Investasi Syariah, Reksa Dana

Mengenal Investasi Dana Syariah & Keuntungannya

reksa dana syariah

Ajaib.co.id – Investasi dana syariah kini semakin populer di kalangan masyarakat. Bukan hanya investor beragama Islam, investasi ini juga semakin diminati kalangan lebih luas.

Meski menarik banyak perhatian masyarakat awam, investasi ini juga banyak yang meragukannya. Kebanyakan masyarakat ragu jika uang yang diterima dari hasil investasi tidaklah didapat dengan jalan yang halal dan sesuai syariat Islam. Apalagi jika dana tersebut ditanamkan pada usaha ekonomi yang meskipun memberikan keuntungan berlimpah namun tidak sesuai dengan prinsip Islam atau biasa yang disebut mengandung riba.

Untuk menjawab keresahan banyak orang mengenai investasi dana syariah, maka MUI telah mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal dengan Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah.

Apa itu Investasi Dana Syariah?

Secara umum, investasi syariah adalah investasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Di mana, berbagai hal yang bertentangan dengan ajaran agama Islam tidak akan menjadi sumber keuntungan dalam investasi syariah.

Jenis-Jenis Investasi Syariah

Ada beberapa jenis investasi syariah yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan keuntungan, mulai dari reksa dana syariah, saham syariah, peer to peer lending syariah, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari selengkapnya di bawah ini.

1. Reksa Dana Syariah

Investasi reksa dana syariah memiliki banyak fitur yang menjadi alasan mengapa banyak orang telah tertarik untuk membelinya. Kamu yang berada dalam tahap awal investasi namun tetap ingin mengedepankan prinsip muamalah sesuai ajaran Islam cocok untuk memilikinya.

Jenis reksa dana ini bukannya tidak menguntungkan sama sekali dibandingkan produk konvensional. Kenaikan dana kelolaannya serta jumlah investornya seharusnya sudah cukup menjadi bukti bahwa reksa dana syariah sangat menjanjikan keuntungan yang signifikan.

Dari pilihan risiko rendah, seperti reksa dana pasar uang, risiko sedang yaitu reksa dana pendapatan tetap dan campuran, hingga pilihan investasi risiko tinggi, yaitu reksa dana saham.

2. Peer to Peer Syariah

Peer to Peer Lending adalah layanan jasa keuangan atau penggalangan dana untuk mempertemukan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pendanaan dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.

Mungkin saat ini banyak yang belum tau bahwa Peer to Peer lending juga memiliki sistem syariah. Meski tidak sebanyak reksa dana syariah, P2P Lending syariah ini bisa kamu temui dalam platform Dana Syariah, salah satu platform layanan Peer to Peer (P2P) Financing berbasis teknologi informasi yang dibuat dan dioperasikan oleh PT Dana Syariah Indonesia.

Dana Syariah (https://www.danasyariah.id) mewakili pemilik dana dalam melakukan kajian dan penyaringan yang komprehensif dan hati-hati terhadap proyek bisnis maupun perorangan yang akan diberikan Pembiayaan.

Bukan hanya penilaian dari aspek syariahnya saja, portal dana syariah ini untuk melihat dari aspek perhitungan terhadap kelayakan bisnis yang bisa berpengaruh pada besaran manfaat dan bagi hasil yang akan diterima Pemberi Dana serta manfaatnya bagi Penerima Pembiayaan.

3. Saham Syariah

Saham juga termasuk salah satu investasi yang bisa kamu pilih untuk memilih sistem investasi dana berbasis syariah. Di mana, investasi ini bisa mendatangkan keuntungan besar.

Dalam investasi syariah, tidak ada istilah riba atau bunga. Hal ini diterapkan pada berbagai saham yang kemudian disebut sebagai saham syariah.

Pada dasarnya, jenis investasi syariah yang satu ini adalah saham dari emiten-emiten yang menerapkan prinsip syariah di pasar modal. Menurut BEI, ada dua jenis saham syariah yaitu:

  1. Saham syariah yang berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.
  2. Saham syariah yang dicatatkan oleh emiten atau perusahaan publik syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2015.

SOP Investasi Dana Syariah

SOP adalah panduan yang dibuat untuk memastikan suatu kegiatan berjalan dengan standar dan semestinya. Untuk kasus dana syariah, berikut 5 poin utama pedomannya antara lain:

1. Akad wakalah

Investasi reksa dana dijalankan dengan akad wakalah. Akad ini berarti pelimpahan kekuasaan dari investor kepada manajer investasi untuk mengelola dananya.

2. Instrumen keuangan sesuai dengan syariah Islam

Investasi hanya bisa dilakukan pada instrumen keuangan yang berlaku sesuai dengan aturan Islam. Instrumen tersebut antara lain saham berupa pnewaran umum dan dividen yang didasarkan pada laba usaha, penempatan deposito dalam bank umum syariah, dan osurat hutang jangka panjang yang sesuai dengan prinsip syariah.

3. Jenis usaha emiten

Fatwa ini mengatur jika investasi hanya bisa dilakukan pada efek emiten yang tidak bertentangan dengan syariah. MUI juga menerangkan secara detail usaha apa saja yang bertentangan dengan muamalah Islam antara lain perjudian, perbankan, asuransi konvensional, produsen produk haram dan merusak moral dan bersifat mudarat.

4. Emiten yang dilarang

Pedoman ini juga menguraikan soal emiten yang tidak layak diinvestasikan dalam reksa dana syariah. Emiten tersebut dianggap tidak sesuai jika modal sangat bergantung dari pembiayaan hutang yang mengandung unsur riba, rasio hutang dan modal lebihd ari 82%, dan diketahui melangar prinsip usaha Islami.

5. Pembagian hasil investasi

Hasil investasi syariah harus dibersihkan dari unsur non halal sebelum dibadikan kepada investor. Dana tersebut kemudian akan digunakan untuk kemashalatan umat sesuai dengan arah dari Dewan Syariah Nasional. Fatwa ini juga menguraikan secara jelas penghasilan investasi apa saja yang bisa diterima oleh reksa dana syariah.

Berzakat dari Investasi Syariah

Jika kamu ingin memastikan harta yang kamu miliki baik adanya baik di dunia maupun akhirat maka hal lain yang juga harus dipertimbangkan adalah soal zakat. Jika sudah memastikan kehalalan reksa danamu, jangan lupa mengeluarkan zakat atas hasil yang didapat.

Pemerintah Indonesia juga telah mengakomodir hal ini ini melalui MUI. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatur jika zakat harta besarannya 2,5% dari total harta terlepas dari zakar penghasilan yang wajib disisihkan per bulan.

Hal ini sesuai dengan kesepakatan ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H). Dilansir dari Baznas.go.id, ditetapkan jika hasil dari keuntungan investasi wajib dikeluarkan zakatnya. Namun zakat reksa dana hanya menjadi wajib apabila sudah mencapai unsur haul dan nishab harta.

Haul adalah jangka waktu harta tersebut sehingga layak dijadikan objek pajak yakni minimal 1 tahun. Sedangkan nishab adalah batas minimal nilai harta yang wajib menjadi objek zakat yaitu 82,5 gram emas. Nilai tersebut jika dirupiahkan berkisar Rp55, 7 juta sesuai dengan harga emas antam.

Zakat ini menjadi wajib karena orang tersebut sudah dianggap mampu memenuhi kebutuhan utamanya. Terbukti masih ada dana yang bisa dialokasikan untuk investasi dana meskipun nilainya terbatas. Dengan demikian, imbal hasil investasi reksa danamu wajib dikenakan zakat jika telah memenuhi 2 unsur tersebut.

Cara Menghitung Zakat Hasil Investasi

Pakar keuangan syariah menilai investasi merupakan objek zakat karena nilainya yang terus berkembang berupa return atau imbal hasil. Berikut adalah cara perhitungan zakat reksa dana dikutip dari situs Baznas.go.id

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Rumu ini berlaku jika nilai imbal hasil investasi reksa danamu sudah melebihi angka nishab dan haul. Sebagai contoh, kamu yang menerima imbal hasil sebesar Rp60 juta bersih setelah lebih dari setahun wajib dikenakan zakat reksa dana. Penghasilan tersebut terhitung sebagai aset yang terus berkembang. Karena itu, kamu wajib membayarkan zakat reksa dana sebesar Rp1,5 juta per tahunnya.

Nah, setelah memahami investasi dana syariah dan ingin mulai memilikinya, kamu bisa memanfaatkan Ajaib sebagai salah satu platform investasi yang didalamnya banyak pilihan investasi syariah, mulai dari reksa dana syariah dan juga saham syariah.

Selain itu, kamu tidak perlu ragu lagi mengenai keamanannya, karena Ajaib telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mulai dari Rp10 ribu, kamu sudah bisa berinvestasi melalui Ajaib. Jadi tunggu apalagi? Mulai investasi kamu sekarang juga di Ajaib dan dapatkan return terbaikmu mulai hari ini!

Artikel Terkait