Analisa Saham

Saham CNKO Masih Disuspensi BEI, Bagaimana Prospeknya?

saham-cnko

Ajaib.co.id – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan pengembangan maupun pembangunan tenaga listrik tenaga uap. Perusahaan berkode saham CNKO ini memulai bisnis secara komersial pada tahun 2001 dengan kegiatan usaha meliputi pertambangan dan perdagangan batu bara, pembangunan pembangkit tenaga listrik, serta mengelola dan mengusahakan pembangkit listrik tenaga uap.

CNKO sendiri mengoperasikan tambang batu bara yang memiliki izin pertambangan di wilayah Kalimantan Selatan. Sementara untuk pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap berada di wilayah Kalimantan Tengah dan Riau. Kegiatan bisnis perseroan juga dibantu oleh anak perusahaan yaitu adalah PT Energi Batubara Indonesia.

Saat ini, mayoritas saham CNKO sendiri dipegang oleh OCBC Bank-Mezzanine Capital Unit dengan jumlah 9,39 persen kepemilikan saham dan PT Saibatama Internasional Mandiri dengan jumlah 9,07 persen kepemilikan saham. Saham CNKO pertama kali diperdagangkan secara publik pada tahun 2001 dengan harga penawaran sebesar Rp105 per lembar saham.

Akan tetapi, pergerakan harga saham CNKO harus tertahan di batas terendah yaitu Rp50 per lembar saham karena sedang disuspensi oleh BEI. Dengan begitu, saham CNKO belum dapat direkomendasikan untuk dikoleksi jika mengacu pada pergerakan harga sahamnya.

Akan tetapi, untuk lebih jelas dalam menganalisa, ada baiknya untuk mengetahui fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan ke depannya melalui bedah kinerja saham CNKO berikut ini.

Kinerja Keuangan Turun, CNKO Menderita Kerugian di Kuartal Pertama Tahun 2020

Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang disampaikan secara publik pada kuartal pertama tahun 2020, bisnis CNKO sedang dalam kondisi negatif. Di mana, perseroan catatkan pendapatan yang turun menjadi Rp161,61 juta dari pendapatan di periode sama tahun 2019 sebesar Rp573,72 juta.

Selain itu, CNKO juga masih catatkan kerugian bersih yang membengkak menjadi Rp102,55 juta dari kerugian periode sama di tahun sebelumnya Rp62,46 juta.

Hal tersebut jelas mempengaruhi pergerakan saham CNKO di bursa saat ini hingga harus mengalami suspensi. Selain itu, saham CNKO juga ditandai notasi E yang menunjukkan laporan keuangan terakhir ekuitas tampak negatif dan notasi Y yang menunjukkan bahwa perseroan belum melakukan atau menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan hingga enam bulan setelah tahun buku terakhir.

CNKO Merugi Selama Empat Tahun Berturut-turut

Terlepas dari kinerja negatif di tahun 2020, emiten batu bara berkode saham CNKO ini memang sudah merugi selama empat tahun berturut-turut. Di mana, selama 5 tahun terakhir, perseroan hanya mampu mencatatkan laba di tahun 2019 saja.

Adapun data ikhtisar keuangan yang diambil berdasarkan informasi finansial perseroan dapat dilihat seperti berikut (dalam miliar rupiah):

Laporan Laba Rugi 2019 Q3 2018 2017 2016 2015
Pendapatan bersih 1.096 2.555 1.538 2.221 1.112
Laba kotor 84 190 52 68 -42
Laba rugi tahun berjalan 347 -1.239 -1.979 -593 -581

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa secara pendapatan CNKO masih naik turun atau belum konsisten tumbuh. Hal ini ternyata memberikan pengaruh besar bagi raihan laba sehingga membuat perseroan harus menderita kerugian sejak tahun 2015.

Mulai dari tahun 2015, kerugian disebabkan oleh penurunan kinerja pendapatan dan kenaikan sejumlah beban sehingga harus menggerus raihan tersebut yang berbalik menjadi kerugian.

Kenaikan pendapatan di tahun 2016 masih belum mengantarkan CNKO pada laba karena pendapatan yang ikut menaikkan sejumlah beban sehingga kerugian di tahun tersebut juga naik tipis.

Di tahun 2017, penurunan pendapatan membuat kerugian CNKO kembali membengkak. Kali ini disebabkan oleh perjanjian jual beli tenaga listrik dari dua pembangkit listrik tenaga uap milik CNKO yang diputus oleh PLN sehingga tidak menghasilkan kontribusi bagi perseroan.

Sedangkan untuk tahun 2018, kerugian terjadi karena dampak kerugian di tahun sebelumnya. Lalu di tahun 2019, kinerja keuangan hingga kuartal ketiga yang dilaporkan perseroan secara publik menunjukkan penurunan pendapatan.

Namun, perseroan kali ini berhasil mencatatkan raihan laba. Jika dilihat berdasarkan rasio keuangannya, bisnis CNKO mulai sedikit membaik.

Berikut data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan:

Rasio 2019 Q3
ROA -1,9%
ROE 20,1%
NPM 31,9%
CR 47,5%
DER -648%

Melihat Prospek Bisnis CNKO dengan Saham yang Masih Disuspensi Oleh BEI

Penting bagi setiap investor untuk mengetahui prospek bisnis dari emiten yang akan dipilih, selain melihat fundamental perusahaan. Jangan karena harga sahamnya sedang meningkat, maka tertarik untuk dipilih.

Bisa saja hal tersebut adalah ulah bandar saham. Mengingat, prospek bisnis ke depan juga mempengaruhi pergerakan saham ke depannya termasuk saham dari emiten batu bara PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

Untuk bisa meningkatkan harga saham CNKO, perseroan tentu harus memperbaiki kinerja bisnis. Apalagi saham CNKO saat ini sedang disuspensi oleh BEI karena faktor kinerja keuangan dengan ekuitas negatif. Sayangnya, pihak perseroan sendiri belum memberikan konfirmasi terkait rencana bisnis maupun aksi korporasi yang ditujukan untuk meningkatkan serta memperbaiki kinerja keuangan di tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini jelas menjadi perhatian penting bagi para investor yang ingin mengoleksi saham CNKO terutama untuk jangka panjang. Saham CNKO sendiri belum menjadi rekomendasi yang tepat untuk hal tersebut.

Jika pihak investor masih ingin mengoleksi sahamnya, ada baiknya untuk menunggu sampai perseroan memberikan informasi terkait rencana bisnis atau aksi korporasi yang bakal dilakukan untuk memperbaiki kinerja bisnis.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait