tersebut terhitung sebagai aset yang terus berkembang. Karena itu, kamu wajib membayarkan zakat reksa dana sebesar Rp1,5 juta per tahunnya.

Cara Mencapai Tujuan Finansial

Apabila kamu ingin mencapai tujuan finansialmu dengan cepat, maka berinvestasi di reksa dana merupakan salah satu pilihan yang tepat. Kamu harus mulai memindahkan investasi (tabungan) yang kamu miliki sekarang di bank ke produk reksa dana. Selain karena bunga yang didapatkan kemungkinan besar akan jauh lebih tinggi dibandingkan bunga bank maupun deposito, investasimu juga menjadi lebih terdiversifikasi melalui investasi reksa dana ini.

Seperti yang telah disebutkan di atas, ada 4 jenis reksa dana yang dapat kamu pilih sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko yang sesuai dengan dirimu antara lain reksa dana pasar uang (berupa deposito, cash, obligasi dengan tenor kurang dari 1 tahun), reksa dana pendapatan tetap (obligasi pemerintah, seperti sukuk maupun yang diterbitkan oleh perusahan swasta), reksa dana campuran (yang terdiri dari produk pasar uang, obligasi, dan saham), dan yang terakhir reksa dana saham.

Pada dasarnya untuk tujuan finansial jangka panjang, akan lebih sesuai apabila produk investasi yang dipilih berupa produk investasi dengan risiko tinggi seperti reksa dana saham maupun reksa dana campuran. Produk investasi dengan risiko yang tinggi biasanya juga diikuti dengan kemungkinan return yang tentunya tinggi juga. Apabila memiliki tujuan finansial jangka pendek, seperti membeli gadget baru ataupun liburan, alangkah lebih bijak untuk diinvestasikan di produk investasi dengan risiko rendah seperti reksa dana pasar uang.

Oleh karena itu, tentukanlah tujuan finansialmu tanpa ditunda-tunda lago, karena tidak ada alasan untuk tidak memulai investasi sekarang juga!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Artikel Terkait