Analisa Saham

Weekly Watchlist: Saham Sektor Transportasi Potensial Sepekan Kedepan (13 – 17 Desember 2021)

Sumber: Freepik

Saham-saham yang berada di sektor transportasi dan logistik patut untuk dicermati pada minggu ini seiring peningkatan pada sektor tersebut pada 3Q21 serta outlook yang positif di 4Q21. 

Hal ini dikarenakan aktivitas ekonomi dalam negeri yang berangsur-angsur membaik, bersamaan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang kian hari cenderung pada level yang sangat rendah.

Berikut saham-saham sektor transportasi dan logistik yang patut dicermati pada periode perdagangan 13 – 17 Desember 2021:

Sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan bagaimana prospek bisnis emiten tiap-tiap saham? Simak penjelasan lengkapnya.

1. PT Batavia Prosperindo Trans Tbk – BTPR

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BPTR melesat 415% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp412 per lembar sahamnya;
  • Saham BPTR tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp3,2 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham BPTR di sepanjang bulan November 2021 mencapai 2.668.405 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham BPTR mencapai 2.668.405, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham BPTR dari bulan sebelumnya yang tercatat 274.843 atau ada peningkatan sebesar 870% MoM;
  • Kinerja BPTR pada Kuartal III-2021 ini masih mencatat kenaikan laba bersih menjadi sebesar Rp 8,1 miliar dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 1,5 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal sejak 17 November 2021, BPTR telah memasuki fase uptrend nya. Ditutup di bawah MA-5, namun masih berada diatas MA-20. Stochastic di overbought area dan MACD positif. Resistance di level 450. Support 414. Cut Loss jika break level 402.

2. PT Hasnur Internasional Shipping Tbk – HAIS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham HAIS masih terkoreksi 45% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp202 per lembar sahamnya;
  • Saham HAIS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp2,7 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham HAIS di sepanjang bulan November 2021 mencapai 2.802.046 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham HAIS mencapai 2.802.046, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham HAIS dari bulan sebelumnya yang tercatat 2.289.215 atau ada peningkatan sebesar 22% MoM;
  • Kinerja HAIS setelah IPO berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp 157,57 miliar yang akan digunakan untuk membeli tiga set armada baru . Selain itu sebesar 23% dana IPO juga akan disalurkan kepada anak usahanya PT Hasnur Resources Terminal (HRT) untuk mendukung rencana pengembangan serta peningkatan fasilitas dalam bidang jasa kepelabuhanan.

Analisis Teknikal

HAIS mencoba untuk teknikal rebound, ditutup diatas MA-5 dengan kenaikan volume yang signifikan. Stochastic dan MACD goldencross  bergerak keatas. Resistance di level 212. Support 194. Cut Loss jika break di level 191.

3. PT Transkon Jaya Tbk – TRJK

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TRJA melesat 276% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp595 per lembar sahamnya;
  • Saham TRJA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp14 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham TRJA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 7.884.769 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham TRJA mencapai 7.884.769, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham TRJA dari bulan sebelumnya yang tercatat 1.556.271 atau ada peningkatan sebesar 406% MoM;
  • Kinerja TRJA pada Kuartal III-2021 masih mencatat laba bersih sebesar Rp 31,8 miliar, namun laba bersih tersebut turun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Tp 34,4 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, TRJA berada pada fase uptrend nya. Muncul candlestick long white marubozu dengan volume yang menguat dibanding hari sebelumnya. Stochastic bergerak di overbought area dan MACD positif. TRJA masih berpotensi menguat menuju resistance di level 690, support di 545. Cut Loss jika break level 520.

4. PT Temas Tbk – TMAS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TMAS melesat 664% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp1.055 per lembar sahamnya;
  • Saham TMAS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp23 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham TMAS di sepanjang bulan November 2021 mencapai 9.331.381 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham TMAS mencapai 9.331.381, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham TMAS dari bulan sebelumnya yang tercatat 3.675.768 atau ada peningkatan sebesar 153% MoM;
  • Kinerja TMAS pada Semester I-2021 berhasil mencatat pendapatan yang naik 17,56% menjadi sebesar Rp 1,54 triliun. Laba bersih pada semester I-2021 ini juga tercatat tumbuh 635% yoy menjadi sebesar Rp 310,8 miliar dibanding dengan laba bersih pada periode yang sama di tahun lalu yang tercatat hanya sebesar Rp 42,3 miliar.

Analisis Teknikal

TMAS berada dalam fase bullish jangka pendek nya. Ditutup di atas MA-5 dan MA-20 nya. Stochastic dan MACD bergerak naik. TMAS berpotensi menguji resistance di level 1300. Cut Loss jika break 950.

5. PT Trimuda Nuansa Citra Tbk – TNCA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham TNCA melesat 316% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp1.925 per lembar sahamnya;
  • Saham TNCA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp11 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham TNCA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 2.404.615 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham TNCA mencapai 2.404.615, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham TNCA dari bulan sebelumnya yang tercatat 212.012 atau ada peningkatan sebesar 1.034% MoM;
  • Kinerja pada Kuartal III-2021 berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 2,2 miliar. Jumlah tersebut naik dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 454 juta.

Analisis Teknikal

TNCA secara teknikal bergerak naik, terbentuk long white marubozu candle yang memberi sinyal untuk bullish continuation. Ditutup di atas MA-5 dan MA-20 nya. Stochastic bergerak naik di area netral dan MACD naik di area poisitf. TNCA berpotensi untuk menuju resistance nya di level 2000, cut loss jika break level 1650.

6. PT Samudera Indonesia Tbk – SMDR

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham SMDR melesat 222% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp935 per lembar sahamnya;
  • Saham SMDR tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp14 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham SMDR di sepanjang bulan November 2021 mencapai 3.563.635 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham SMDR mencapai 3.563.635, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham SMDR dari bulan sebelumnya yang tercatat 2.729.872 atau ada peningkatan sebesar 30% MoM;
  • Kinerja SMDR pada Kuartal III-2021 berhasil mencatat laba bersih yang naik menjadi sebesar Rp 737,3 miliar. Jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 78,5 miliar.

Analisis Teknikal

SMDR dalam fase jangka pendeknya bergerak sideways. Ditutup tepat pada MA-5 nya di level 935, dan diatas MA-20 nya. Stochastic di area overbought dan MACD di level positif. Resistance di level 950, support di 935, dan cut loss jika break level 905.

7. PT Prima Globalindo Logistik Tbk – PPGL

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham PPGL masih terkoreksi 15% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp130 per lembar sahamnya;
  • Saham PPGL tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp688 juta per harinya;
  • Volume perdagangan saham PPGL di sepanjang bulan November 2021 mencapai 1.241.172 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham PPGL mencapai 1.241.172, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham PPGL dari bulan sebelumnya yang tercatat 704.560 atau ada peningkatan sebesar 76% MoM;
  • Kinerja PPGL pada Kuartal II-2021 masih mencatat laba bersih sebesar Rp 7,2 miliar naik sebesar 455,81%. Permintaan dan tarif kargo yang naik menumbuhkan kinerja PPGL. Selama semester I-2021 PPGL berhasil mencatat pendapatan yang naik 110,89% menjadi sebesar Rp 113,97 miliar.

Analisis Teknikal

PPGL secara teknikal berada dalam major trend bullish nya, ditutup di atas MA-5 dan MA-20 nya. Stochastic bergerak naik di area netral dan MACD golden cross pada area positif. PPGL menguji resistance di level 137, support di 130, cut loss jika break level 125.

8. PT Armada berjaya trans Tbk – JAYA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham JAYA melesat 85% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp228 per lembar sahamnya;
  • Saham JAYA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp9,7 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham JAYA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 13.731.886 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham JAYA mencapai 13.731.886, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham JAYA dari bulan sebelumnya yang tercatat 1.515.129 atau ada peningkatan sebesar 806% MoM;
  • Secara kinerja pada Kuartal III-2021, JAYA masih mencatat laba bersih sebesar Rp 4 miliar, laba bersih ini naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 3 miliar.

Analisis Teknikal

Secara teknikal JAYA mencoba untuk teknikal rebound, dan berhasil breakout resistance nya di level 228. JAYA ditutup di atas MA-5 dan MA-20 nya. Stochastic golden cross d level overbought dan MACD di area positif. JAYA berpotensi uji resistance di level 300, support di 216 dan cut loss jika break di level 208.

9. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk – WEHA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham WEHA melesat 184% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp188 per lembar sahamnya;
  • Saham WEHA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp2,3 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham WEHA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 2.491.747 lot;
  • WEHA memiliki kinerja yang membaik pada Kuartal III-2021 ini, masih tercatat rugi bersih sebesar Rp 11 miliar, namun kerugian bersih tersebut membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 29 miliar.

Analisis Teknikal

WEHA secara teknikal bergerak konsolidasi dalam tren jangka pendeknya. Stochastic bergerak naik dan MACD juga bergerak menuju level positif. WEHA menguji resistance di level 199. Support di level 188 dan cut loss jika break level 181.

10. PT Indonesia Air Transport Tbk – IATA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham IATA melesat 54% sejak awal tahun hingga tanggal 10 Desember 2021 pada harga Rp77 per lembar sahamnya;
  • Saham IATA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan selama bulan November 2021 sebesar Rp25 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan saham IATA di sepanjang bulan November 2021 mencapai 81.488.907 lot;
  • Dalam 1 bulan terakhir di bulan November 2021 kemarin total volume perdagangan saham IATA mencapai 81.488.907, dan terdapat peningkatan aktivitas volume transaksi pada saham IATA dari bulan sebelumnya yang tercatat 16.172.097 atau ada peningkatan sebesar 403% MoM;
  • Kinerja IATA sepanjang Kuartal III-2021 masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 67 miliar, rugi bersih tersebut menurun bila dibandingkan dengan kerugian pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 32 miliar.

Analisis Teknikal

IATA secara teknikal bergerak sideways, ditutup di atas MA-5 dan MA-20 nya. IATA berpotensi menguji resistance di level 85, support di 77 dan cut loss jika break level 71.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait