Asuransi & BPJS

Solusi Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Terblokir

Sumber: woke.id

Ajaib.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hadir sebagai solusi untuk melindungi masyarakat dan memberikan akses ke berbagai pelayanan kesehatan.

Salah satu kendala yang sering dialami peserta BPJS Kesehatan adalah telat membayar iuran. Bagi yang telat membayar hingga lebih dari 3 bulan, maka kartu BPJS Kesehatan akan diblokir. Lalu, bagaimana cara mengaktifkan BPJS Kesehatan yang terblokir?

Jika banyak peserta yang tidak membayar iuran, hal tersebut bisa menjadi kendala bagi BPJS Kesehatan dalam melayani kesehatan peserta lainnya.

Sebelum memblokir kartu BPJS Kesehatan yang iurannya menunggak, maka pihaknya akan mengetahui bahwa kartu BPJS nya akan diblokir dan tidak bisa digunakan lagi.

Kejadian tersebut tentunya sangat merepotkan kamu. Apalagi, jika kamu harus menggunakan kartunya pada waktu mendesak. Layanan BPJS Kesehatan cukup membantu dan meringankan beban keuanganmu.

Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan

Jika kartu BPJS Kesehatan kamu terlanjur terblokir oleh sistem karena penunggakan iuran, maka solusi yang bisa dipilih adalah melunasi seluruh tagihan beserta bunganya.

Hal tersebut sudah ditetapkan dalam aturan BPJS Kesehatan yang berlaku. Pelunasan tunggakan iuran bisa dilakukan seperti membayar iuran bulanan lain.

Kamu tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk melunasi tunggakan. Kamu bisa melakukan pembayaran di tempat yang biasa digunakan untuk melakukan pembayaran, di antaranya adalah Kantor Pos, ATM, minimarket, dan lainnya.

Pembayaran tersebut pun harus dilakukan secara sekaligus. Seluruh tunggakannya akan ditambah dengan bunga sebesar 2 persen tanpa ada sisa tagihan.

Hal tersebut akan memudahkan sistem untuk mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan kamu yang menunggak. Sebenarnya, kartu BPJS Kesehatan bisa kembali aktif secara otomatis.

Melihat beberapa kasus yang ada, kartu BPJS Kesehatan bisa saja tidak aktif meski sudah dilunasi dan melewati 2×24 jam. Kamu hanya perlu mendatangi Kantor BPJS Kesehatan terdekat dan membuka pemblokiran secara manual.

Pastikan kamu sudah membawa kartu BPJS Kesehatan dan kuitansi pelunasan tunggakan. Sehingga, pihak BPJS Kesehatan bisa membuka pemblokirannya.

Prosesnya sendiri akan memakan waktu 2×24 jam, maka peserta yang ingin melakukan pembukaan blokir seharusnya tidak melunasi tunggakan di waktu yang mendesak.

Hal tersebut tentunya sangat berisiko, karena pelunasan bisa saja sudah dilakukan. Namun, proses pemblokiran belum bisa dilakukan saat itu juga.

Sementara itu, peserta harus menggunakan kartu BPJS Kesehatan di waktu yang bersamaan. Jika kondisinya seperti itu, maka kamu tetap tidak bisa menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

Saat ini, Pemerintah telah mengubah beberapa kebijakan mengenai mengaktifkan BPJS Kesehatanyang menunggak dan diblokir.

Perubahan tersebut dilakukan untuk meminimalisir dampak yang dirasakan oleh masyarakat selama COVID-19. Sebab, proses pengaktifan BPJS Kesehatan semakin dipermudah.

Caranya, kamu hanya cukup melunasi iuran yang menunggak selama enam bulan saja. Ketentuan tersebut lebih rendah dari sebelumnya, karena harus melunasi tunggakan selama 24 bulan.

Jika kamu masih memiliki tunggakan, maka Pemerintah tetap memberikan kelonggaran hingga 2021 mendatang.

Peraturan Baru Iuran BPJS Kesehatan 

Pada pertengahan 2020 ini, BPJS Kesehatan telah melakukan revisi terhadap tarif iurannya. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden No 64 Tahun 2020 yang merupakan perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018.

Tarif Kelas I dan II mengalami kenaikan per 1 Juli 2020. Sementara untuk Kelas III, akan mengalami kenaikan pada 2021. Berikut ini adalah rincian biaya iuran BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020 lalu:

  • Kelas I: biaya iuran per bulannya adalah Rp150.000 per orang.
  • Kelas II: biaya iuran per bulannya adalah Rp100.000 per orang.
  • Kelas III: biaya iuran per bulannya adalah Rp25.500 per orang.

BPJS Kesehatan juga tidak menutup kemungkinan jika ada peserta Kelas I dan II yang merasa keberatan dengan biaya iuran tersebut untuk turun kelas.

Iuran di atas harus dibayar setiap bulannya secara rutin, kemudian paling lambat setiap tanggal 10. Saat ini, kamu bisa membayar iuran BPJS Kesehatan melalui ATM. Kamu tidak perlu lagi mendatangi Kantor BPJS Kesehatan.

Namun, masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar iuran bulanan dengan alasan lupa atau disengaja.

Jika telat hingga satu bulan, kartu BPJS Kesehatan kamu juga akan dinonaktifkan selain membayar denda. Artinya, kamu tidak bisa menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan secara gratis.

Padahal, kamu hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp150.000 saja setiap bulannya. Jika kamu sakit dan membutuhkan pengobatan/perawatan, maka sudah bisa berobat di puskesmas secara gratis hingga rumah sakit yang menerima pasien BPJS Kesehatan.

Jika tidak memiliki BPJS Kesehatan, kamu bisa mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk membayar jasa dokter dan obat-obatannya.

Peraturan Baru Iuran BPJS Kesehatan

Melalui situs resmi milik Pemerintah, terdapat peraturan baru mengenai sanksi jika telat membayar iuran. Peraturan itu sudah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 mulai 1 Juli 2020.

Peraturan tersebut menjelaskan, bahwa peserta yang telat membayar iuran tidak dikenakan denda. Namun, kartunya akan dinonaktifkan.

Jika ingin mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan, maka harus melunasi seluruh tunggakannya terlebih dahulu. Sejak status kepesertaannya aktif, peserta harus membayar denda ke BPJS Kesehatan untuk pelayanan rawat inap tingkat lanjutan.

Kerugian dari Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

Terdapat beberapa kerugian yang akan kamu rasakan saat menunggak iuran BPJS Kesehatan, yaitu:

  • Tunggakan iuran semakin banyak dan akan menjadi beban saat mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan.
  • Iuran BPJS menunggak setiap bulannya, namun bukan berarti kamu keluar dari kepesertaan BPJS Kesehatan.

Kamu tetap memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakan iuran.

  • Mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk berobat jika tidak menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

Melihat penjelasan di atas, masih banyak peserta BPJS yang tidak mengetahui cara mengaktifkan BPJS Kesehatan yang diblokir. Jadi, kamu harus segera melunasi dan membuka blokirnya, sehingga bisa digunakan untuk menikmati fasilitas yang diberikan.

Artikel Terkait